
Hai guys!! ketemu lagi sama aku, gimna kalian suka ga sama ceritanya ?? maaf jika banyak kesalahan dalam cerita ini,atau tidak sesuai yang kalian inginkan๐ฃ karna aku masih belajar ๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Alina selesai kuliah dan mencari Varo . Tapi, Varo tidak ada di lapangan basket. Hal itu membuat Varo merasa cemas dan langsung berlari mencari Varo (dasar posesif!)
--
Varo tetap keras kepala dan menolak ajakan Vio untuk pulang. Vio jadi kesal, dan tidak peduli lagi. Kalau Varo mau kabur sepanjang hidup Varo , ya sudah terserah Varo saja. Atau kalau Varo mau di sebut putra durhaka, dia juga tidak akan peduli. Dia tidak mau bicara lagi dengan Varo .
Vio sdauh benar-benar kesal. Eh, si Varo malah jadi duduk di sebelah Vio . Menatap ekspresi kesal Vio dan bertanya berapa hari lagi Vio di Seoul. Vio heran di tanya begitu dan balik menatap Varo dengan ekspresi bingung.
--
Alina berkeliling kampus mencari Varo dan berusaha menelpon Varo . Tapi, ponsel Varo tidak aktif. Tambah panik-lah si Alina .
--
Vio dan Varo pergi makan tteokbokki. Sebelum makan, Vio meminta Varo menjawab pertanyaannya dulu, untuk apa Varo nanya berapa hari lagi dia di sini. Dan kenapa Varo menyeretnya untuk makan tteokbokki bersama.
Varo tidak mau menjawab dan merebut sumpit di tangan Vio . Dia lapar dan mau makan dulu. Vio merebut balik sumpit dan nyuruh Varo untuk jawab baru dia kasih makan. Mereka saling rebut-rebutan sumpit. Varo kesal dan merebut sumpir dari tangan Vio dan menegaskan kalau Vio merebutnya lagi, lihat saja! Eh, si Vio malah merebut separuh sumpit Varo .
โBaiklah, aku akan jawab pertanyaanmu!โ ngalah Varo . โAku akan memberimu kesempatan.โ
โKesempatan apa?โ Tanya Vio .
โMemberimu kesempatan untuk merubah pikiranku agar bersedia pulang ke rumah. Bisa kau lakukan, Jika kau tidak bisa melakukannya, maka cepat selesaikan makan ini dan pulang ke rumah. Anggap makanan ini traktiran ku sebagai salam perpisahan.โ Ujar Varo acuh.
Dan Vio mengembalikan setengah sumpit di tangannya pada Varo . Mereka mulai makan tteokbokki bersama dengan bahagia.
Varo sendiri melihat telepon dari Alina , tapi dia memilih untuk mengabaikannya.
Alina ternyata melihat Varo dan Vio makan bersama. Hatinya langsung patah, hancur berkeping-keping melihat Varo tersenyum pada Vio . Dengan langkah lunglai, dia pergi dari sana.
Alina duduk di pinggir taman dan menangis sendirian.
Sementara itu, Devan juga sedang berjalan sendirian dengan wajah sedih. Dia ingat saat Alina menelponnya sambil menangis, tapi tangisan itu hilang saat Varo datang.
Devan akhirnya memilih untuk mengirim pesan line pada Davin , bertanya ada apa. Davin yang telah menunggu balasan dari Devan dari kemarin-kemarin, senang karena akhirnya Devan merespon. Tapi, dia membalas pesan Devan dengan kalimat :ย Kenapa tidak kau balas saja di kehidupan selanjutnya?
Devan : Aku takut di kehidupan selanjutnya kau tidak terlahir sebagai manusia.
Davin tertawa membaca pesan itu. Mereka saling mengirim pesan line. Dan saat sudah selesai, Davin baru teringat kalau Devan belum memberitahunya kemana dia pergi.
*Bersambung....
Jangan lupa **Vote, Like Dan comment yah!๐***
semoga kalian suka dengan cerita nya๐
See u guys muahhh๐๐