Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 23



๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Varo sedikit tertohok mendengar perkataan Vio , walau Vio tidak sadar kalau dirinya ada di sana. Sementara, Alina , emosinya tersulut dan hendak menyerang Viona . Devan langsung menghentikannya.


Saking emosinya, Alina bicara mengenai kondisi Varo saat ini. Uwoooh, mendengar cara Alina bercerita, berarti Alina tahu dimana Varo . Jadi, Vio memintanya untuk memberitahunya. Dia mau Varo pulang ke rumah, karena William sangat khawatir.


Sebelum situasi makin memanas, Devan meminta Vio untuk pulang dulu dan mereka akan membicarakan masalah kerjaan lain waktu.


โ€œKerjaan apa?โ€ kepo Alina .


โ€œAku mengundang Vio untuk kerja di restoran.โ€ jawab Devan .


โ€œKau dilarang untuk memperkerjakannya!โ€ perintah Alina (ih, dia kira dia boss-nya gitu). โ€œIniโ€ฆ sampai kapan kau ingin mengganggu kami? Sebelumnya Varo , dan sekarang kau ingin mengganggu Devan juga!โ€ teriak Alina pada Vio .


โ€œDevan, aku setuju untuk bekerja untukmu,โ€ setuju Vio , sengaja karena Alina membuatnya kesal.


Sementara itu, Varo memilih pergi dari sana. Davin bingung harus gimana (nggak ada yang sadar kalau Varo dan Davin datang, karena mereka berdiri di luar restoran).


Vio pamit pulang. Alina semakin emosi karena Vio seperti menantangnya, dia hendak mengejar Vio , tapi Devan menahan tangannya. Di depan pintu, Vio berjumpa dengan Davin . Tapi, dia hanya memberi senyum sedikit dan berlalu pergi.


Devan berusaha menenangkan Alina, tapi Alina terus keras kepala dan membela Varo . Devan emosi dengan sikap Alina , karena dari sudut pandangnya, Varo yang salah. Varo orang yang terus mengganggu Vio dari awal. Alina malah mengartikan kalau Devan memihak pada Vio .


โ€œYah, dia menarik,โ€ akui Devan .


Alina menatapnya tajam.


Varo menyendiri di tempat sepi. Dia ingat perkataan Vio kalau dia adalah penyebab ibu Vio meninggal. Hal itu sangat mengusik dan membuat hati Varo merasa bersalah.


--


Vio terkejut mendengar William ingin mengadopsinya. Vio merasa kalau dia tinggal di rumah William dan di anggap sebagai anak sudah cukup. Tapi, William tidak merasa itu cukup, dia ingin Vio mempunyai hak legal atas semuanya. Vio berusaha menolak.


โ€œVio , kau adalah putriku sekarang. Biarkan aku melakukan tanggung jawabku sebagai seorang ayah.โ€ Ujar William.


โ€œDapatkah Anda memberiku waktu untuk memikirkan ini terlebih dahulu?โ€ pinta Viona .


William mengerti dan memberikan waktu untuk Vio memikirkan tawarannya.


--


Vio menatap Varo dengan pandangan tidak suka. Dia mendesak Varo untuk menjawab pertanyaannya.


โ€œAku hanya...,โ€ Varo bingung menjelaskan. โ€œHanya ingin melihat makam selingkuhan, apakah lebih baik dari makam ibuku,โ€ bohong Varo .


Viona jelas marah dan tersinggung. Dia langsung mengusir Varo pergi dari makam ibunya, sebelum dia membunuh Varo . Varo tidak mau, karena itu adalah tempat umum. Dia berhak berada di sini.


Viona berusaha mengabaikan Alice . Dia memberi doa pada makam, dan mulai bicara seolah kepada ibunya.


โ€œIbu, hari ini aku datang untuk memberitahu sesuatu,โ€ ujar Vio dan melirik sekilas pada Varo yang masih belum mau pergi. โ€œPaman willi ingin mengadopsiku menjadi anaknya, tapi aku belum memutuskan. Paman menunggu jawabanku. Apa yang harus ku lakukan?โ€ Ujar Vio didepan makan ibunya.


Varo terkejut mengetahuiย ย kalau ayahnya akan mengadopsi Vio . โ€œApa yang kau pikirkan lagi? aku tidak ada di sana untuk menghancurkanmu lagi.โ€


โ€œKau ingin aku menjadi orang yang berbagi harta warisan denganmu? Jika tidak mau, maka pulanglah. Tapi jika kau tidak pulang, aku akan memberi jawaban pada Paman willi kalau aku bersedia menjadi putri angkatnya seperti yang di inginkannya,โ€ ancam Vio .


โ€œKau sangat licik. Sangat pintar dalam membuat rencana.โ€ sinis Varo.


โ€œRencana apa?โ€ Tanya Vio .


โ€œAwalnya, aku merasa sangat bersalah karena tidak percaya kalau ibumu sedang sakit keras. Merasa bersalah karena telah mengganggumu. Dan menjadi salah satu penyebab kematian ibumu. Dan aku hampir percaya kalau kau tidak menginginkan apapun dari ayahku. Tapi, sekarang, aku sudah tahu kalau selama ini aku salah!โ€ marah Varo dan beranjak pergi.


Dia bahkan menjatuhkan setangkai bunga yang di bawanya ke lantai. Vio sedikit tercengang menyadari kalau Varo sudah salah mengartikan ancamannya.


--


Hai readers,. !!


gimna apa kalian suka novelnya?๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š


jika kalian suka jangan lupa Vote ,Like Dan comment yah!!๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


See u next time readers!!๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜