ARFA

ARFA
Part 21 (Pesta kedua)



Pesta kedua tangannya ini dilangsungkan di hotel milik keluarga Arya, jadi Akad dan Resepsi hari pertama itu di tempat tinggal Kakek dan Nenek Mereka.


Tamu undangan pun satu persatu pamit pulang karena sudah larut malam, Putra dan Putri juga sudah pulang, tinggal lah kedua keluarga dan Kakek Nenek tak lupa, serta Arya dan Syafa juga Arga.


Di ruang Tamu


"Cielah udah punya istri aja lu bang, gw kira lu gak bakal ada yang mau sama lu" ucap Arga terkekeh.


Pletakk (menjitak kepala Arga) "Aish ini anak kecil bisa gak sih gak usah ngoceh mulu kayak burung beo, berisik tau gak" ucap Arya.


"Oh ya kakak ipar jangan lupa ya dengan omongan ku tentang tu (nunjuk Arya dengan kedua matanya, lalu berbisik ke Syafa) kalau bang Arya tidurnya dengkur nya keras banget" ucap Arga berbisik dan dibarengi tawa keduanya.


"Wah curut ngomong apa an si lu, jangan ngadi ngadi, jangan fitnah orang" ucap Arya sebel.


"Yey kegeeran lu Bang, siapa juga yang ngomongin lu, dasar Abang kepedean" ledek Arga.


"Terus kalau bukan abang kenapa kalian berdua ketawa sambil liatin Abang" ucap Arya.


"Yey suka suka lah, ini mata juga mata ku, seterah dong kalau mau liat siapa aja, Abang juga kepedean sekali jadi orang" ledek Arga.


"Ngomong sama bocah ingusan gak nyambung pasti, diajak ngomong a jawabannya kayak kereta api" ledek ganti Arya. "Sayang, em Arga ngomong apa an" tanya Arya pada Syafa.


"Enggak ada kok hehe" ucap Syafa masih terkekeh.


"Aish yang bener dong, kalau gak ada apa apa gak mungkin dong kamu ketawa kayak gitu" ucap Arya serius.


"Iya iya udah iya, tadi Arga bilang kamu itu kalau tidur pasti dengkurnya keras banget" ucap Syafa terkekeh.


Semua orang yang ada diruang tamu pun ikut terkekeh, karena memang begitu kenyataan yang sebenarnya.


"Aish, awas ya kamu dek, kalau punya cewek Abang buka aib kamu" ancam Arya.


"Bodo amat bodo siapa juga yang mau punya cewek" ucap Arga.


Bughhhhhhhhhhh (anggap aja suara bantal yang mengenai wajah seseorang).


"Aish Mama, kok Arga yang ganteng ganteng pake bingit ini di lempar bantal si, nanti kalau Arga gak ganteng lagi gimana, nanti kalau Arga gak di sukai cewek cewek gimana, nanti semuanya pangling liat muka Arga yang ber-


"DIAM ARGA WIJAYA KUSUMA" potong Raden Papa mereka berdua, Raden memotong ucapan Arga karena terlalu banyak ngomong .


"Iya Pa, maaf" ucap Arga.


"Bwahahaa rasain lu" ledek Arya.


"ARYA WIJAYA KUSUMA" sekarang gantian


Arya.


"Iya Pa, maaf" ucap Arya.


"Bwahahaa kasian deh lo kena juga kan" ledek Arga.


"Udah udah sekarang waktunya tidur, besok masih ada acara lagi, kalian kembali ke kamar masing masing " ucap Mama Syafa.


"Iya Ma" ucap Arga, Arya, dan Syafa.


"Malam Ma, malam Pa" ucap Syafa dan Arya ke orang tua Arya dan orang tuanya.


"Malam sayang" ucap orang tau keduanya.


"Malam Ma, malam Pa" ucap Arga.


"Malam juga" ucap orang tua keduanya.


"Malam kakak ipar" ucap Arga.


"Malam juga dek" ucap Syafa tersenyum.


"Lah untuk gw gak di ucapin nih??" cemberut Arya.


"Dih ogah mah kalo lo Bang" Ucap Arga tekekeh.


"Lah lo tu Adeknya siapa sih, kok sama gw kayak gitu" ucap Arya.


"Biarin wlek, emang gw peduli gitu, oh tentu tidak" ledek Arga menjulurkan lidahnya.


"Oke oke untuk kali ini gw ngalah sama Jomblo, udah jomblo, sendirian disini, gak punya pasangan, liat noh Mama Papa Syafa sama Mama Papa gw pada punya pasangan sendiri sendiri, gw juga, tapi lo bwahahaa JOMBLO" ucap Arya menyindir Arga sambil menekan kata Jomblo.


"Ma, Pa, liat tu Abang" rengek Arga.


"ARYA WIJAYA KUSUMA masuk ke kamar"


ucap Papa tegas.


"Iya Pa iya" ucap Arya.


Arya pun berjalan ke arah kamar berbarengan dengan Syafa, di lanjut Arga ke kamarnya, dan orang tua mereka ke kamar masing masing.


****************


Keesokan harinya dimeja makan.


"Pagi Ma, pagi Pa" ucap Syafa dan Arya.


"Arga mana??" tanya Mama.


"Ya mana Arya tau Ma, mungkin masih ngebo tu bocah ingusan pasti" ucap Arya.


"ayaudah ma biar Syafa yang liat ke kamar Arga" ucap Syafa bangkit dari duduk.


"Wits mau kemana em?? biar aku aja yang bangunin, kamu tetep duduk" ucap Arya.


"Hem iya deh" ucap Syafa duduk kembali.


Arya pun berjalan menuju kamar hotel milik Arga, setelah tak lama kemudian akhirnya ia pun sampai.


Tok tok tok tok


"Woyyy kebo bangun udah pagi anjir, lo bangon gak kalau enggak gw dobrak ni pintu" teriak Arya sambil menggedor gedor.


"5 menit lagi Ma" ucap Arga yang mengira itu Mamanya. Karena tak sabar Arya menerobos masuk kedalam. Ternyata pintu tidak di kunci oleh Arga, Arya pun langsung masuk ke dalam.


"Astaghfirullah kebo, bangon hoyy, bangon udah pada nungguin tu" teriak Arya di telinga Arga.


"Astaghfirullah Alazim Abang" ucap Arga


tak kalah keras nya.


"Sana buruan mandi, udah ditungguin semuanya dibawah" ucap Arya.


"Iya iya 5 menit lagi" ucap Arga langsung pergi ke kamar mandi.


Arya pun kembali turun kebawah menemui semua orang.


"Bagaimana Arga sudah bangun??" tanya Mama.


"Udah Ma katanya 5 menit lagi turun" ucap


Arya.


5 menit kemudian


"Pagi Ma, pagi Pa, pagi kakak ipar" ucap Arga duduk.


"Dasar kebo huuu, awas ntar kebablasen tidur nya" ucap Arya bercanda.


"Abang-


"Udah udah stop, sekarang diam dan sarapan" ucap Mama.


Semuanya pun menurut tak ada yang bersuara sama sekali, hanya ada dentingan sendok dan garpu yang beradu.


"Ma, Pa, Arya dan Syafa akan tinggal di Apartemen Arya sambil menunggu rumah kami selesai dibangun" ucap Arya setelah menghabiskan makanannya.


"Kami para orang tua hanya bisa mendoakan Nak, kalau memang itu sudah keputusan kamu kami hanya bisa mendukung selagi itu baik" ucap Mama Syafa.


"Kapan rencana kalian pindah???" tanya Mama 2A.


"Setelah acara kedua ini selesai Ma" ucap Arya.


Setelah selesai berbincang, mereka mengganti pakaian untuk melaksanakan pesta kedua, semuanya berada di ruang an pesta, para tamu satu persatu berdatangan.


Tak lupa yang perempuan sudah di make up, tak hanya yang perempuan yang laki laki pun begitu dan semuanya sudah Tampan dan Cantik.


Putra dan Putri baru saja datang dan mereka langsung menghampiri keluarga Syafa dan Arya.


"Assalamualaikum Ma ,Pa, Sya, Ar2" ucap Putra dan Putri sambil menyalami tangan orang tua keduanya.


Jangan lupa dengan nenek dan kakek Arya dan Syafa, mereka tiba tiba ada urusan mendadak, entah lah kemana.


Mereka berempat pun pamit untuk berbincang bincang ditempat lain, dan meninggalkan kedua orang tua tersebut, sedangkan Arga mengikuti dari belakang.


"Wah wah sahabat gw udah punya suami aja nih" ledek Putri.


"Aish iya lah wkwk, buruan nyusul sono sama Putra keburu dia di ambil orang wkwk" canda Syafa.


"Uuuhukkk uuuhukkk" Putra terdesak saat Syafa mengatakan mereka di suruh buru buru nyusul Arya dan Syafa.


"Tihati dong kalah minum ada ada aja sih" ucap Putri mengelus punggung Putra.


"Iya iya maaf" ucap Putra.


"Yaelah bro bro baru istri gw ngomong kayak gitu aja lo udah keselek, gimana kalau istri gw kasih saran lo sama Putri nikah sekarang" ucap Arya terbahak bahak.


Pletakk


"Aduhh sayang kok di jitak si" tanya Arya pura pura merajuk.


"Makanya kalau ngomong itu di saring dulu" ucap Syafa.


"Iya iya sayang" ucap Arya.


"Eh broo sono beli obat nyamuk, ada nyamuk disini" ucap Putra menyindir Arga yang ada di samping Syafa dan Putri.


Arya pun melirik Putra dan Putra memberi kode menggunakan matanya ke arah Arga yang asyik main ponselnya, entahlah main handphone atau pura pura sibuk.