
"Cepetan kak ngupas mangganya, aku udah pengen nyoba mangga muda ini" ucap Meme.
"Iya sebentar, ini" ucap Bagus sambil menyerahkan mangga muda yang sudah dipotong.
Meme pun mengambilnya dan memakan dengan sambal yang tadi mereka buat.
"Kak, apa gak kecut?" tanya Arga melihat Meme.
"Enggak kok, enak tau cobain deh" ucap Meme.
"Udah kenyang" ucap Meme baru memakan satu suap potong mangga.
"Terus yang ngehabisin siapa?" tanya Bagus.
"Ya kak Bagus lah, dan juga Arga yaa makan juga bantuin ngabisin ini, soalnya aku pengen lihat kalian berdua makan mangga muda ini" ucap Meme dengan semangat.
"Ih gak mau lah kak, ini asam banget" ucap Arga.
"J-jadi kamu gak mau Ga?" tanya Meme tiba tiba mengeluarkan air matanya.
"Ga, makan aja yaa, soalnya kak Meme lagi ngidam" ucap Keyla lembut.
"Yaudah yaudah aku makan" ucap Arga memakan mangga muda itu dengan Bagus.
Saat sedang asik memakan makanan itu, tiba tiba ada notif dari ponsel Bagus. Ada salah satu anak buahnya yang mengabarkan kalau Putri ingin di bawa keluar negeri, jadi mereka harus buru buru kesana.
"Ada apa kak?" tanya Syafa.
"Ayok kita berangkat ke tujuan tempat Putri disekap, soalnya dia mau di bawa ke luar negeri" ucap Bagus yang langsung berdiri.
"Aku ikut" ucap Meme.
"Jangan ikut ya, bahaya sama kandungan kamu nanti" ucap Bagus menghampiri Meme.
"Tapi aku mau ikut kak, gausah ngelarang aku" ucap Meme kekeh.
"Yaudah kalau gitu, ayok kita berangkat, Arga kabarin Putra" ucap Bagus.
Lalu mereka menaiki 1 mobil yang sama menuju lokasi itu, tak lupa Arga mengabari Putra.
Setelah cukup lama akhirnya mereka sampai disana, mereka berhenti di tempat yang tak jauh dari lokasi Putri, tak lama Putra juga sampai.
"Jadi apa rencana kita selanjutnya kak?" tanya Putra.
"Kita harus bisa mengalihkan perhatian Nizar" ucap Bagus.
"Ella mana?" tanya Syafa.
"Tadi katanya Ella lagi pergi sama Nizar, tapi belom balik tuh" ucap Putra.
"Coba kamu telfon atau chat Ella lagi dimana, soalnya kita gak punya banyak waktu" ucap Meme.
Dengan segera Putra menghubungi Ella, untung saja Ella dengan cepat mengangkat telfon itu.
📞 "............................."
📞 "Kami udah ada tak jauh dari lokasi."
📞 "....................................."
📞 "Iyaa tapi jangan keterlaluan, oke kami kesana." Lalu Putra mematikan telfon tersebut.
"Kita masuk kedalam, tapi jangan semuanya, harus ada beberapa yang kesana, jadi nanti yang masuk aku sama kak Bagus, Arga jagain Syafa, Meme dan Keyla" ucap Putra.
"Iya beres" ucap Arga.
"Hati hati kak" ucap mereka. Lalu Putra dan Bagus mulai mendekat kearah lokasi Putri, disana terdapat banyak penjaga, untung saja mereka sempat merencanakan sesuatu sebelum mengambil tindakan.
DOR DOR DOR
Suara tembakan angin dari salah satu anak buah Bagus, lalu mereka berdua pun mulai memasuki ruangan satu persatu, sampai di ruangan yang paling pojok digedung itu.
Mereka mengintip di lubang kecil disana, ternyata di sana sudah ada Nizar dan juga Ella.
...****************...
POV Ella
Ponselnya berdering saat ia sedang di suatu ruangan kecil menyekap Putri, lalu Ella memberitahu Nizar ingin mengangkat telfon terlebih dahulu.
📞 "..............................."
📞 "Sorry sebelumnya, setelah ini aku berpura-pura menjambak atau apalah ke cewek lo, dan lo cepet kesini" ucap Putri lalu mematikan telfon.
"Jadi mau kita apakan dia?" tanya Nizar.
"Sebentar, gw mau meluapkan isi hati gw selama ini pada cewek ini" ucap Ella sinis. Lalu, Ella menghampiri Putri yang juga menatapnya sinis.
"Sorry gw bakal mulai" ucapnya pelan berbisik ditelinga Putri, Putri hanya mengangguk. "Heh dengerin ya, buka lebar lebar telinga lo, gw itu sebenarnya gak sudi lo jadi kekasihnya sepupu gw, lo tu gak ada bandingannya sama gw, kalah jauh tau, bisa bisanya Putra suka sama lo yang kayak gini, dan lo sok jual mahal lagi sama Nizar, jauhin sepupu gw" ucap Ella sambil memukul lengan Putri.
Putri yang paham dengan kedipan mata Ella lalu merintih kesakitan. "Awwww, sakit Ella" ucap Putri.
"Itu gak ada bandingannya dengan sakit hati gw, karena lo sepupu gw jadi berubah sama gw, dia sekarang mentingin lo lo lo dan lo, bahkan dia kayak gak peduli lagi sama gw, semenjak kehadiran lo, Putra berubah drastis sama gw, gw benci benci sama lo" ucap Ella yang ingin menampar Putri.
"Kenapa gak jadi tampar gw? sini tampar, tampar sepuas lo" ucap Putri menantang.
"Dasar gak tau malu, gw gak akan mengotori tangan gw cuman buat nampar cewek kayak lo" ucap Ella yang menggebu-gebu.
"Udah udah" ucap Nizar melihat perdebatan dua orang itu.
"Gw juga gak habis pikir sama lo Zar, bisa bisanya suka sama dia" ucap Ella sambil menunjuk Putri.
"Ya sebenarnya gw emang suka sama dia, tapi sekarang gw cuman mau balas dendam aja sama Arya, Putra, jadi gw culik aja dia buat ngejalanin misi gw" ucap Nizar.
"Lo jangan nyakitin sepupu gw, kalau mau nyakitin dia silahkan, gw gak peduli sama cewek kayak gini" ucap Ella.
"Gw gak akan nyakiti sepupu lo, gw cuman mau balas dendam ke Arya karena adeknya udah secara tidak langsung bikin adek kesayangan gw jadi sakit hati, karena cewek yang dia suka malah ternyata kekasihnya Arga" ucap Nizar.
"Ya terserah lo deh, sekarang mau lo apain dia?" tanya Ella.
"Mau gw jual kalik, mayan buat nambah modal pasar gelap gw, lagian dia juga kelihatannya laku mahal" ucap Nizar.
"Boleh boleh aja sih, kapan mau kita jual?" tanya Ella.
"Sebentar lagi orang yang membeli akan datang" ucap Nizar.
Tak lama om om yang ingin membeli Putri pun datang, ada 4-5 orang yang duduk disana, disana sudah tersedia tempat duduk untuk para tamu Nizar.
"Silahkan tawarannya, yang paling mahal saya lepas" ucap Nizar.
"800 juta" ucap salah satu orang itu.
"900 juta" ucap orang yang lain.
"1 Miliyar" ucap orang yang sedikit gendut.
"1 Triliun" ucap om om yang kelihatannya masih muda, bisa di bilang Sugar Daddy.
"Oke dill 1 Triliun" ucap Nizar sambil berjabatan tangan. Lalu keempat orang itu keluar dengan ekspresi kesalnya.
"Boleh saya melihat dia terlebih dahulu?" tanya orang itu.
"Silahkan" ucap Nizar.
"Gak usah takut, ini om Alex" ucapnya pelan. Putri yang mengenali orang itu pun mengangguk.
"Kapan saya boleh membawa dia pergi?" tanya Alex.
"Boleh sekarang, tapi lihatkan dulu bukti cek nya" ucap Nizar.
"Nih" ucap Alex memberikan cek bernilai 1 triliun itu.
Alex dan Putri serta Ella pun keluar dari ruangan kecil itu, sedangkan Nizar masih melihat cek yang ada disana, saat dilihat lihat ternyata cek itu palsu, langsung saja Nizar keluar dan berteriak.
"Tangkap mereka semua" ucap Nizar kepada anak buahnya.
Para anak buah itu menghadang Putri, Ella dan Alex. Alex mengeluarkan pistol dan menembak anak buah Nizar.
"Berani beraninya kalian menipu ku" ucap Nizar murka.
Tak lama Putra dan Arya keluar dari persembunyiannya. "Lo tu ba*****n yang gak tau malu" ucap Putra sambil menembak di belakang tembok Nizar.
"Ooo jadi ini rencana kalian, gw gak akan biarin kalian lolos" ucap Nizar.
"Coba aja" tantangan Arya.
Nizar memberi kode kepada anak buahnya, dan tak lama ada ratusan anak buahnya sudah berada disana, Arya dan Putra pun memanggil anak buahnya yang juga berjumlah ratusan.