Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 1




\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seorang pria mengendarai motornya dengan kecepaatan tinggi. Pria itu, Alvaro Sanjaya ( Varo ), teringat pertengkarannya tadi dengan ayahnya, William Sanjaya.


“Ayah kira aku masih bisa percaya pada Ayah?! Ibu lah orang yang seharusnya Ayah jaga. Ibu sakit keras. Dan Ayah tetap bekerja. Sebelum dia meninggal… ibu menelpon ayah. Tapi, Ayah tidak datang tepat waktu untuk melihatnya. Ibu… mati karenamu!” Marah Varo pada ayahnya.


Dari balik helm, terlihat Varo yang meneteskan air mata mengingat pertengkarannya tadi dengan ayahnya. Dan pikirannya buyar saat melihat seorang gadis yang hendak menyeberang, berteriak kaget melihat motornya yang melaju kencang. Untunglah gadis itu, Viona Arabella ( Vio ), langsung bergerak mundur . Varo sendiri langsung membanting setir motornya, dan tentu saja membuatnya terjatuh. Motornya sampai terlempar beberapa meter ke depan.


Viona berlari menghampiri Varo dengan panik dan bertanya keaadaannya. Varo kesal dan pergi ke pinggir jalan untuk melihat lukanya. Kiew mendekatinya lagi dan bertanya keaadaannya.


“Apa kau tidak lihat motor yang melaju, huh? Jika aku tidak menghindar, kau sudah mati, tahu?!” Tanya Varo dengan kesalnya.


“Kau kira ini arena balap? Kau yang ngebut dan jadinya tidak bisa nge-rem tepat waktu. Kau juga salah.” Jawab Viona.


Tetapi, Varo tetap saja marah-marah. Viona jadi kesal dan memarahi Varo juga. Tetapi, dia jadi panik saat melihat tangan Varo yang terluka. Varo awalnya tidak mau memberikan izin Viona melihat tangannya, tetapi Viona malah mengancam akan menggunakan kekerasan. Jadilah Varo dengan sedikit sinis, menyuruh Viona untuk cepat melihat tangannya. Viona segera mengeluarkan sapu tangannya dan menggunakan sapu tangan itu untuk membalut luka Varo.


“Setahuku, orang yang naik motor pakai sarung tangan untuk keamanan. Kenapa kau tidak pakai?” Tanya Viona.


“Jangan mengajariku. Kau bukan Ibuku!” jawab Varo ketus.


Dan Viona terus menuntut Varo untuk menjawab pertanyaannya. Varo kesal dan akhirnya menjawab dia lupa. Dan Viona menyebutnya ceroboh. Varo malas berdebat, dia segera bangkit dan dengan langkah tertatih, pergi ke motornya.


“Lalu, kau mau apa emangnya? Aku akui kalau aku salah. Tapi, kau juga salah! Kau mau kemana hingga mengemudi ngebut seperti itu? Apa ayah dan ibumu tahu kau mengemudi seperti ini? Apa mereka tidak memperingatimu kalau itu berbahaya?” Tanya Viona.


“Berhenti mengomel. Kau bertingkah seperti wanita tua!.” Jawab Varo kesal.


Dan Varo langsung naik ke motor dan pergi meninggalkan Viona yang masih kesal karena di bilang seperti wanita tua.


\=\=\=\=\=


Varo ternyata pergi ke kampus dan langsung masuk ke ruang ganti basket. Dia hari ini ada pertandingan basket dan teman se-team-nya langsung bertanya apa Peat bisa ikut main? Mereka dapat kabar kalau Varo tadi kecelakaan. Varo dengan cuek menjawab bisa.


Salah seorang temannya melihat sapu tangan yang membalut tangan Varo, dan menjadi penasaran itu milik siapa. Varo menjawab kalau itu milik orang yang membuatnya celaka. Teman yang lain malah menimpali kalau sepertinya itu milih anak SMP. Varo hanya tersenyum sinis.


“Kenapa kau masih pakai sapu tangan itu?” Tanya Salah satu temannya.


“Sebagai pengingat. Kalau aku kalah hari ini, itu berarti karena si pemilik sapu tangan ini.” Jawab Varo.


--


Hai guys! Jangan lupa Vote, Like dan Komen yah!!😁🙏