
POV kali ini kebanyakan tentang Putra dan Putri yaa readers.
Mata yang sembab dengan badan yang lemas seperti tidak ada energinya. Putri berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu bersiap untuk pergi ke kampus.
Ia tidak sarapan pagi hari ini, karena entah kenapa hari ini membuat dirinya tak bersemangat akibat semalam. Semalam ia melihat di akun postingan Instagram milik Putra, disana tampaklah Putra sedang makan malam bersama perempuan yang ia lihat di cafe dekat sekolahnya dulu.
Disana nampak terlihat dari raut wajah Putra ia sangat bahagia sekali, dengan pakaian mereka yang senada, nampak menjadi lebih serasi.
'Put, apa salahku, kenapa kamu tiba tiba berubah kayak gini???' batin Putri menangis dibalik tangan yang ia telungkup kan.
"Put, ada apa???" tanya Syafa yang baru saja datang, sesampainya ditempat duduk, ia melihat Putri yang seperti sedang menangis.
Tidak ada jawaban dari sang empu, Putri hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak apa apa.
"Put, sini cerita sama aku, supaya aku tau atau siapa tau aku bisa kasih solusi juga" ucap Syafa lembut sambil mengelus punggung Putri.
"P-putra Syaa, j-jahat b-banget" ucap Putri terbata bata, lalu dengan sigap Syafa langsung memeluk sahabatnya itu.
"Kenapa dia??? dia berbuat apa lagi sampai kamu nangis kayak gini???" tanya Syafa.
Putri akhirnya menarik nafasnya panjang lalu mulai menceritakan apa yang ia lihat semalam.
"Jadi semalam itu aku lihat akun Instagram Putra, disana terlihat baru saja Putra memposting foto bersama perempuan itu, nampaknya mereka sedang makan malam bersama, dengan sangat romantis" ucap Putri lalu kembali meneteskan air matanya.
"Wah wah, gimana sih orang itu, gak punya hati sama sekali, gak habis pikir aku. Coba deh nanti aku bantu cari informasi ke Arya siapa dia" ucap Syafa.
"Terima kasih yaa Sya" ucap Putri.
"Iyaa sama sama, udah sekarang jangan nangis, nanti kalau dia lihat dia malah mikir kalau kamu lemah, udah yaa" ucap Syafa menghapus air mata Putri.
"Iya udah, ini aku udah gak nangis, aku gak mau terlihat lemah didepannya" ucap Putri.
"Nah gitu dong, baru itu sahabat aku" ucap Syafa lalu memeluk Putri.
Sedangkan disisi lain ternyata Putra dan Arya sedang melihat apa yang Syafa dan Putri lakukan, mereka mengintip sedikit jauh dari ruang kelas.
"Bro, gw gak tega lihat cewek gw nangis kayak gitu, apa gw keterlaluan yaa???" tanya Putra kepada Arya.
"Sedikit sih, tapi kan ini juga cuman prank untuk suprise in Putri dihari ulang tahunnya, juga kamu kan mau melamar dia" ucap Arya.
"Iya juga sih, yaudah deh kalau gitu, lagian ini gak lama, gw gak tega lama lama kalau lihat cewek gw nangis terus" ucap Putra lalu melangkah masuk kedalam kelas bersama Arya.
Beberapa saat setelah mereka berdua masuk kedalam kelas, guru mata pelajaran pun datang kedalam kelas itu.
"Selamat pagii semuanya" ucap Bu guru.
"Pagi Bu" ucap semuanya yang berada didalam kelas.
"Baiklah, ada kabar gembira, kita memiliki teman baru yang berasal dari Australia, silahkan masuk Nak" ucap Bu guru mempersiapkan masuk.
Ia pun memasuki ruangan kelas itu saat Bu guru menyuruhnya untuk masuk, ia melihat ke sekelilingnya, ternyata ada salah satu siswi yang melihatnya kurang suka, siapa coba??? ia benar Putri.
"Hallo semuanya, perkenalkan nama gw Mixella Valerie Cazorla, kalian bisa panggil gw Ella, atau Mixel, gw pindahan dari Amerika, dan semoga gw bisa berteman baik dengan kalian semua" ucap Ella.
"Ada bu" ucap Vakri salah satu cowok yang menjadi saingan Arya dan Putra itu.
"Nomor wa nya berapa cantik???" tanyanya.
"Dasar kamu ini Vakri, baiklah Mixel, kamu silahkan duduk di bangku kosong yaa" ucap Bu guru.
"Baik Bu, terima kasih" ucap Ella tersenyum ramah. Pas sekali bangku yang kosong ternyata berada di samping tempat duduk Arya dan juga Syafa.
"Haiii Put, akhirnya gw bisa sekelas sama lo" ucap Ella.
"Iya dong harus itu, bdw nanti gw ajak lo nyobain makanan kantin, dijamin enak enak semua makanannya" ucap Putra.
"Wah, boleh tu wkwk, udah lama gw gak makan makanan Indo" ucap Ella.
Lalu mereka fokus kembali ke pelajaran didepan karena ada deheman dari seseorang yang membuat mereka kembali fokus.
Coba tebak siapa yang kasih deheman??? Yaps benar itu Putri, Putri sengaja berdehem dengan sangat keras supaya mereka selesai melakukan pembicaraan.
Itu membuat hatinya panas, dan membuat ia ingin sekali memukul wajah Putra yang juga ternyata malah menunjukkan reaksi yang sangat senang akibat perempuan itu pindah ke kampus yang sama dengan mereka.
"Udah udah Put, jangan lihatin kearah sana mulu, nanti kamu malah jadi emosi" ucap Syafa.
"Iya bener Sya, aku gak boleh emosi, nanti malah dikira aku nya yang cemburuan banget masih ngarepin dia, padahal ya iya" ucap Putri lesu saat mengatakan kata terakhirnya.
"Sudah sudah, aku yakin kamu kuat kok, ada aku disini, jadi jangan menganggap kalau kamu sendirian oke" ucap Syafa menautkan jari kelingkingnya.
"Okee, terima kasih yaa Sya udah support aku disaat kayak gini, aku bener bener gak bersemangat dan butuh dukungan juga, aku janji gak akan terlarut dari kesedihan ini" ucap Putri lalu menautkan juga jari kelingkingnya kepada jari kelingking Syafa.
****************
Di Kantin
Saat mereka sudah sampai dikantin, mereka berdua melihat ada 1 meja yang masing, mereka pun buru buru menghampiri meja tersebut, karena semua meja meja sudah penuh.
Tiba tiba saat ingin duduk, ternyata sudah keduluan dengan orang yang tiba tiba sudah duduk dibangku itu Saat ditoleh dammmnnn siapa tebak???
Yaps itu adalah Putra, Putra saat ini menduduki tempat yang awalnya akan Syafa dan Putri tempati.
"Pergi lo berdua, ini tu udah jadi tempat duduk gw" ucap Putra diikuti Ella yang duduk disebelahnya.
"Siapa mereka??? ooo aku baru inget mereka satu kelas dengan kita juga yaa???" tanya Ella.
"Iya mereka berdua memang satu kelas dengan kita" ucap Putra.
"Gw gak tau harus ngomong apalagi, gw bener bener m**k lihat wajah lo, dan sekarang gw mau kita PUTUS, dan semoga bahagia, terima kasih rasa sakitnya" ucap Putri menekan kata putus lalu menampar Putra.
Putri lalu pergi dari sana, untungnya saat ia menangis ia sudah jauh dari kantin, jadi tidak apa yang melihat.
"Gw gak habis pikir sama lo, dan lo kak Arya, lo gak kasih tau ke gw apa apa, dan Mixel, gw mau kasih tau kalo Putri itu pacar Putra, jadi jangan seenaknya sama cowok orang, tapi itu kemarin kemarin, sekarang kan udah putus, PUAS LO" ucap Syafa teriak lalu pergi meninggalkan mereka dan mencari keberadaan Putri.
Sebenarnya Syafa sengaja memarahi Putra, karena dari kejauhan Syafa melihat Putri yang belum begitu jauh meninggalkan area kantin, jadi supaya Putri tidak curiga ia berkata seperti itu, dan untungnya mereka semua juga menyadari kalau Putri masih berada tak jauh dari sana.