
Disebuah apartemen ada seorang Perempuan yang sangat cantik, tubuhnya bak gitar spanyol, putih, tinggi, rambut sebahu.
Tut tut tut
Ia menghubungi seseorang di seberang sana, tetapi seseorang itu tidak mengangkat telfon nya.
"Dimana sih kamu Ya,k ok gak angkat telfon aku, segitu marahnya kamu sama aku sampe sampe kamu gak angkat telfon aku" gerutu wanita tersebut.
Tut tut tut
"Hallo Nona muda" ucap seseorang disebrang sana.
"Aku mau kalian selidiki dimana Arya" ucapnya.
"Baik nona muda" ucap seseorang disebrang sana.
"Kirim secepatnya informasi dan yang Arya lakukan" ucap nya tegas.
"Baik nona muda" ternyata yang ditelfon wanita tersebut ialah salah satu anak buah nya yang sedang ia perintah.
Ting
Tak lama para pengawal nya pun memberikan informasi dan kabar akhir akhir ini serta aktifitas Arya, perempuan itu nampak terkejut dengan informasi yang didapat anak buahnya.
Ia pun tersenyum devil, "emmm jadi kamu udah tunangan ya, tunggu aja tanggal mainnya jika aku tak bisa memiliki mu lagi maka aku tidak akan merelakan kamu dimilik orang lain" ucapnya penuh amarah.
Disatu sisi kini Syafa sudah bersiap siap untuk mendaftar kuliah ke kampus yang dituju bersama Arya, Putra, dan Putri.
"Eh Sya, lu mau ambil jurusan apa??" tanya Putri.
"Emmm aku juga bingung, mungkin
manajemen" ucap Syafa.
"Wah berarti kita sama dong" ucap Putra.
"Loh yang bener??" tanya Arya.
"Iya bener banget" ucap Putri.
Mereka semua selesai mengurus berkas berkas yang di perlukan, tinggal lah besok mereka bisa mulai belajar.
Keesokan harinya mereka berempat sudah mulai memasuk kedalam ruangan kelas, tidak ada ospek ospek seperti biasanya. Karena kampus yang mereka pilih termasuk kampus favorit yang jarang sekali ada ospek seperti kampus biasanya.
Mereka semua mengikuti pelajaran yang dosen ajarkan dan tak lama kemudian ada wali kelas masuk.
"Permisi Pak, maaf mengganggu" ucap Bu Dosen.
"Iya gpp Bu, ada apa ya??" tanya Pak Dosen.
"Jadi gini Pak, ada siswi baru dikelas saya, itu sebabnya saya kesini Pak" ucap Bu dosen.
"Owh iya Bu silahkan" ucap pak dosen ramah.
"Ehem baiklah semuanya ibu mau menyampaikan bahwa kalian semua mendapatkan teman baru, ayok kamu silahkan masuk" ucap Bu dosen.
"Hay semua, perkenalkan namaku Meme Pradita" ucap Meme sambil melirik kearah Syafa.
Wah cantik banget siswi baru
Neng meme mau ngak jadi pacar aa
Aduh cantik banget ndak kuat abang neng
Mau dong daftar jadi pujaan hati
Ya begitulah para siswa laki laki
Berbeda dengan Arya dan Putra, mereka melihat Meme dengan tak suka. 'Ngapain sih perempuan itu muncul lagi, belom puas apa yang dia lakukan ke gw' batin Arya sinis menatap Meme.
'Cewek ular kembali lagi, pasti akan ada sesuatu ini, aku harus bilang ke Putri agar bisa membantu Syafa jika ada sesuatu dengan Arya' batin Putra.
Setelah memperkenalkan diri Meme menuju bangku kosong dimana ia bisa duduk di sebelah bangku dibelakang pojok kiri, sedangkan Arya Cs di bangku belakang pojok kanan, Putri dan Syafa didepan mereka.
Tak lama bel pun berbunyi tanda pelajaran sudah berakhir dan waktunya istirahat.
****************
Di Kantin
"Hay, aku boleh gabung disini enggak?? soalnya udah penuh tempat duduk yang lain" tanya Meme.
"aboleh boleh silahkan" ucap Syafa ramah.
"Ngapain lo duduk bareng kami, sana pergi, kalau gak ada tempat duduk mending lo makan di kelas gak usah gabung sama kita" ucap Putra dingin.
"Me, maaf ya atas kelakuan Arya yang kayak gitu" ucap Syafa enggak enak hati.
"Iya maaf juga atas perlakuan Putra ya" Ucap Putri juga.
"Sans aja kalik" ucap nya terpaksa tersenyum.
"Yaudah kami pamit dulu ya Me" ucap Syafa melangkah pergi dan disusul Putri.
'Liat aja lo berdua gak bakal bisa hidup bahagia, gw gak rela lo di miliki perempuan itu, masih cantikan gw kalik' batin nya sambil melirik kearah Syafa dan Putri yang sedang menyusul Arya dan Putra.
"Gue akan kasih pelajaran buat lo lo semua tunggu aja tanggal mainnya" ucap nya sinis lalu pergi meninggalkan kantin.
****************
Di Taman Kampus
"Kak, kenapa tadi kok pergi??" tanya Syafa.
"Kak" Panggil nya sekali lagi namun tak ada sahutan.
"Kak, coba cerita kalo ada sesuatu, aku gak mau diantara kita ada rahasia" ucap Syafa.
"Dia mantanku" ucap Arya dingin.
"APA" ucap Syafa kaget "kakak gak pernah tu cerita tentang kehidupan kakak, terus kenapa tadi kakak pergi??" tanya Syafa sekali lagi.
"Gak mood" ucap Arya dingin.
"Kak, jujur deh sama aku, aku gak mau diantara kita ada rahasia rahasia an" ucap Syafa lembut.
"Hem huftttttt" ucap Arya menarik nafas panjang dan menceritakan semuanya tentang siapa itu Meme.
Flashback
Di restoran mewah ada seorang laki laki muda yang dimabuk asmara, ia menunggu pacarnya datang, walaupun mereka masih dibangku kelas 10 tapi mereka tidak terlihat masih anak SMA, yaps bener itu ialah Arya Wijaya Kusuma.
Ia menunggu seseorang yang tak lain adalah Meme Pradita, kekasihnya yang sudah 3 tahun menjadi pacarnya.
Ia menunggu sampai larut tapi sang kekasih tidak kunjung datang, akhirnya ia memutuskan untuk pulang, padahal ia sudah membawakan kesukaan kekasihnya yaitu Bunga dan coklat, karena hari itu hari dimana mereka resmi 3 tahun.
Diperjalanan pulang menuju Apartemen nya ia melihat dengan mata kepalanya, disebuah restoran dekat apartemen nya ia melihat sang kekasih sedang bersama pria lain.
Meraka makan bersama begitu romantis dan setelah itu mereka pergi ke taman kota, Arya masih mengikuti gerak gerik kekasihnya tanpa kekasihnya tau.
Ditaman itu ia melihat sang kekasih sedang berc**man dengan pria itu, karena taman yang sepi efek larut malam akhirnya mereka berdua pun tidak terganggu.
Mereka begitu menikmati nya, begitu lama berc**man sang lelaki menggendong kekasih Arya kedalam mobilnya, bahkan berjalan kemobil c**man itu belum dilepas mereka.
Arya menahan emosi yang berkecamuk, ia masih mengikuti kemana mereka pergi, dan mereka pergi ke sebuah Hotel dan kalian pasti paham lah.
Sebenarnya Arya itu pindahan, ia pindah ke kotak kelahiran nya lagi, setelah kejadian itu ia memutuskan untuk kembali pulang kerumah orang tua nya, karena ia berada dikota itu hanya ingin mengikuti sekolah yang kekasihnya tuju, ya dia malah di patah kan hatinya oleh sang kekasih, itu sebabnya dia pindah ke kota kelahirannya kembali.
Sebab itu alasan ia membenci Meme sampai
sekarang, apalagi sekarang Meme kembali
lagi, jangan ditanya mengapa Putra bisa tau??
Karena Arya pergi ke kota itu bersama Putra, bahkan mereka sudah kayak Parasut kemana mana selalu bareng, Syafa pun mangut mangut dan paham.
Kembali lagi ke Arya dan Syafa
"Aku gak mau kamu berteman dengan nya, dan jangan kasian dengan akting yang dia main kan, dia itu licik, dan di antara kita yang paling penting adalah Kepercayaan" ucap Arya tegas melihat kearah Syafa.
"Iya aku bakal nurut omongan kamu kak, ya semoga aja jika ada masalah kedepannya kita masih saling percaya satu sama lain" ucap Syafa melihat balik kearah Arya.
"Iya pasti sayang, ingat kita harus percaya satu sama lain oke" ucap Arya.
"Oke kak" ucap Syafa.
"Ehem ehem" deheman Putra dan Putri.
"APA" ucap Arya sinis.
"Santay bro santay" ucap Putra cekikikan.
"Sya ayok udah bell tu" ajak Putri.
"Yaudah ayok" ucap Syafa.
Putri pun udah tau mengapa Arya bersikap seperti tadi, karena Putra tadi sudah menjelaskan semuanya kepada Putri secara rinci dan Syukurlah akhirnya Putri mengerti.