
Hai guys! Ketemu lagi sama Author 😁
Jangan lupa Vote, Like dan Komen yah!!👍
Selamat membaca!!💓💓
\=\=\=\=\=\=\=
Pertandingan basket di mulai.
Dan ternyata Viona juga datang ke arena pertandingan karena di ajak temannya Selina ( Selin ) untuk melihat pertandingan itu. Selin memuji pemain bernomor 15 ( Varo ) sangat hebat, tetapi Vio yang mengenali Varo sebagai pria yang hampir menabraknya tadi, menjawab biasa saja. Seorang gadis yang duduk tidak jauh di antara mereka, Alina Putri ( Alin ) terlihat tidak suka pada Selin dan Vio yang membicarakan Varo.
Pertandingan berlangsung seru. Dan dimenangkan oleh team Varo.
Saat sudah usai, Selin membawa Vio untuk di perkenalkan pada kenalannya yang ada di team basket. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja, Varo melempar bola basket yang ada di tangannya ke arah Vio, sepertinya dia tertarik dan ingin menarik perhatian Vio. Alina yang melihatnya dari bangku penonton sampai kaget dengan kelakuan Varo.
Selin bingung, dan bertanya apa Vio mengenal Varo? Vio menatap Varo dengan kesal dan memberitahu Selin kalau Varo adalah orang yang hampir menabraknya tadi.
“Kembalikan bola basketku,” pinta Varo dengan nada keras. “Kau tidak dengar yang ku bilang?”
“Aku dengar. Tapi, aku tidak mau kembalikan. Karena aku tahu, kau sengaja menggangguku.”
“Sekolah di tempat yang sama. Tidak bisa di percaya.”
“Aku juga tidak ingin percaya kalau sekolah di tempat yang sama dengan orang sepertimu. Orang yang suka balapan dan membuat kekacauan, setan pengacau.”
Dan Varo jelas kesal mendenganya. Dia meminta bolanya lagi, tetapi Vio tidak mau memberikan. Varo tidak mau ambil pusing, jadi dia tidak mau bola itu lagi. Eh, Vio malah melempar bola itu kembali ke kepala Varo dan berkata kalau dia juga tidak mau bola itu lagi.
Teman Varo langsung tertawa dan mengejek Varo yang langsung terkena karma. Varo tidak membalas, dia malah menatap sapu tangan yang membalut lukanya itu.
\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah,
Viona membantu ibunya menyiapkan jus buah. Dia bertugas untuk mengupas buah-buahan. Dan ibu memarahi Vio untuk berhati-hati lain kali kalau mau nyebrang jalan. Vio mengerti dan memberitahu hal lain pada ibu, kalau hari sabtu dan minggu ini dia akan bekerja lembur. Ibu tidak suka mendengarnya, karena dia masih bisa membiayai Vio dan tidak ingin Vio bekerja. Vio menenangkan ibunya, dia bekerja untuk mengumpulkan untuk dirinya sendiri dan dia bangga dengan hal itu. Ibu tersenyum mendengarnya.
Vio punya impian untuk memiliki kebunnya sendiri dan pasti sangat indah. Vio tidak menyadari kalau ibu merasa kesakitan pada paha bagian atas, dan berusaha menahannya.
\=\=\=\=\=\=
Dirumah..
Varo yang adalah anak orang kaya, di hidangkan makan siang oleh pembantunya. Dan dia malah mengomel karena makanannya tidak enak. Pembantunya menjelaskan kalau makanan itu dia beli di rumah makan, jadi dia sama sekali tidak tahu rasanya.
“Kenapa bukan kau yang masak?” Tanya Varo.
“Gimana aku mau masak? Lagipula, semua koki kita berhenti karena tidak bisa tahan pada Anda. apaapun yang mereka buat, Anda tidak pernah menyukainya. Siapa yang bisa tahan?”
“Berhenti!” bentak varo
Dan Varo memilihh untuk masuk kamar tanpa makan sama sekali.
Jangan lupa Vote, Like dan Komen yah guys!!👍💓💓