ARFA

ARFA
Part 8 (Membahas Perjodohan)



Setelah sampai di rumah Kakek Nenek, Syafa pun pamit pergi kekamar untuk mandi dan setelah itu ia menemui Kakek Nenek dan juga orang tua nya untuk sarapan bersama sama.


Begitu pun dengan Arya setelah sampai rumah Arya mandi dan sarapan bersama Kakek Nenek, kedua orang tuanya dan Arga.


****************


Dirumah Kakek Nenek Arya


Setelah selesai sarapan, mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk mengobrol.


"Bu, Pak, kapan kita menjenguk orang tua sahabat ku" tanya Mama Arya.


"Sekitaran pukul 9 nanti kita jenguk mereka Nak" ucap Nenek.


Setelah lama berbincang bincang akhirnya tak terasa sudah pukul 9 dan waktunya pergi ke rumah sahabat Kakek dan Nenek.


Di Perjalanan


'Kok tempat ini tempat tadi aku pisah dengan Syafa, apa mungkin yang dimaksud Nenek Kakek itu Nenek Kakek Syafa' batin Arya.


Karena jarak dari rumah Kakek Nenek Arya dan Kakek Nenek Syafa tidak begitu jauh, hanya beda blok saja jadi mereka cepat sampai nya dirumah tersebut.


****************


Dirumah Kakek Nenek Syafa


"Assalamualaikum" ucap mereka keluarga Arya yang tak lain Kakek Nenek, Arya, Arga, serta orang tua mereka berdua.


"Wa'alaikumussalam wr wb" ucap orang yang berada didalam rumah.


"Syafa tolong bukain pintu siapa yang datang" ucap mama Syafa.


"Baiklah ma" ucap Syafa sambil berjalan kearah pintu depan.


Ceklek pintu pun dibuka dan Syafa terkejut siapa yang datang, begitu pula dengan Arya yang juga terkejut melihat Syafa.


"Silahkan masuk semuanya" ucap Syafa tersenyum ramah.


"Terima kasih Cu, Makasih nak" ucap Kakek Nenek dan kedua orang tua Arya.


Saat ini tinggal lah Arya, Arga, dan juga Syafa yang masih berada di depan pintu.


"Loh jadi ini bener rumah Kakek Nenek kamu??" tanya Arya.


"Iya bener, yaudah sini masuk gak enak sama yang lain" ucap Syafa.


"Kakak cantik makan apa, kok bisa pipinya tembem kek bakpo pengen cubit" ucap Arga sambil berjalan.


"Jangan macem macem lu bocah ingusan, gak ada yang boleh pegang pegang dia" ucap Arya disamping Syafa.


"Dih apa an sih emang situ siapa" ucap Syafa.


"Pokonya gak boleh" ucap Arya kekeh.


"Yey paan si Bang sewot amat, lagi PMS ya" ledek Arga.


"Udah udah ayok masuk dulu, gak enak tuh ditungguin sama yang lain" lerai Syafa. Lalu mereka bertiga pun masuk kedalam menuju ruang tamu.


****************


Diruang tamu


"Gak nyangka lo Dew ternyata kamu" ucap Sara Mama Syafa memulai percakapan.


"Aku juga gak nyangka lo Sar kita bisa ketemu lagi" ucap Dewi Mama 2A.


"Ohhh jadi ini yang namanya Arya dan Arga udah gede ya, dulu sering main sama Syafa, tapi karena SMP Syafa pindah jadi kalian lupa deh" ucap Sara Mama Syafa.


"Loh Ma jadi aku dulu sahabat an sama Arya??" tanya Syafa sambil melihat kearah Mamanya lalu melihat ke arah Arya.


"Iya nak bener banget, bahkan kalian kemana mana selalu berdua, kalo beli apa apa pasti sama sama terus, udah kayak perangko" ucap Dewi Mama Arya terkekeh mengingat dulu.


Arya dan Syafa pun terbengong dan menatap satu sama lain dan tak lama kemudian mereka memutus pandangan mereka.


"Kok Bang Arya terus si tan sama kak Syafa, kalo Arga apa Tan??" tanya Arga penasaran.


"Kalo Arga dulu cengeng, suka ngompol, cerewet juga" ucap Sara Mama Syafa.


"Ish tante bikin malu aja, Arga gak pernah ngompol tau" ucap Arga malu malu.


"Siapa bilang justru kamu ngompol an tau" ucap Dewi Mama 2A.


"Udah udah kalian ini kalau udah ketemu sampe ngelupain yang ada disini" ucap Raden Papa Syafa.


"Itulah mereka gak pernah berubah Den, dari dulu kayak gitu terus, kalau udah ketemu gak inget sama yang ada disini" ucap Aditya menimpali.


"Iya iya deh hehe maaf lupa sangking udah lama nya enggak ketemu yakan Dew" ucap Sara Mama Syafa.


"Iya bener banget tu, bdw kamu tinggal dimana sekarang Sar??" tanya Dewi Mama 2A.


"Aku tinggal di perumnas no xxx dijalan xxxxx" ucap Sara Mama Syafa.


"Kamu sendiri disebelah mana nya??" tanya balik Mama Syafa.


"Aku di perumnas no xxx dijalan xxxx" ucap Mama 2A.


"Berarti kita cuman beda blok doang ya, kapan kapan jangan lupa main main kerumah ajak Arya dan Arga" ucap Sara Mama Syafa.


"Pasti lah kalo itu, bdw minta nomor kamu, soalnya aku ganti nomor" ucap Mama 2A.


"Yaudah nih" ucap Sara Mama Syafa sambil menyerahkan ponsel nya.


Sedangkan para Kakek dan Nenek mereka sedang berada dikamar Kakek Nenek Syafa untuk menjenguk Kakek Syafa yang sedang sakit sekaligus mengobrol dan bercanda.


Sedangkan para orang tua dan anak anak mereka berada di ruang tamu, bdw dimeja udah disiapin makanan dan minuman cuman autor lupa tulis hehe.


"Ma, Pa, Om, Tante, Arya sama Syafa izin ke taman belakang dulu ya" ucap Arya kepada orang tua mereka berdua.


"Yey mau pacaran lah tu, aku ikut bang" ucap Arga.


"Gak boleh kamu disitu aja gak usah ganggu, makanya jangan jomblo" ledek Arya.


"Iya udah sana hati hati" ucap Mama Syafa.


"Ayok Syafa" ucap Arya menarik tangan Syafa.


"Ehh iya iya" ucap Syafa.


"Widih udah main gandeng aja nih Bang" ledek Arga sambil teriak, Arya yang mendengarnya tak memperdulikan.


Mereka berdua pun pergi ke taman belakang untuk berbincang bincang singkat, sambil lebih mengenal satu sama lain.


"Ternyata kita dulu sahabat an ya??" tanya Arya setelah duduk di bangku taman belakang.


"Eh iya juga ya, aku aja lupa punya sahabat cowok" ucap Syafa.


"Yey gimana mau inget itu kan udah lama juga" ucap Arya sambil mencubit pipi tembem Syafa.


"ARYA, Kebiasaan deh selalu cubit pipi aku" ucap Syafa sebal.


"Yey biarin wlek mau apa" ucap Arya menjulurkan lidahnya dan berlari.


"Awas ya kamu aku tangkap liat aja" ucap Syafa mengejar Arya.


"Yey mana bisa lari huu" ucap Arya masih mengejek Syafa sambil berlari larian.


Akhirnya mereka berdua pun kejar kejaran di taman belakang itu, karena taman belakang luas jadi bebas buat lari lari an.


"Ehem ehem" deheman Arga membuat mereka berdua pun menghentikan kejar kejaran dan melihat ke arah Arga.


"Ada apa sih bocah ingusan ganggu aja" ucap Arya sambil melotot kearah Arga.


"Yey biasa aja kalik jangan melotot juga, tuh di panggil Mama Papa" ucap Arga.


"Hemm bilang bentar lagi" teriak Arya.


Setelah itu Arga pun pergi ke ruang tamu lagi setelah memanggil Abangnya dan Kak Syafa.


"Ohh ya besok pas acara perpisahan aku jemput ya" ucap Arya.


"Emmm boleh boleh hehe kalo gak ngerepotin sih" ucap Syafa sambil berjalan dan mengobrol mereka berdua tertawa bersama, tak lama kemudian mereka sampai ke ruang tamu.


"Ada apa Ma, Paa manggil kami??" tanya Arya.


"Duduk dulu sini jangan berdiri disitu" ucap Mama 2A, akhirnya mereka berdua duduk di tempat semula.


"Jadi gini, Mama, Papa, Om Raden, Tante Sara, Kakek Nenek kamu dan Syafa kami semua udah ngerencanain buat jodohin kalian berdua" ucap Mama 2A.


"APA, dijodohin " bukan Arya atau pun Syafa yang kaget melainkan Arga.


"Bocah ingusan bisa diem enggak, kenapa jadi lu yang kaget" ucap Arya menggelengkan kepalanya.


"Hehe mewakili Abang sama Kak Syafa gak papa kali" ucap Arga cengengesan.


"Arya si mau aja gimana Syafa nya" ucap Arya melirik kearah Syafa, yang dilirik malah menunduk malu.


"Gimana Nak Syafa kamu mau??" tanya Mama 2A sambil melihat kearah Syafa menunggu jawaban.


"Emmm Syafa ikut keputusan semuanya gimana baik nya" ucap Syafa.


"Alhamdulillah" ucap mereka serempak, mereka semua senang dengan jawaban Syafa begitu pula dengan Arya yang tersenyum tipis.


"Mulai sekarang Syafa atau pun Arya Panggil kami Mama dan Papa oke" ucap Mama Syafa.


"Oke Ma" ucap mereka bertiga serempak yang tak lain Arya, Arga, Syafa.


Tak lama kemudian Kakek Nenek mereka menghampiri mereka semua diruang tamu, dan giliran kedua orang tua 2A Arya dan juga Arga menjenguk Kakek Syafa didalam.


Setelah selesai menjenguk, keluarga Arya pun pamit untuk pulang, karena hari sudah siang.