ARFA

ARFA
Part 18 (Ketangkap)



Di sebuah apartemen mewah ada seorang gadis yang tersenyum bahagia dan


meneguk alkohol.


"Akhirnya gw gak perlu susah susah buat ngejauhin mereka" tawa nya.


Yaps bener dia ialah Meme, ia pun menelfon anak buahnya agar membatalkan mengawasi Arya dan Syafa.


"Hallo nona muda"ucap anak buahnya.


"Batalkan rencana mengawasi Arya dan


Syafa" ucap Meme.


"Tapi non-" belum selesai anak buahnya bicara udah di potong oleh Meme.


"Disini kalian gak boleh membantah paham" ucap nya dengan marah.


"B-baik nona muda" ucap nya.


Tiba-tiba dimalam hari ponsel Meme berbunyi


Tut tut tut


"Hallo siapa" tanya Meme setengah sadar karena mengantuk.


"Me-me, t-tolong a-aku, c-cepetan a-aku d-di j-jalan xxxxx, j-jangan b-bawa s-siapa s-siapa o-oke" ucapnya langsung mematikan telfon.


Yaps benar dia adalah Arya menelfon Meme agar datang di alamat yang ia kirim karena mereka udah enggak sabar kasih pelajaran buat tikus kecil, ya begitulah mereka enggan lama lama bermain dengan lawannya.


Setelah mendapatkan telfon dari Arya, Meme pun bergegas menyusul keberadaan Arya, ia melajukan mobilnya tanpa membawa satu pun anak buah, dan ternyata tempat yang di kirim kan Arya adalah sebuah gedung tua jauh dari jalan raya.


Mobil Meme telah sampai, Meme pun bergegas masuk ke gedung itu dan mencari keberadaan Arya.


Sedangkan didalam sana anak buah Papa Arya udah memberi tahu kan bahwa target mendekat, dan mereka langsung ambil tugas nya masing masing.


Meme pun berjalan menyusuri tempat itu, dan akhirnya ia menemukan ruangan bawah tanah yang ada cahaya terang ia pun mengintip, ternyata didalam sudah ada Arya yang terbaring lemah dan diikat dikursi tua.


Saat melihat Arya ingin ditembak oleh seseorang, Meme pun muncul dari balik pintu.


"STOP, apa yang kalian lakukan hah??" tanya Meme dan mengeluarkan Pistol nya, ya begitulah Meme kemana mana membawa pistol dibelakang bajunya.


Setelah dirasa Meme maju, Arya pun memberi kode anak buahnya yang diluar untuk mulai mendekati Meme, sedangkan Meme masih diajak bicara oleh orang yang mau nembak Arya.


"Mau jadi pahlawan kesiangan ya neng" tanyanya dan ketawa terbahak-bahak.


****************


Dor


Aaarrrrggghhhhhhhh


"TANGKAP TIKUS KECIL ITU"ucap Syafa lantang.


Seketika itu anak buah orang tua mereka menangkap Meme. Meme terkejut karena mengenali suara itu, dan betapa kagetnya saat ia tau suara itu ada Syafa, tunangan Arya.


"Lo tikus kecil udah ngebangunin singa tidur, jadi jangan harap lo bisa lepas" teriak Syafa di telinga Meme. "Satu lagi, jangan lo kira gw polos, jangan lo kira gw ini gak bisa nyakitin lo, asal lo tau, didalam tubuh gw mengalir darah BOS MAFIA ucapnya menekan kata bos mafia.


Seketika itu Meme langsung diam, karena dia tidak tau mengenai itu, ia jadi ketakutan sekarang.


"Sayang, sebaiknya kita apain ini tikus kecil" ucap Arya menghampiri Syafa.


"Kasih aja ke Gery atau Lery" ucap Syafa santay.


Gery adalah singa peliharaan Syafa, sedangkan Lery singa peliharaan Arya, mereka di jadikan satu kandang karena sepasang.


"Boleh juga tu, kapan lagi Gery sama Lery makan manusia kecil ini" tawa Arya keras begitupun Syafa, tak lama Putra dan Putri muncul.


"Hallo tikus kecil, ututu kacian nya udah ketangkap sama singa" tawa Putri begitupun yang lain, anak buah orang tua mereka pun ikut tertawa.


"Nona muda, Tuan muda, maaf lancang sebelumnya, jangan dikasih ke Gery sama Lery itu cewek, lumayan cakep biar untuk saya saja, saya sudah lama bujang" ucap anak buah yang tadi.


Ia adalah ketua dari anak buah keluarga Arya dan Syafa, diantara anak buah yang lain hanya itu yang belum nikah, padahal sudah tua, dan maksud dari omongan dia pasti kalian paham kan.


"Terserah kamu mau diapain tikus kecil ini, dan jangan sampai dia mengusik kami lagi" ucap Arya dingin.


"Baik tuan muda" ucap anak buah itu.


"Bawa dia ke Apartemen saya, dan kunci dia, kalian tunggu didepan pintu sampai saya datang" ucap anak buah orang tua Arya dan Syafa ke junior nya


"Baik pak" ucap junior tersebut.


"Gak mau, gak mau, lepasin gw peyot, lepasin aku, Sya maafin aku, lepasin" teriak Meme memberontak saat di bawa salah satu anak buah mereka.


"Tenang aja lo, Pak Bagus itu gak suka nyakitin cewek" ucap Putra santay.


Yaps orang yang tadi bernama Pak Bagus, seorang Bujang tua, tapi tidak bisa dibilang tua, karena baru berumur sekitar 35 an, dengan wajah dan badan yang bagus, tak heran banyak perempuan mengidam ngidamkan dirinya.


"Lepasin woy, lepasin enggak, gw bunuh kalian semua kalau gak lepasin" ucap Meme ketika mau dimasukkan ke mobil.


Mobil pun berjalan ke apartemen Pak Bagus, karena terlalu fokus dengan tugasnya, itu alasan pak Bagus belum memiliki pasangan.


****************


"huftt akhirnya beres juga" ucap Syafa.


"Hm gtu deh" ucap Arya.


"Pak Bagus, kenapa bapak malah menolong dia??" tanya Putri.


"Enggak papa non, soalnya gak tau tiba tiba saya suka sama dia, dan secepatnya bakal saya nikahin" ucap Pak Bagus.


"WHAT" kaget Arya, Syafa, Putra Putri.


"Serius non, kalau dia gak mau saya paksa dia, lihat saja nanti, intinya nona muda dan tuan muda tinggal tunggu undangan saya" ucap nya.


"Wah wah, good luck pak" tepuk Putra di lengan pak Bagus.


"Makasih tuan ,mmm tuan muda, nona muda, saya boleh kembali ke apartemen?? mmm mau-" ucapnya terpotong dengan omongan Arya.


"Silahkan Pak" ucap Arya diikuti anggukkan dari Syafa, Putra dan Putri.


"Baik tuan nona" ucap Pak Bagus.


"Yasudah sana bersama kekasih" ucap Putra.


"Tuan nona saya pamit dulu" ucapnya.


"Silahkan" ucap mereka berempat.


****************


Di Apartemen Pak Bagus


"Kalian boleh kembali" ucap nya ke junior nya.


Karena pak Bagus adalah kepala dari seluruh anak buah dari keluarga Arya dan Syafa, ia dipilih langsung oleh orang tua keduanya.


"Baik pak" ucap juniornya dan langsung perg.


i


Ceklek


"Kalau tidur cantik juga" batin Pak Bagus sambil mengelus pipi Meme, sang empu pun bangun dan kaget ada Pak Bagus didepannya.


"Minggir lo jangan pegang pegang gw" ucap Meme.


"Hey santay dong jangan kasar kasar, karena saya kamu bisa selamat dari tuan dan nona muda, jika tidak udah habis kamu tadi" ucap Pak Bagus.


(kalian yang mengira pak Bagus tua eits enggak, walaupun umurnya sudah kepala 3 tapi iia sangat tampan karena rajin berolahraga, bahkan orang lain mengira nya ia masih berumur 20 tahun).


"Gw gak butuh pertolongan lo" ucap Meme.


"Ingat baik baik jika kamu gak mau saya nikahin maka siap siap kamu akan disiksa dulu baru ajal menjemput, masih untung saya mau menolong kamu" ucap Pak Bagus tegas dan meninggalkan Meme sendirian di ruang tamu.


'aaarrrrggghhhhhhhh gw harus gimana hiks hiks, sedangkan gw yatim piatu, Mama Papa udah lama meninggal, apa gw terima dia aja ya gw juga pengen ngerubah gw yang sekarang dan berbaikan dengan Arya dan Syafa tanpa adanya permusuhan lagi' batin Meme.


Pak Bagus pergi kekamar mandi untuk mandi, karena badannya sudah sangat lengket.


Ceklek


Pak Bagus berjalan menuju dapur dengan handuk sepinggang nya melewati ruang tamu dimana keberadaan Meme, menampakkan perut sixpack nya, serta otot otot, tak bisa di pungkiri wanita diluar sana pasti tergila gila dengan godaan itu.


'glekkk Meme susah menelan ludahnya karena melihat Bagus yang menggoda baginya' batinnya.


Satu lagi Meme bukan Agama Islam, Pak Bagus juga bukan okee okee.


"Biasa aja kalik liatnya" ucap Bagus.


"Geer" ucap Meme.


"Ketahuan gak mau ngaku" ucap Bagus.


"Emang enggak" ucap Meme.


"Yakin??" tanya Bagus mendekat kearah Meme.


"Hem, apa an sih dekat dekat gw, sana jauh jauh" ucap Meme, tapi pipinya bersemu merah.


"Haha iya iya" ucapnya.


Bagus pun pergi kekamar nya untuk memakai pakaiannya, lalu kembali lagi keruang tamu membawa selimut lalu menghampiri Meme yang sedang memainkan ponselnya.


"Oh ya lo tidur tu dikamar, gw tidur di sofa" ucap Bagus.


"Oke makasih" ucap Meme lalu pergi kekamar.


'dia begitu baik banget sama gw, gw bakal bales kebaikan dia' batin Meme didalam kamar. Tak lama Meme pun terlelap begitu pun dengan Bagus.