
Tok tok tok
Ceklek
"Assalamualaikum" ucap serempak dari luar.
"Wa'alaikumussalam wr wb" Ucap Mama Syafa.
"Masuk masuk jeng" ucap Mama Syafa.
"Eh iya jeng" ucap Mama Arya.
****************
Diruang tamu
"Sebentar ya jeng, mau memanggil Syafa dulu" ucap Mama Syafa.
"Aku boleh ikut jeng??" tanya Mama Arya.
"Boleh dong, ayok jeng" ucap Mama Syafa. para ibu ibu pun menuju kamar Syafa.
Tok tok tok
Ceklek
"Ayok Nak, Nak Arya dan keluarganya udah dateng" ucap Mama Syafa.
"Iya Ma, eh ada Mama Dewi juga" ucap Syafa menyalami tangan calon mertuanya.
"Hehe iya Nak, wah Masyallah kamu cantik banget, yaudah ayok" ucap Mama Arya.
"Iya ayok Mama Mama ku yang cantik" ucap Syafa di gandeng kedua Mama Syafa dan Arya.
Mama Syafa berada di tangan kanan Syafa, sedangkan Mama Arya ditangan kiri Syafa, Syafa berada di tengah.
Seketika semua mata menuju kearah Syafa, apalagi Arya yang sampai tak berkedip melihat Syafa.
****************
Diruang tamu
"Bro, segitunya sampai gak kedip" ucap Putra.
"Tau tu Abang, liat tu sampe air liur mu jatoh" canda Arga.
Mendengar perkataan Arga ia pun mengelap air liurnya, dan semua orang tertawa melihat tingkah Arya.
"Nak, kamu sehat??" canda Papa.
"Arya sehat Pa, kenapa??" tanya balik Arya.
"Wnggak ada si, cuman Papa heran kenapa kamu jadi linglung" ucap Papa menahan tawa.
"Tadi Arga bilang air I-" Arya tak sanggup melanjutkan perkataannya karena ia baru sadar kalau ia dibodohi Arga, ia pun menggaruk tengkuruknya yang tidak gatal.
"Udah udah, sekarang mari kembali ke topik utama" ucap Papa Syafa "silahkan Nak Arya" sambung Papa Syafa.
"Ehem, begini Papa Adit, Mama Dewi, Arya beserta keluarga besar Arya kesini untuk meminta izin melamar Putri Mama dan Papa, karena Arya benar benar mencintai Putri Mama dan Papa tulus, suka dan duka bakal Arya lewati bersama Putri Mama dan Papa, Arya janji akan selalu membahagiakan Putri Papa dan Mama, Arya juga akan menjaga dan melindungi Syafa dimanapun Syafa berada, Arya akan selalu berada di samping Syafa" ucap Arya serius.
"Papa dan Mama ikut keputusan Syafa aja gimana baiknya" ucap Papa Adit.
"Bagaimana Nak Syafa??" tanya Mama Arya.
"Bismillahirrahmanirrahim, dengan restu Mama dan juga Papa, Syafa menerima lamaran ini, Syafa juga mencintai Arya, walaupun baru beberapa hari ini, tapi Syafa yakin Arya bisa membahagiakan Syafa, suka dan duka akan Syafa dan Arya lewati dengan sepenuh hati" ucap Syafa.
"Alhamdulillah' ucap semua orang yang ada disana.
Setelah itu Arya menghampiri Mamanya untuk memberikan cincin tunangan dan memasangkan cincin tunangan ke kari Syafa, begitu pun sebaliknya, dan acara 2 keluarga dimulai, tak banyak yang hadir hanya orang tua keduanya dan para sahabatnya.
****************
Di taman belakang
Ditaman belakang rumah Syafa para remaja mengobrol serta bercanda ria, sedangkan para orang tua berada diruang tamu untuk berbincang bincang.
"Eh gaes ada obat nyamuk disini" canda Arya.
"Eh iya lo bener banget, kasian yang jadi obat nyamuk" sambung Putra.
"Kok yang disindir gak merasa ya" ucap Putri ikut ikutan.
"Mentang mentang punya pasangan
ngeledekin mulu" ucap Arga ketus.
"Jomblo akut nya marah bro" ucap Putra tertawa.
"Yahaaha nyadar mungkin makanya ngedumel teros" ucap Arya.
"Kasian banget ya jadi obat nyamuk sendiri, yang kain berpasang pasangan" ucap Putra lagi.
"Tau tu, ganggu aja" ucap Arya menahan tawa.
"Yaudah gw pergi, PUAS kalian" ucap Arga pergi keruang tamu dan menekan kata PUAS.
"Pufffttt bwahahaa" ucap mereka berempat yang ada ditaman belakang.
"Yaudah ayok masuk ke dalam dingin disini" ucap Syafa.
"Yaudah ayok kalau kamu kedinginan ucap Arya. Mereka berempat pun berjalan kearah ruang tamu.
"Tu lo ma, orang yang nyindir Arga dan ngusir Arga" adu Arga ke Mamanya.
"Dasar anak nakal, ngapain Adek kamu Bang??" pelotot Mama Arya ke arah Arya dan Putra lalu menjewer telinga mereka berdua.
"Aww awww ampun Ma ampun" ucap mereka berdua.
"Terus Ma terus ayok hajar sampai mampus" ucap Arga menyemangati.
"Ma, udah ya, kasian mereka nanti nangis" ucap lembut Syafa.
"Sya lu tu dukung apa ngejek si" gerutu Putra.
"Yaudah ayok makan malam dulu" ucap Mama Syafa.
****************
Dimeja makan
"Mau lauk yang mana??" tanya Syafa kepada Arya.
"Ayam kecap aja" ucap Arya lalu diangguki Syafa, lalu Syafa menyerahkan piring berisi ayam kecap kepada Arya.
"Terima kasih" ucap Arya dengan senyum manisnya.
"Sama sama" ucap Syafa.
"EHEM, inget yang lain Bang" sindir Arga. Karena ini hari bahagianya jadinya ia tidak merespon sindiran Arga.
Setelah itu seperti biasa hanya ada keheningan dan tak ada yang berbicara selain dentingan sendok dan garpu.
Setelah makan malam semuanya kembali
keruang tamu.
Diruang tamu
"Makasih loh jeng makan malamnya, yaudah kami pamit dulu ya udah malam" ucap Mama Arya.
"Yaudah jeng hati hati dijalan" ucap Mama Syafa "Sayang anter keluarga Nak Arya sampai depan" ucap Mama Syafa.
"Iya Ma" Syafa pun berdiri dan mengantar keluarga Arya, Putri juga mengantar.
"Sayang, Mama, Papa, Arya, Arga,dan Putra pulang dulu ya" pamit Mama Arya.
"Iya Ma hati hati dijalan ya" ucap Syafa sambil menyalami tangan orang tua Arya.
"Iya makasih sayang, Assalamualaikum"
ucap mereka serempak.
"Wa'alaikumussalam wr wb" ucap Syafa dan Putri.
Tak lama mobil yang di tumpangi keluarga Arya pun sudah menjauh pergi.
"Sya aku pamit dulu ya" pamit Putri.
"Loh kok buru buru, ayok lah nginep plisss"
ucap Syafa memasang pupy eyes nya.
"Emm iya deh iya, aku telfon mami dulu"
ucap Putri.
"Yess makasih Beby" ucap Syafa senang.
"Sama sama beby" ucap Putri tak kalah
senengnya. Mereka pun tertawa bersama sejenak lalu masuk kedalam rumah.
"Ma, Putri nginep disini karena Syafa yang nyuruh gak boleh pulang hehe" ucap Syafa ke Mamanya.
"Iya gak papa kok, yaudah kalian istirahat aja sana" ucap Mama.
Mereka berdua pun menaiki anak tangga menuju kamar Syafa, sedangkan Mama dan Papa masih diruang tamu, lalu pergi ke kamarnya.
****************
Dikamar Syafa
Trriiiiiiiiinnnnngggg
"Ish siapa si malem malem telfon ganggu orang liat drakor aja" gerutu Syafa.
📞 "Hallo siapa sih lo tu ganggu aja orang lagi liat drakor telfon telfon, lo gak liat jam apa jam berap??"' gerutus Syafa setelah menerima panggilan telefon tanpa melihat namanya.
📞 "Sayang ini aku calon suamimu, kok kamu ngomong nya kayak gitu sih??" tanya Arya.
📞 "Hah" teriak Syafa dan Arya pun menjauhkan telefon dari telinga nya, sedangkan Putri udah menutup telinganya "m-maaf aku gak tau hehe" ucap Syafa.
📞 "Makanya jangan ngomel mulu diliat
siapa yang telfon" ucap Arya menasehati.
📞 "Iya iya maap, eh tadi bdw yang pertama kamu Panggil aku apa??" tanya Syafa baru menyadari kalau Arya memanggil dengan sebutan 'Sayang' maka dari itu ia ingin memastikan lagi.
📞 "Yang mana si?? aku gak ada manggil apa apa??" ucap Arya pura pura lupa.
📞 "Yang tadi lo waktu kamu Panggil aku S-sayang??" ucap Syafa kaku karena belum terbiasa.
📞 "Owh iya sayang ada apa, mulai sekarang aku mau kamu Panggil aku sayang oke, aku gak nerima PENOLAKAN" ucap Arya menekan kata PENOLAKAN.
📞 "Kalau dikampus masak aku manggil kayak gitu si??" tanya Syafa.
📞 "Terserah kamu aja lah manggil apa" ucap Arya pasrah.
📞 "Yaudah panggil kak Arya aja ya?? tanya Syafa.
📞 "Terserah kamu, aku ikut" ucap Arya.
📞 "Emmm, bdw ada apa tumben telfon?" tanya Syafa .
📞 "Gak papa si, yaudah kamu tidur sana gak usah begadang, dan jangan bangkong aku gak mau itu" ucap Arya tegas.
📞 "Iya iya es kutub posesif" canda Syafa.
📞 "Yaudah aku matiin terus tidur jangan nonton drakor lagi" ucap Arya.
📞 "Iya iya bawel" ucap Syafa.
📞 "Good sleep sayang, Assalamualaikum" ucap Arya.
📞 "Good sleep too, Wa'alaikumussalam wr wb" ucap Syafa. Setelah selesai telfonan dengan Arya, Syafa pun menaruh benda pipih itu dimeja dan berbaring disebelah Putri yang sudah terlelap dan masuk ke alam mimpi.