
Hari ini adalah hari Minggu, dan hari ini keluarga Syafa juga keluarga Arya tak lupa Putra dan Putri berkumpul disebelah cafe milik Bagus, selain jadi anak buah kedua keluarga itu, Bagus adalah pemilik cafe ternama dikota tersebut.
"Baik sebelumnya terima kasih untuk semuanya telah hadir disini, suatu kehormatan bagi kami dengan kehadiran semuanya" ucap Bagus.
"Iya sama sama" ucap Syafa dan Putri.
"Sebelumnya aku mau minta maaf untuk semuanya, terlebih untuk Syafa dan Arya, maafin aku kalau ingin berniat merusak hubungan kalian, jujur aku terpaksa ngelakuin itu, karena kedua orang tuaku udah gak ada, jadi alasan ku mendekati Arya lagi ingin mengambil hartanya. Tapi, disini didepan semuanya, aku janji bakalan berubah lebih baik, dan terima kasih telah memberikan kesempatan untuk aku, aku benar benar menyesali perbuatanku. Aku berharap Syafa, Putri, Arya juga Putra kalian mau berteman dengan aku" ucap Meme sambil menunduk.
"Sebelumnya turut berdukacita atas kepergian kedua orang tuanya, Mama mewakili semuanya disini sebenarnya kecewa, tapi kami juga tidak boleh egois, kamu juga sudah mengakui kesalahan, dan kamu bakal berubah, kami harap itu tidak hanya berbicara dimulut saja, dan anggap saja kami keluarga kamu, dan mulai sekarang kamu boleh memanggil kamu Mama dan Papa juga seperti Arya, Syafa, Putra dan Putri" ucap Mama Arya.
"Iyaaa kamu kalau mau panggil kami Mama dan Papa silahkan, kami dengan senang hati menerimanya" ucap Mama Syafa sambil memeluk Meme.
"Terima kasih Mama" ucap Meme menangis, lalu air matanya dilap oleh Syafa.
"Kamu dengan senang hati menerima kamu sebagai sahabat kami" ucap Syafa.
"Sini sini pelukan" ajak Putri.
"Ikutan dong" ucap Arya.
"Gak usah, kalian berdua gak diajak" ucap Syafa sinis.
"Terima kasih semuanya, disini aku seperti memiliki keluarga lagi" ucap Meme. Setelah itu kami semuanya pun makan bersama sama dengan bercengkrama banyak hal dan juga bercanda ria.
****************
Tak terisa sudah seminggu dan hari dimana yang ditunggu tunggu, yaitu pernikahan Syafa dan Arya.
Sesuai keinginan Kakek dan Neneknya, pernikahan mereka berada dirumah Kakek dan Nenek Syafa.
Dikamar Arya
"Hey brother, udah hafal belom, jangan sampai salah sebut nanti" ucap Putra.
"aiya iya, tapi gw deg deg an banget nih" ucap
Arya sambil memegangi detak jantungnya.
"Hahah dimana brother gw yang dingin dan cuek, sekarang yang ada hanya deg deg an" ucap Putra tekekeh.
"Lo gak ngerasain si di posisi gw, liat aja ntar kalau lo dah nikah sama Putri bakal ngerasain apa yang gw rasain" sewot Arya.
"Iya iya bro, santay aja kalik gak usah sewot gitu" ucap Putra.
"alagian Lo bukannya nyemangatin malah buat gw kesel" ucap Arya.
"Iya iya sorry, kan gw pengen ngehibur Lo bro" ucap Putra.
"Hem" ucap Arya mengalah jika dia terus berdebat gak akan ada habisnya.
Ceklek
"Abang" teriak Arga.
"Sialan lo Curut, berisik tau" omel Arya.
"Yaelah ngoceh mulu kayak emak emak arisan" sewot Arga.
"Lo juga dek, berisik banget sih" ucap Putra.
"Hehe maap bang" Ucap Arga Cengengesan.
"Yaudah ayok bang, di panggil Mama Papa tu, semuanya udah siap tinggal nunggu Abang" ucap Arga.
"Iya ayok" ucap Arya menuruni anak tangga bersama Arga dan Putra.
"Cucu Nenek ganteng banget" puji Nenek tersenyum.
"Makasih Nek" ucap Arya tersenyum.
"Kakek jadi inget waktu kakek masih muda gagah kayak kamu" bangga Kakek.
"Hahaha masak si Kek" ucap Arga.
"Dasar anak nakal, gak percayaan amat" ucap Kakek bercanda.
"Yaudah yaudah ayok kita berangkat" ucap Mama.
Mereka pun membawa 2 mobil, mobil 1 ada Mama, Papa,Kakek dan Nenek, mobil 2 Arya, Arga, dan Putra.
****************
Tak lama mobil pun sampai dirumah Kakek Nenek Syafa yang sudah dihiasi, serta tamu tamu undangan terdekat, serta kerabat dan kepercayaan masing masing kedua keluarga.
Keluarga Besar Arya pun sambut hangat oleh keluarga Syafa, kecuali Syafa, ia masih berada didalam kamar.
Arya pun duduk didepan Pak penghulu, disana ada Papa nya dan juga Papa Syafa.
"Baiklah kita mulai" ucap Pak penghulu.
"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Arya Wijaya Kusuma bin Raden Kusuma saya nikahkan engkau dengan Putri saya yang bernama Ananda Syafa Wibawa binti Aditya Wibawa dengan seperangkat alat sholat dan 5 Apartemen, 3 buah Mobil, 5 Cafe, 1 buah rumah di bayar tunai" ucap Papa Syafa.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Syafa Wibawa binti Aditya Wibawa dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Arya dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi" tanya Pak penghulu.
"SAH" ucap semua yang ada disitu.
"Alhamdulillah" ucap Pak penghulu.
"Ma, Panggil Syafa kesini" ucap Papa Syafa.
"Iya Pa sebentar" ucap Mama.
"Jeng, aku boleh ikut??" tanya Mama Arya.
"Boleh dong jeng, ayok" ajak Mama Syafa.
Mama Syafa dan Arya menaiki anak tangga menuju kamar Syafa untuk mengajaknya turun kebawah.
Tok tok tok
Ceklek
"Silahkan masuk nyonya" ucap orang yang merias Syafa.
"Siapa Mbak??" tanya Syafa.
"Ini Mama sayang" ucap Mama Syafa.
"Ayok sayang, udah selesai ijab qobul nya, tinggal nungguin kamu turun" ucap Mama Arya.
"Eh iya Ma ayok" ucap Syafa.
Tangan Syafa digandeng oleh Mamanya, disebelah kanan Mamanya, disebelah kiri Mama Arya.
****************
Tak tak tak
"Ehem bro, santay aja kalik, awas air liur lo jatuh tuh" canda Putra.
Sangking terpesonanya dengan Syafa, Arya tak menyadari jika Syafa sudah berada didekatnya.
"Kak, jangan ngelihat in kayak gitu, aku kan jadi malu" bisik Syafa. Mendengar suara Syafa, Arya pun tersadar dari lamunannya.
"Hehe iya iya, lagian kamu cantik banget sampe pangkling kakak" kekeh Arya kecil.
"EHEM, mau terus bisik bisik atau masangin cincin??" tanya Papa Arya.
Arya memasangkan cincin ke jari manis Syafa, begitu pun sebaliknya, lalu Syafa mencium tangan Arya dan Arya mencium kening Syafa, tak lupa Arya memberi doa sebelum mencium kening sang istri.
"Selamat ya buat kalian berdua sudah sah menjadi suami istri, jalani lah rumah tangga dengan sakinah mawadah warahmah" ucap Pak penghulu.
"Aamiin, terimakasih Pak" ucap Syafa dan Arya berbarengan.
"Selamat ya cucu cucuku, Nenek dan Kakek sangat bahagia sekali, akhirnya kalian bisa menjadi suami istri, Kakek dan Nenek berpesan jika kalau disituasi yang terjadi masalah, selesaikan dahulu secara baik baik, jangan menggunakan emosi, karena itu nanti bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah" ucap Kakek dan Nenek Syafa.
"Iyaa Kakek, Nenek, kami berdua pasti akan mendengarkan nasehat dari Kakek dan juga Nenek, Kakek dan Nenek sehat selalu yaa, supaya nanti suatu saat Kakek dan Nenek bisa melihat cicit cicitnya" ucap Arya.
"Kakek dan Nenek kan masih muda, pasti Kakek dan Nenek sehat terus, Kakek dan Nenek juga tidak sabar melihat cicit cicitku kelak" ucap Kakek Arya.
"Nenek juga berharap kalian selalu diberikan kesehatan, kerukunan, dan kalian bisa bersama sampai tua nanti" ucap Nenek Arya.
"Terima kasih banyak Nenek dan Kakek doa doanya serta nasehatnya untuk Syafa dan juga Arya, Insyaallah semoga kami juga diberikan kesehatan sampai tua nanti" ucap Syafa.
Kini giliran para orang tua dari kedua mempelai untuk mengucapkan selamat kepada anaknya.
"Sayang selamat yaa, jadilah istri yang baik untuk suami, dan jadilah menantu yang baik, kalau ada masalah diselesaikan dengan kepala dingin, jangan pakai emosi. Arya juga, jadilah kepala keluarga yang bisa membimbing istri dan anak anakmu kelak, Mama dan Papa selalu mendoakan kalian berdua" ucap Mama Syafa.
"Aamiin, pasti Ma, Syafa akan selalu ingat nasehat Mama" ucap Syafa memeluk Mamanya.
"Iyaa Ma, Arya janji untuk selalu membimbing Syafa dan menjadi kepala keluarga yang baik" ucap Arya sambil menyalimi tangan Mama Syafa.
"Pesan Papa jangan sakiti Putri kesayangan kami, kalau kamu buat dia nangis atau lecet sedikit pun Papa sendiri yang akan turun tangan buat kasih pelajaran ke kamu" ucap Papa.
"Iyaa Pa, Arya bakalan jagain Syafa sekuat Arya, dan Arya akan berusaha sebisa Arya untuk selalu membuat Putri Papa bahagia selalu" ucap Arya memeluk Papa Syafa.
Setelah itu Mama dan Papa Syafa meninggalkan mereka berdua, kini giliran Mama dan Papa Arya yang menghampiri mereka.
"Selamat yaa sayang sudah resmi menjadi anak Mama dan Papa, Mama sangat bahagia sekali. Jadilah istri yang sholelah, patuh dengan suami, dan semoga lekas diberikan cucu untuk Mama dan Papa" ucap Mama sambil bercanda.
"Aamiin, Syafa juga bahagia sekali punya Mama seperti Mama Dewi" ucap Syafa.
"Mama ini ada ada saja, nanti dulu kalau cucu, Syafa dan Arya baru aja mau masuk kuliah" ucap Arya.
"Sensi amat sih Bang, Mama kan bercanda" ucap Mama.
"Selamat ya untuk kalian berdua, Arya kamu sekarang punya tanggung jawab besar, jadilah pemimpin yang baik untuk istri dan anak anakmu kelak, jangan ngecewain Mama dan Papa" ucap Papa.
"Iya Pa, terima kasih banyak" ucap mereka berduaan bersamaan.
Setelah itu mereka pun duduk di pelaminan, dan para tamu undangan satu persatu menaiki pelaminan dan mengucapkan selamat buat mereka berdua. Dan sekarang giliran Putra ,Putri, Arga, juga ada Meme dan Bagus disana yang berada dibelakang mereka.
"Aaaa selamat Beby, Samawa, intinya doaku terbaik, sampai maut memisahkan" ucap Putri memeluk Syafa.
"Aamiin ya Allah, makasih Beby" ucap Syafa menangis terharu begitu pun Putri
"Udah ya gak usah nangis oke, kita gak akan pisah kok" ucap Syafa tersenyum dan menghapus air mata Putri.
"Iya Beby, hehe enggak nangis kok cuman terharu aja" ucap Putri.
Mereka pun terkekeh bersama sama, begitulah mereka selalu saja kompak.
"Selamat ya bro, haha gercep bener" canda
Putra.
"Thanks bro, buruan nyusul keburu diambil orang" ucap Arya.
"Santay, nanti gw nyusul kok yakan Beb"
tanya Putra ke Putri.
"Apanya yang iya??" tanya Putri, sedangkan Putra menepuk jidatnya, jangan tanya Arya dia ketawa terbahak bahak.
"Hus sana Abang Putra, gw mau ngucapin selamat juga ke kakak ipar" ucap Arga.
"Abang sama adek sama aja huuu" ledek
Putra.
"Namanya juga dari bibit yang sama" ucap Arga.
Mereka berempat pun tertawa terbahak bahak dengan ucapan Arga, sedangkan Arga hanya heran menatap abang dan kakak kakaknya.
"Eh lo bang selamat ya, udah gak jomblo, nah kakak ipar Abang Arya kalau tidur suka ngorok keras banget, jadi siap siap ya kakak dibuat gak bisa tidur" ledek Arga.
"Heh bocah ingusan jangan ngadi ngadi Lo, gw seleding nyahok lo" canda Arya.
"Yey bukan ngadi ngadi ya tapi kenyataannya, kalau kakak ipar gak percaya liat aja nanti malam" ucap Arga langsung ngibrit sebelum Abang nya ngamuk.
"Dasar bocah sialan" ucap Arya.
"Udah udah biarin aja, emang bener kah kak yang dikatakan Arga??" tanya Syafa.
"Yey sayang bocah ingusan kok di dengerin" ucap Arya.
"Hem iya deh iya, gimana pun dia adek kamu kak,pasti kalau ketemu berantem mulu, tapi kalau jauh rindu" ucap Syafa.
"Iya si bener kata kamu yang,tu anak ngeselin kayak gitu tapi bikin rindu juga" Ucap Arya
"Hem iya deh iya, gimana pun dia adek kamu kak, pasti kalau ketemu berantem mulu, tapi kalau jauh rindu" ucap Syafa.
"Iya si bener kata kamu yang, tu anak ngeselin kayak gitu tapi bikin rindu juga" ucap Arya.
"Tuh kan bener, seru lah, apalah dayaku yang anak tunggal" ucap Syafa.
"Kan sekarang udah ada aku yang, jadi gak sendirian lagi" ucap Arya.
"Iya si kak benar hehe" ucap Syafa "kak, emm kapan kapan kesini lagi yuk, sekalian liburan" ucap Syafa.
"Oke boleh boleh" ucap Arya.
Kini giliran Meme dan Bagus yang mengucapkan selamat kepada kedua memperbaiki.
"Selama ya Ya, dan Syafa, semoga kalian selalu bahagia" ucap Meme.
"Terima kasih yaa Me" ucap mereka berdua.
"Selamat Tuan muda dan Nona muda, semoga selalu bahagia disusah maupun senang" ucap Pak Bagus.
"Terima kasih Pak" ucap mereka berdua.
Di pernikahan Syafa dan Arya selain orang tua, sahabat, dan orang orang yang dipercaya oleh kedua keluarga, Kakek dan Nenek sangat bahagia karena selain acara tersebut berada di rumah mereka, ditambah memang itu yang dari dulu mereka rencanakan, dan akhirnya terlaksana.