
Varo pergi menemui Robert untuk memeriksa kebenaran mengenai ayahnya yang akan mengadopsi Vio . Dan Robert membenarkan. Varo semakin emosi, padahal dia baru pergi beberapa hari tapi ayahnya sudah ingin mengadopsi anak. Robert menjelaskan walaupun Varo tidak pergi, William tetap akan melakukan adopsi pada Viona .
“ Alvaro, ayo pulang. William memerintahkan orang untuk mencarimu setiap hari. Dia sangat khawatir padamu.” Ujar robert.
“Dia sudah mau punya anak baru, untuk apa dia mencariku? Baik, melihat hal ini, aku bisa memutuskan dengan lebih mudah.” jawab Varo.
“Memutuskan apa?” tanya Robert.
Varo tidak menjawab dan langsung pergi.
--
Varo pulang ke condo Alina . Dan Alina menyerahkan semua dokumen kepindahan yang telah di siapkannya. Dia bertanya, kapan Varo akan pergi, Varo menjawab secepat mungkin. Alina semakin senang, karena itu artinya dia dan Varo bisa semakin cepat memulai hidup baru bersama.
“Aku akan menjadi Alvaro yang baru. Dan saat nya tiba, aku akan kembali dan merebut semua milikku lagi!” tekad Varo .
“Apapun yang akan kau lakukan, aku akan selalu di pihakmu,” dukung Alina .
--
Vio bersama dengan William dan Robert . Dia sudah menceritakan pertemuannya dengan Varo tadi, dan dia meminta maaf karena membuat semuanya semakin kacau. William menenangkan Vio kalau itu bukan kesalahan Vio , tapi Varo . Varo adalah anak yang suka asal menyimpulkan sendiri dan berpikiran negatif.
Robert bertanya apa yang akan William lakukan sekarang, William juga bingung dan bertanya pendapat Robert . Robert memberikan saran untuk mencari Varo sekali lagi. William setuju.
“ Varo sangat menolak kehadiranku sampai seperti ini. Paman tolong ubah keputusanmu terkait pengadopsian ku sebagai anakmu,” pinta Viona .
“Aku tidak akan berubah pikiran. Aku sudah berjanji pada ibumu kalau aku akan menjagamu dengan baik. Dan aku juga ingin kau benar-benar menjadi putriku. Tolong jangan menolak.” Ujar William.
“Aku juga sudah berjanji pada ibu kalau aku akan tinggal dengan Anda. Aku setuju untuk melakukan keinginanmu. Aku setuju karena demi ibuku dan Anda. Dan aku juga ingin ibuku dapat beristirahat dengan tenang. Dan aku juga ingin agar Anda dapat menepati janji Anda pada ibuku juga. Ini yang ku inginkan.”
William sangat senang mendengarnya. Ditambah lagi, Vio memanggilnya Ayah Hati William langsung bahagia.
-----------
Alvaro melakukan pesta di restoran Devan . Ini pesta perpisahan melepas Alina dan Varo . Devan mengingatkan mereka untuk tidak lupa pada dirinya dan Davin . Alina mengerti, tapi awal-awal dia dan Varo pasti sibuk untuk beradaptasi. Davin dan Devan dapat mengerti hal itu. Davin kemudian meminta Varo berkata sesuatu.
“Orang di rumah? Terdengar sangat formal,” bingung Davin . Itu kan rumah Varo sendiri.
“Bisa atau tidak?” tanya Varo lagi.
“Ya. Bisa,” setuju Davin .
“Baiklah. Tapi aku minta kau menjaga Alina ,” ujar Devan .
Dan Alina langsung sibuk membersihkan mulut Varo dari remah-remah roti. Devan jelas cemburu melihatnya. Davin menyadari hal itu, tetapi tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Saat membawa piring kotor ke dapur bersama dengan Alina , Devan langsung memeluk tubuh Alina .
“Jika tinggal di sana dan kau tidak bahagia, kau bisa memberitahuku. Aku akan pergi mencarimu.” Ujar Devan .
“Devan , lepaskan aku.” perintah Alina .
“Aku tidak mau.” jawab Devan .
Alina memaksa melepaskan pelukan Devan , tapi hal itu malah membuatnya semakin dekat pada Devan . Mereka saling berpandangan.
“Janji padaku dulu, kau akan memberitahuku,” pinta Devan .
“Iya aku janji.” jawab Alina .
Devan tersenyum manis. Dia mendekatkan wajahnya pada Alina .
“Aku yakin kalau aku akan bahagia,” lanjut Alina , dan hal itu membuat Devan tidak jadi menciumnya.
“Jika Varo ada di sana.” Ujar Alina .
Devan mengerti kalau Alina menolaknya halus. Dan hal itu membuat pelukannya pada Alina lepas. Alina menatapnya sesaat sebelum kembali menemui Varo .