
Saat ini Syafa, Putri serta Meme dan yaa pastinya Putra dan Arya sedang berjalan menuju ruang kelas mereka.
Meme sudah masuk seperti biasanya, dan sekarang Meme berteman baik dengan P2 serta Arya dan Syafa.
Di tengah perjalanan mereka, tiba tiba ada Nizar yang dengan santay nya menghampiri kelimanya, padahal dari jauh sudah di tatap horor oleh Putra.
"Pagi Put" ucap Nizar sambil melihat kearah Putri.
"Ya" bukan Putri yang menjawab melainkan Putra.
"Gw gak nyapa lo" ucap Nizar.
"Salah gw apa? kan lo sendiri yang sebut Put, ya gw gak salah lah, kan nama gw Putra" ucap Putra.
"Ya tapi bukan lo, gw nyapa Putri" ucap Nizar.
"Apa apaan lo nyapa cewek gw, minimal tu cari cewek sana, gak usah ganggu hubungan orang, malah lo kayak jadi benalu buat kami, cih punya malu dong" ucap Putra meledek Nizar.
"Apa buktinya kalau lo sama Putri punya hubungan?" tanya Nizar.
"Nih" tunjuk Putra pada jari manisnya dan jari manis Putri yang memiliki cincin yang sama seperti dirinya.
"Halah cuman cincin, selagi jalur kuning belum melengkung, masih bisa ditikung" ucap Nizar.
"Gak punya malu lo" ucap Meme sambil memukul perut Nizar.
"Dasar cewek kasar, berani beraninya lo mukul gw" ucap Nizar ingin membalas memukul Meme. Namun, ada yang mencekal tangan Nizar.
"Kak Bagus" ucap Meme lalu menghampiri di belakangnya.
"Jangan berani menyentuh cewek saya jika anda tidak mau berurusan dengan saya, anda PAHAM?" tanya Kak Bagus dengan nada tinggi.
"Kasih tau cewek lo tu, jangan main pukul aja, jadi cewek kok kasar banget" ucap Nizar.
"Lo tu yang gak punya malu, udah tau Putri punya pasangan, minimal NGACA WOYYY NGACA. Kalau gak punya kaca gw beliin" ucap Syafa yang ikut emosi.
"Cih, gw gak butuh bantuan lo" ucap Nizar.
"Lo pergi, cowok kasar, main tangan kayak lo gak pantes dapat cewek" ucap Putri yang kini ikut berbicara setelah menyimak perdebatan mereka.
"P-put, gw minta maaf, gw gak bermaksud kayak gitu" ucap Nizar menatap Putri.
"Lama lama mata lo gw congkel, pergi lo sebelum gw bunuh" murka Putra, karena dari tadi ia sudah menahan untuk tidak mengeluarkan amarahnya.
"Pergi sana benalu hus hus" ucap Syafa dan Meme berbarengan.
"Gw gak akan biarin lo semua hidup tenang" ucap Nizar lalu pergi meninggalkan mereka.
"Oke kami semua tunggu" ledek Arya yang masih sempat didengar oleh Nizar.
"Kak Bagus kok ada disini?" tanya Meme.
"Ada deh" ucap Kak Bagus sambil mencubit pipi Meme.
"EHEM, inget di lagi dikampus" ucap mereka berempat berbarengan.
"Haha maap maap, jadi kenapa bisa disini kak?" tanya Meme.
"Kakak sekarang jadi dosen kalian" ucap Kak Bagus.
"Waw keren keren" ucap mereka berlima bertepuk tangan.
"Sudah sudah, jam pertama kalian saya yang mengajar, jadi saya tidak mau kalian terlambat memasuki jam kelas saya" ucapnya lalu meninggalkan mereka.
Kak Bagus masih menjadi salah satu kepercayaan keluarga Arya. Tapi, setelah Kak Bagus menikah dengan Meme, ia mengisi waktu kosongnya menjadi dosen disana. Kenapa bisa secepat itu? karena kampus itu adalah donasi terbesar dari keluarga Arya, makanya ia dengan mudah untuk masuk kesana, lagi pula Kak Bagus juga lulusan S2 diluar negeri.
Singkat cerita Kak Bagus itu termasuk dari keluarga berada, ia awal mula bekerja dengan keluarga Arya karena tidak sengaja dahulu membantu keluarga Arya yang saat itu sedang tersesat di hutan, dan kebetulan Kak Bagus lewat bersama anak buahnya dan membantu menolong.
Selain itu, Kak Bagus juga lulusan S2 karena kepintarannya, dan Kak Bagus sudah dianggap seperti kakak dari 2A karena memang diantara anak buah yang lain, ialah yang paling di percaya dan Kak Bagus juga menganggap 2A dan yang lain seperti adiknya, walaupun kalau di lihat orang itu hanya sebatas anak buah dan bos, tapi beda dengan sudut pandang mereka.
****************
Di kelas
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Bagus Zeus Devara, disini saya menjadi dosen pengganti dosen sebelumnya, karena dosen sebelumnya sudah pensiun, maka dari itu saya yang menggantikan-."
"Pak Bagus udah punya cewek belum?" tanya siswi itu.
"Kamu belajar lagi ya tata cara sopan santun, kalau ada orang yang sedang berbicara jangan main asal potong, itu namanya tidak sopan" ucap Bagus tegas.
"Gila keren banget suami gw" ucap Meme yang masih bisa didengar oleh Putri dan Syafa.
"Iya iya tau kalau itu suaminya" ledek Putri.
"Iyaa siap Bu dosen" ucap Syafa.
"Itu yang belakang kenapa berbicara sendiri? saya paling tidak suka jika saya mengajar ada yang berbicara sendiri atau tidak mendengarkan saya, saya tidak segan-segan menyuruhnya keluar kelas untuk tidak mengikuti kelas saya, bisa dipahami?" tanya Bagus tegas.
"Bisa pak" ucap mahasiswa dan mahasiswi itu.
Setelah pelajaran selesai, Bagus pun meninggalkan ruangan kelas, sebelum pergi ia sempat menoleh kearah Meme sambil mengisyaratkan untuk mengikuti dirinya.
"Gaes, gw duluan yaa, suami gw manggil gw tu" ucap Meme lalu pergi.
"Oke Bu Dosen" ucap Syafa dan Putri berbarengan.
"Yaa keren sih Kak Bagus, bisa profesional gitu" ucap Putra.
"Ya kan harus profesional" ucap Arya.
"Halo gaes, ayok ngantin" sapa Ella.
"Gasss" ucap mereka berempat.
Ella satu kelas dengan mereka, namun duduknya pindah di sebrang pojok, jadi sedikit jauh dengan P2, Arya dan Syafa.
Mereka berdua menuju kantin yang sudah ramai dengan para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengisi perutnya.
Mereka duduk di tempat yang biasa mereka duduki, tidak ada yang berani duduk disana karena mereka semua yang ada disana sudah paham kalau itu tempat Dudi Arya dkk.
Sebenarnya mereka fine fine aja kalau ada yang duduk disana, tapi entah kenapa mereka semua pada enggak mau.
"Mau pesen apa?" tanya Putra.
"Seperti biasa aja" ucap para ciwi ciwi.
"Yaudah kami pesen dulu" ucap Putra dan Arya memesan makanan.
"El, kamu gak ada niat mau pindah tempat duduk bareng Meme gitu? kalau kamu di sebrang sana jauh loh kita" ucap Putri.
"Okedeh nanti aku pindah, bdw Meme dimana?" tanya Ella.
"Biasa, bersama dengan paksu nya" ucap Syafa terkekeh.
"Haha ada ada saja kalian ini" ucap Ella ikut terkekeh.
Tak lama Putra dan Arya datang, diikuti dibelakang mereka makanan pesanan mereka semua.
Di lain tempat
"Buka mulutnya" ucap Bagus lalu menyuapi Meme.
"Kak Bagus gak makan?" tanya Meme.
"Kamu dulu aja yang makan, aku nanti gampang" ucapnya.
"GAK GAK, harus makan juga, sini aku suapin" ucap Meme mengambil alih sendok lalu menyuapi sang suami.
"Akhirnya kenyang juga" ucap Meme.
"Udah bel masuk tuh, buruan masuk gih" ucap Bagus.
"Yaudah aku masuk dulu yaa, bay" ucap Meme tak lupa menyalimi tangan suaminya itu.
"Belajar yang rajin istriku" ucap Bagus lalu mencium kening Meme. "Itu pipi kenapa merah?" goda Bagus.
"E-enggak ada kok" ucap Meme yang lalu keluar dari ruangan Bagus menuju kelas.
"Dasar pipi gak bisa diajak kompromi" ucap Meme ngedumel saat sampai dikoridor.