Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 15



Hai readers! Kita ketemu lagi nihhh😁😁


Selamat membaca! 😊😊


jangan lupa Vote ,Like Dan comment yahh!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Vio , dia merasa ketakutan dan berjalan dengan cepat.


Varo seperti tersadar, berbalik menuju tempat Vio . Dia sepertinya merasa bersalah telah meninggalkan Vio di tempat sepi seperti itu.


Vio kesal karena di tinggal dan bertekad akan membalas Varo nanti. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menelpon, tetapi baterai ponselnya malah habis. Vio jadi tambah panik. Sementara itu, ibunya menelpon Vio , tetapi tidak bisa tersambung.


Varo mencari Vio . Dia menoleh ke kiri dan kanan. Tetapi Vio tidak terlihat. Varo jadi ikutan panik juga.


Viona berlari seolah ada yang mengejarnya. Dan sebuah cahaya terang menyinarinya. Helm yang di pegangnya sampai terjatuh.


Varo kaget melihat yang ada di depannya, dan menekan rem dengan kuat. Tapi, itu karena tanda perbaikan jalan.


William bertanya pada Alice , apa Vio masih belum bisa di hubungi. Alice membenarkan, dan hal ini membuatnya sangat cemas. William langsung memanggil psisil , dan bertanya apa dia ada melihat Vio tadi.


“Oh, Nona Viona tadi meminta nomor Tuan Varo dari saya,” beritahu Sisil .


William langsung khawatir dan merasa ada yang tidak beres.


Varo tidak bisa menemukan Vio . Dia menelpon ke ponsel Vio , tetapi tidak tersambung. Dan yang menelponnya, malah Ayahnya .


--


William menenangkan Alice , dia akan pergi mencari Vio . Alice minta ikut, dia merasa khawatir pada anaknya. Dan tidak lama, Sisil berteriak karena Vio sudah pulang. Vio masuk dan langsung memeluk ibunya sambil menangis. Ibunya jelas heran dan bertanya apa yang terjadi.


Terdengar suara motor, dan Sisil langsung keluar. William tampak sangat amat marah. Dan benar, yang pulang adalah Varo .


“Err.. itu…” jawab Sisil dengan gugup Dan terhenti saat William berteriak.


“Varoo!!,” William keluar. “Kenapa kau melakukan hal jahat seperti ini?” dan plak!!! Dia menampar Varo .


“Kenapa kau menamparku?” Tanya Varo sambil memegang pipinya yang merah akibat tamparan sang ayah.


“Masih berani tanya?! Kau membawa Viona dan meninggalkannya di tempat sepi seperti itu. Jika sesuatu terjadi, apa yang akan kau lakukan?” bentak William.


Viona keluar bersama dengan ibunya . Varo sebenarnya lega melihat Vio yang pulang dengan selamat, tetapi bukannya mengungkapkan hal itu, dia malah balik marah pada Ayahnya yang membuat kehebohan padahal ‘putri’nya pulang dengan normal.


“Kau tidak menyesal?! Apa yang kau lakukan itu sangat jahat. Putra kejam!”


“Ya. Aku jahat! Aku kejam! Tampar saja aku! Tampar! Tampar! Dia tidak terluka sama sekali, tapi kau bertingkah seolah dia mati.” teriak Varo kepada ibunya Vio .


“Jika kau marah dan benci padaku, aku tidak akan menyalahkanmu jika kau melakukan sesuatu padaku. Atau jika kau ingin hidupku, akan ku berikan!” marah Alice . “Tapi, jika kau menyentuh anakku, menyakiti Vio , aku tidak akan membiarkannya!!!” bentak Alice .


“Lalu kau mau apa? Kau punya kemampuan apa? Lakukan yang ingin kau lakukan padaku. Lakukan!” tantang Varo .


Ayahnya langsung melarang Varo bersikap kelewatan. Dan karena situasi yang kacau, Alice tiba-tiba saja pingsan. Semua panik. Vio menangis dan William langsung membawa Alice ke rumah sakit.


“Hanya pingsan. Kenapa sangat terkejut?” ujar Varo , menghalangi Vio yang hendak pergi.


Plak!!! Vio menampar Varo .(isshhh… si Varo ini harus di tampar berapa kali sih biar bisa sadar!) “Hanya pingsan?! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?! Aku sudah bilang padamu kalau ibuku sakit keras. Kau tidak pernah percaya. Jika sesuatu terjadi pada ibuku, aku akan melihatmu dengan dendam seumur hidupku!” tegas Viona .


Varo terkejut. Sepertinya, dia mulai menyadari situasi.


--


Hayoo pasti penasaran Kan apa yang terjadi sama ibunya Viona😁


tunggu kelanjutan nya yah!!!