ARFA

ARFA
Part 26 (Suprise + kado spesial)



Saat ini Putri sedang duduk ditaman kampus, ia masih menangis dengan sangat deras, mengingat kejadian dimana Putra yang seakan akan tidak mengenalinya, dan secara cepat juga sikapnya berubah drastis yang tidak seperti biasanya.


"Aku salah apa Put, sumpah aku gak habis pikir kalau kamu bisa kayak gini, aku sampai sampai gak ngenalin mana Putra yang dulu, mana Put" ucap Putri sambil teriak.


Syafa yang mendengar ada yang teriak dari arah taman kampus, langsung menghampiri suara tersebut, karena suara itu suara yang sedang ia cari.


Benar saja, disana ada Putri yang sedang duduk di bangku taman kampus, ia sedang menangis sejadi jadinya.


"Put" panggil Syafa pelan.


"Sya, aku gak kuat, aku gak tahan lagi dengan semua ini, aku capek Sya,. Putra jahat banget sama aku, aku benci dia" ucap Putri menggebu gebu.


"Sudah sudah, jangan ditangisin terus orang kayak dia, kasian air mata kamu itu netes terus" ucap Syafa lalu mengelap air mata Putri dengan tangannya.


Bel pun berbunyi tanda waktunya masuk, kini Syafa dan Putri kembali masuk kedalam kelas, ternyata disana sudah ada Arya, Putra, juga Mixel. Putri tidak menoleh sama sekali kearah mereka, karena Putri ingin berusaha melupakan Putra walaupun itu cukup sulit baginya.


Setelah lama berkutat dengan pelajaran yang sangat sangat membuat pusing, akhirnya bel pulang pun berbunyi, semuanya bersiap siap untuk pulang kerumahnya masing-masing.


"Ayok Put pulang, ouh iya bdw nanti malam kamu dandan yang cantik dan rapi ya, aku mau ajak kamu jalan jalan, tapi pakai gaun yaa" ucap Syafa.


"Kenapa harus pakai gaun segala??? kan bisa pakai pakaian kayak biasa" ucap Putri.


"Pokoknya nanti malam dandan yang cantik, pakai gaun juga, nanti biar supir aku yang jemput kamu kerumah" ucap Syafa.


"Hem, iya udah kalau gitu" ucap Putri. Lalu mereka berdua pulang kerumahnya masing-masing, Putri bersama supirnya dan Syafa bersama Arya.


Sebelum pulang tadi Putri sempat melihat kalau Putra membukakan pintu mobil untuk Mixel, Putri ingat yang dimana dulu ialah yang pernah diperlakukan seperti itu, ia sempat mengeluarkan air matanya sebentar sebelum memasuki mobilnya.


Di perjalanan ia berhenti di supermarket untuk membeli beberapa cemilan, karena stok cemilan dirumahnya sudah menipis.


Saat memilih milih cemilan, Putri melihat kearah suara yang seperti ia tak asing dengan suara tersebut, akhirnya ia menoleh ke sumber suara, ternyata disana ada Mixel juga Putra yang sedang tertawa karena sedang bercanda.


"Dimana mana ada mereka, huh kuat Put kuat" ucap Putri menyemangati dirinya lalu pergi meninggalkan supermarket itu.


Sesampainya dirumah ia langsung bersih bersih, ia menonton kartun kesukaan untuk melupakan sejenak masalah hari ini dan hari hari kemarin.


Malam harinya pun tiba, ia memilih gaun yang pas untuk dipakainya, setelah itu ia mengoleskan sedikit make up kearea wajahnya, lalu ia turun kebawah.


Tak lama mobil yang menjemputnya pun datang, ia menghampiri mobil tersebut, sebelum masuk kedalam ia dibukakan pintu oleh sang supir, lalu setelah masuk kedalam sang supir menjalankan mobilnya yang Putri tak tau kemana arah itu.


Ternyata mereka berhenti di suatu cafe yang sangat besar, disana sangat sepi seperti tidak ada orang, lalu Putri memasuki cafe tersebut, tak lama lampu mati.


Ia menyalahkan senter yang ada di ponselnya, tiba tiba ada cahaya dari depan, yang ternyata disana ada sebuah video dimana masa masa ia dan Putra menjalani hari harinya diiringi lagu yang sangat romantis.


Dammmnnn lampu pun menyala, kini didepannya sudah ada Putra, Syafa, Arya, Arya, Keyla, Mixel, Bagus dan Meme. Putra membawakan kue ulang tahun, karena haru ini Putri ulang tahun, ia sendiri lupa kalau sedang berulang tahun karena begitu banyak masalah yang ia hadapi.


"Happy Birthday To You"


"Happy Birthday To You"


"Happy Birthday, Happy Birthday"


"Happy Birthday Putri"


"Happy Birthday By, tiup dulu dong lilinya, tapi sebelum ditiup make e wish dulu" ucap Putra. Setelah itu Putri lalu meniup lilin tersebut.


Mereka semua bertepuk tangan saat Putri meniup lilin tersebut, tapi Putri masih tidak tau ini kenapa kok seperti ini.


"Ini ada apa??? kenapa ada Putra juga dia Sya???" tanya Putri kelas Syafa.


"Biar aku yang jelasin" ucap Putra mulai menjelaskan.


Flashback


Saat ini Putra sedang berada di bandara menunggu sepupunya yang dari luar negeri.


"Hai Putra" sapa sepupu Putra.


Mereka pun berjalan menuju rumah Putra, karena untuk sementara waktu sepupu Putra tinggal bersamanya juga orang tuanya.


Sesampainya dirumah, mereka langsung menuju ruang tamu.


"Kenapa wajah kamu seperti sedang memikirkan sesuatu???" tanya Mixel.


"Aku bingung, sebentar lagi kekasih ku ulang tahun, aku ingin dihari ulang tahunnya melamar dia, tapi aku ingin membuat kejutan yang pasti bikin dia tidak bisa melupakan hari itu" ucap Putra.


"Emmmm sebentar, aku punya ide sih, tapi kalau kamu gak mau aku juga gak maksa" ucap Mixel.


"Apa???" tanya Putra.


"Kamu buat aja Prank, kan mumpung dia belum kenal aku, jadi nanti kita jalan berdua, terus kamu post foto bersama ku seakan akan kita lagi ngedate, dan aku juga akan pindah ke kampus kamu" ucap Mixel.


"Boleh sih ide kamu, tapi aku gak tega sama dia" ucap Putra.


"Katanya pengen momen yang beda, ya itu lah, kalau memang mau ya lakuin walaupun sebenarnya berat juga" ucap Mixel.


"Yaudah iya deh, semoga dengan ini nantinya sesuai harapan" ucap Putra.


"Pasti dong, semangat dan kamu harus profesional juga nantinya, supaya lebih meyakinkan kalau itu memang seperti rill" ucap Mixel.


Kembali lagi ke mereka


"Nah, jadi sebenarnya ini semua itu prank untuk kasih super ke kamu, dan aku minta maaf kalau aku sudah sering sekali akhir akhir ini membuat kamu marah, kamu nangis aku minta maaf banget" ucap Putra.


"Jujur aku sebenarnya kecewa juga Put, banget malahan, tapi syukurlah kalau ini cuman prank, aku udah maafin kalian kok, dan Mixel aku minta maaf yaa" ucap Putri tak enak hati.


"Santay aja kalik, aku juga minta maaf" ucap Mixel lalu memeluk Putri.


"Heyyy udah dong, cewekku itu jangan asal peluk peluk yaa kamu" tegur Putra.


"Dih biarin, apa apa HAH gak terima" ucap Mixel balik.


"Husttt udah udah kalian ini" ucap Putri.


Putra berlutut didepan Putri sambil mengeluarkan kotak dari sakunya, yang ternyata berisikan cincin didalamnya.


"Putri Will you marry me" ucap Putra.


"Yes, I do" ucap Putri lalu Putra memasangkan cincin ke tangan Putri, begitu sebaliknya dan diiringi tepuk tangan oleh para sahabatnya.


"Cieeee, selamat yaa Bro, udah mau nyusul kami aja" ucap Arya.


"Iya dong jelas" ucap Putra menggandeng tangan Putri.


"Aduh aduh, ditunggu undangannya" ucap Syafa.


"Hehe iya deh iya" ucap Putri.


"Selamat Bang Putra dan kak Putri" ucap Keyla juga Arga.


"Makasih Dek" ucap keduanya.


"Selamat untuk kalian berdua" ucap Meme dan Bagus.


"Terima kasih" ucap Putra dan Putri.


"Wihhhh, selamat yaaa bro and sist, ditunggu tanggal baik nya" uca Mixel.


"Wkwk siap pasti" ucap Putra.


"Makasih yaa ehehe" ucap Putri.


Lalu mereka melanjutkan acara makan makan, setelah itu mereka kembali kerumahnya masing-masing.