
Saat ini Putri dan Syafa sedang berada didalam ruangan Ella, terlihat Ella mash terbaring dengan beberapa alat medis yang masih berada ditubuhnya.
Putri perlahan-lahan mendekati brankar dimana Ella sedang menutup matanya seperti enggan untuk membuka mata.
"Halo Ella, maafin aku ya karena kalau gak karena aku kamu gak akan seperti ini, aku kangen banget sama kamu, kamu cepet bangun yaa, temen temen bahkan abang kamu juga nungguin kamu bangun tau. Ooo iya, waktu kemarin kita cari pendonor buat kamu kami bingung, syukurlah ada Azil yang mau mendonorkan darah untuk kamu, Azil itu baik tau Ella, aku yakin kalau kamu sudah sadar kamu pasti juga senang mendengar ini, yaudah aku pamit dulu ya, cepat bangun Ella" ucap Putri sambil menghampiri Syafa yang duduk di Sofa.
Dari tadi Syafa hanya melihat obrolan Putri kepada Ella yang masih enggan untuk membuka mata, ia sengaja sedikit menjauh karena ingin memberikan waktu untuk Putri dan Ella walaupun Ella masih belum membuka mata.
"Udah udah, kita doain yang terbaik aja untuk Ella supaya cepat sadar" ucap Syafa lalu merangkul Putri keluar dari ruangan itu.
Sesampainya diluar Putra langsung menghampiri Putri dan memeluknya erat. "Udah ya, gak usah merasa bersalah terus, Ella pasti juga marah kalau kamu kayak gini, sekarang ayo aku anter pulang" ucap Putra.
"Gak usah Put, aku pulang sendiri aja, kasian Ella kalau sendirian" ucap Putri.
"Kamu anterin Putri aja, aku sama Arya disini dulu jagain Ella sambil nunggu Azil datang" ucap Syafa.
"Yaudah kalau gitu, aku titip Ella ya Sya, bro" ucap Putra lalu menggenggam tangan Putri untuk mengantarkannya pulang.
Setelah kepergian Putra juga Putri, Syafa memilih duduk di kursi depan ruangan Ella sambil bersandar di pundak Arya.
"Kasian banget ya kak, pasti Putri merasa bersalah banget, gak tega aku, tadi aja didalam dia kayak menyesal banget" ucap Syafa.
"Ya pasti itu, kamu harus nguatin Putri terus ya, aku yakin dia masih gelisah memikirkan Ella yang masih belum membuka matanya" ucap Arya.
"Iya kak pasti itu" ucap Syafa.
Tak lama ada suara langkah kaki mendekati mereka, ternyata itu Azil yang baru saja sampai disana dengan membawa tas ransel juga ada beberapa Snack didalam kantong plastik.
"Sorry ya gw lama, tadi sambil mampir ke toko dulu beli snack sama makanan instan" ucap Azil.
"Gak apa apa, santay aja kalik, ooo iya tadi Putra masih nganter Putri pulang, jadi kita di minta tolong buat disini dulu sambil nunggu lu dateng" ucap Arya.
"Ooo iyaa, maaf ya jadi lama, kan sekarang gw udah dateng, kasian juga itu cewek lu kayaknya capek banget, gak apa apa kalau mau pulang" ucap Azil.
"Yaudah kalau gitu kita pamit dulu" ucap Syafa lalu diangguki Azil. Setelah kepergian Arya dan Syafa dari ruangan itu, Azil pun memasuki ruangan yang dimana Ella masih tetap belum membuka matanya.
Azil menaruh baju baju gantinya di lemari kecil yang berada disana, karena itu ruangan VVIP jadi tersedia lemari kecil pakaian serta kulkas kecil untuk menyimpan makanan.
Setelah selesai menaruh pakaian, Azil menghampiri Ella yang masih saja setia menutup matanya.
Sambil menatap perempuan yang ia cintai Azil memegang tangan Ella yang terpasang selang infus. Azil menggenggam dan menatap Ella, berharap Ella cepat membuka mata segera.
Lama menatap Ella akhirnya ia tertidur pulas, kepala nya ia taruh di pinggir brankar Ella.
Di suatu perkebunan teh yang hijau nan sejuk, Azik berjalan sambil menghirup udara sejuk disana. Tiba-tiba matanya melihat perempuan yang tak asing baginya, jarak antara dirinya dan perempuan itu tak jauh, perempuan itu sedang memetik teh tersebut.
Karena penasaran Azil mulai melangkah menghampiri perempuan itu, karena seperti tidak asing dengan perempuan tersebut.
Sesampainya di sana Azil sedikit terkejut, kenapa??? Karena perempuan itu adalah...
"Ella" ucap Azil sambil tersenyum kearahnya.
"Heyyy Azil" sapa balik Ella dengan senang.
"Aku nyaman disini Zil, aku suka disini, disini itu tenang, sejuk, dan lihatlah perkebunan teh ini, sangat indah sekali. Dari dulu aku pengen ke perkebunan teh, tapi belum kesampaian" ucap Ella sedih.
"Heyyy, jangan sedih lagi, aku bisa ajak kamu semau mu kok, tapi ayo pulang plissssss, kasian Putra, Putri, Syafa dan yang lain nungguin kamu" ucap Azil sambil memegang tangan Ella.
"Aku masih mau disini Zil, kamu kalau mau pulang duluan aja" ucap Ella sambil melanjutkan memetik pucuk teh.
"Kamu gak kasian sama Putri? Dia nangis terus karena merasa bersalah, dia khawatir dengan keadaanmu, apalagi kamu gak mau pulang" ucap Azil.
"A-aku m-mau pulang" ucap Ella akhirnya luluh sambil menangis.
"Udah udah jangan nangis, sini" ucap Azil menarik Ella kedalam pelukannya dan memeluknya erat.
"Makasih ya Zil, kamu baik banget sama aku" ucap Ella.
"Tentu, karena kamu cewekku" ucap Azil terkekeh.
"Apaan gak ada romantis nya, tiba tiba jadi cewekmu, gak asik" ucap Ella.
"Yaudah makanya ayo pulang dulu, nanti aku buat yang romantis khusus untuk tuan putri pujaan hati" ucap Azil.
"Gombal dasar buaya" ucap Ella.
"Gombal ke calon pacar gak salah" ucap Azil tersenyum manis.
Di tempat lain
"Permisi mas, mas" ucap Suster membangunkan Azil.
"Eh eh iya sus kenapa?" tanya Azil.
"Kami ingin mengecek kondisi pasien, soalnya tadi saat menggantikan infus tangan pasien bergerak" ucap Suster.
"Baik sus, saya tunggu diluar" ucap Azil lalu berjalan keluar ruangan. Diluar Azil berjalan bolak-balik sambil memikirkan mimpinya tadi.
(Yang garis miring itu tadi perumpamaan kalau si Azil itu mimpi yaa, terima kasih jangan lupa vote dan like nya readers kuu).
Setelah beberapa menit akhirnya suster dan dokter keluar, lalu dengan cepat Azil menghampiri dokter dan suster.
"Bagiamana dok keadaan Ella?" tanya Azil.
"Syukurlah kondisi pasien kini kian membaik, sebentar lagi pasien akan membuka mata" ucap Dokter.
"Baik terima kasih dok" ucap Azil lalu diangguki dokter dan dokter pun meninggalkan ruangan itu.
Azil langsung masuk ke dalam ruangan itu dan kembali duduk di kursi tersebut sambil menggenggam kembali tangan sang kekasih.
"Heyy, ayo bangun, tadi katanya mau pulang, aku nungguin kamu terus disini, aku janji kalau kamu udah bangun nanti kita jalan jalan ke perkebunan teh sebanyak yang kamu mau, dan aku pasti akan jagain kamu terus" ucap Azil sambil mencium tangan Ella lama.
Karena lama mencium tangan Ella sampai membuat Azil tak sadar bahwa ada tangan yang mengelus kepalanya. Siapa kah itu???? Coba tebak.