
Tak lama Azil sadar, siapa sebenarnya yang mengelus kepalanya. Ia lalu menoleh ke arah Ella. Betapa terkejutnya ia melihat Ella yang tersenyum kecil kearahnya dengan wajah yang masih lesu.
Azil sebenarnya tadi sedikit syok karena masih pagi pagi sekali tiba tiba ada tangan hangat yang mengelus kepalanya, dan saat ia lihat ternyata seseorang yang selalu ia tunggu untuk kembali membuka mata.
"Syukurlah kalau sudah sadar, aku panggil dokter dulu" ucap Azil lalu memencet bel.
Tak lama dokter dan suster masuk ke dalam ruangan Ella, dokter pun tersenyum ke arah Azil.
"Bagaimana dok keadaan pasien?" tanya Azil.
"Syukurlah pasien sudah sadar, ini semua berkat kehendak yang diatas" ucap Dokter.
"Baik terima kasih banyak dok" ucap Azil.
Dokter pun meninggalkan ruangan Ella, di susul oleh suster yang mengecek data data lalu ikut meninggalkan ruangan Ella.
"Aku seneng banget tau kamu bisa sadar" ucap Azil mengelus kepala Ella.
"Aku juga kayak gak tenang selama aku belum sadar, dari atas ada seseorang yang selalu mengajak aku ngobrol dan menyuruhku membuka mata" ucap Ella.
"E-eh iyaa, kasian Putra kalau terus memikirkan sepupu kesayangannya yang belum sadar, dan Putri merasa bersalah banget sama kamu" jelas Azil.
"Boleh telfon Putri dan bang Putra supaya ke sini? Arya dan juga Syafa juga sekalian ya" ucap Ella yang diangguki oleh Azil.
Azil mengeluarkan ponselnya, lalu mencari nomer Putra, lalu ia memencet telfon.
📞 ".........."
📞 "Ella sudah sadar, buruan ke sini."
📞 "........................"
📞 "Ooo iya minta nomer Putri, soalnya Ella yang meminta untuk menelfon Putri."
📞 "................"
Tut
Setelah menghubungi Putra, selanjutnya ia mencari nomer Putri, nomor yang satu ini sangat susah di cari, untung saja tadi ia sempat meminta kepada Putra.
📞 "Put,.ini Azil" ucapnya.
📞 "................"
📞 "Ella sudah siuman, kamu segera ke sini ya, Ella mau bertemu dengan kamu" ucap Azil.
📞 ".............................."
Tut
Selanjutnya tinggal menghubungi Arya Syafa, Azil berpikir untuk menghubungi Arya saja, karena kalau menghubungi Syafa takutnya malah panjang nanti.
📞 "............."
📞 "Ella sudah siuman, katanya dia pengen ketemu Syafa, gw tunggu di sini bro."
📞 "..............."
Tut
"Gimana udah?" tanya Ella yang dari tadi menyimak percakapan itu.
"Sudah kok" ucap Azil yang kembali duduk.
"Mau makan apa?" tanya Azil lagi.
"Pengen seblak" ucap Ella.
"Permintaan yang belum bisa di turutin ini" ucap Azil geleng geleng.
"Tapi aku pengen seblak" ucap Ella kekeh.
"Heyyy dengerin aku, kamu masih baru siuman, masak pengen seblak? Tunggu udah sembuh dulu ya?" ucap Azil dengan lembut sambil mengelus kepala Ella.
"I-iya deh" ucap Ella. Sebenarnya Ella sedih di campur salting soalnya Azil tiba tiba perhatian banget dengan dirinya. Ella berpikir kalau Azil suka dengannya, tapi ia membuang jauh jauh pikiran itu.
"Iyaaa deh" ucap Ella menyetujui.
Saat Ella hendak mengambil mangkuk bubur, Azil terlebih dahulu mengambil mangkuk bubur itu.
"Biar aku yang suapin" ucap Azil.
"Gak usah, aku makan sendiri aja" ucap Ella.
"Shtttt, gak ada penolakan" ucap Azil lalu menyendok satu bubur dan diarahkan ke mulut Ella.
Ella yang awalnya ragu tapi tetap membuka mulut, saat makan di tambah di tatap Azil rasanya dirinya ingin terbang ke angkasa.
"Apaan sih natap aku gitu banget" ucap Ella.
"Salting yaa di tatap cowok ganteng" ucap Azil kepedean.
"Dih pede banget, ganteng an juga tembok" ucap Ella sambil terkekeh.
"Cantik" ucap Azil yang membuat Ella berhenti ketawa dan menunduk. "Kalau salting bilang aja, tu pipinya merah" goda Azil lagi.
"Azilll udah deh" ucap Ella.
"Hehehe iya iya, yaudah ini makan dulu" ucap Azil yang dengan telaten menyuapi Ella.
"EHEM" deheman dari seseorang membuat mereka berdua menoleh ke arah sana.
"Masuk bang" ucap Ella. Lalu Putra menghampiri Ella dan memeluknya, Azil sempat sedikit masam tapi ia merubah kembali ekspresinya.
"Syukurlah dek kamu udah siuman, abang khawatir sama kamu" ucap Putra.
"Ia bang, ini semua juga karena Ella di sana ketemu Azil, Azil yang mengajak Ella untuk bisa sampai sadar kembali" ucap Ella.
"Baiklah" ucap Putra mengambil satu kursi lalu duduk di samping Ella.
Tak lama ada suara ketukan dari luar, ternyata itu Putri, Syafa juga Arya yang baru saja sampai di kamar rawat Ella.
Putri menghampiri Ella dan memeluknya dengan erat sambil berkata "Ella, syukurlah kamu sudah siuman, maafin aku ya, karena aku kamu jadi seperti ini" ucap Putri sambil menangis.
"Ssstt, ngomong apa sih kamu, gak usah berpikir seperti itu, bukan salah kamu kok, ini memang sudah jalannya seperti ini, tidak ada yang perlu di salahkan" ucap Ella mengelus punggung Putri.
"Terima kasih yaa" ucap Putri yang di tenangkan juga oleh Putra.
"Udah udah, gak usah sedih lagi dong" ucap Ella.
"Hayyy, apa kabar?" tanya Syafa.
"Kabar baik dong, gimana apa aku akan segera menjadi aunty?" tanya Ella.
"Hehe doakan saja" ucap Arya menyenggol bahu Syafa.
"Hahahaha baiklah, kalian berdua segera menyusul saja oke" ucap Ella kepada P2.
Azil dari tadi hanya diam mendengarkan percakapan mereka. Ella menyadari kalau Azil diam saja.
"Gw mau keluar sebentar" ucap Azil lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Di kursi depan ruangan ia saat ini berada, ia duduk sambil menyenderkan kepalanya ke dinding dingin itu.
"Syukurlah Ella sudah siuman, mungkin perlahan lahan aku akan berusaha supaya Ella bisa suka dengan ku, apakah mungkin terjadi?" tanyanya pada diri sendiri.
"Mungkin, apa yang tidak mungkin selagi kita berusaha" ucap seseorang yang baru saja keluar dari ruangan Ella.
"Putra" ucap Azil sedikit terkejut. Putra duduk di bangku samping Azil.
"Bro, sebelumnya gw terima kasih banyak sudah mau menemani Ella sampai ia siuman, sudah menjadi semangat Ella untuk kembali membuka mata, gw harap lu bisa jagain dia terus, gw percayakan ini sama lu bro" ucap Putra menepuk pundak Azil.
"Gw pasti akan jagain Ella terus bro, gw gak akan pernah sekali pun untuk membuat dia sedih sekalipun, terima kasih bro sudah mempercayakan ini kepada gw" ucap Azil.
"Yaudah ayo masuk, kenapa di luar?" tanya Putra.
"Gw sedikit sungkan aja, gw kan orang baru di pertemanan kalian semua" ucap Azil.
"Gak usah mikir kayak gitu, tadi mereka juga yang nyuruh gw buat manggil lu supaya ke dalam lagi" ucap Putra lalu masuk ke dalam di susul Azil di belakangnya.