
Dirumah nenek dan kakek Arya
"Loh Bu, kok cucu ku ditarik telinga nya??" tanya Kakek.
"Biarin aja Pak, mereka itu dari tadi berdebat terus, akhirnya Ibu tarik telinganya" ucap Nenek melepaskan jeweran ditelinga mereka berdua.
"Tarik aja Bu telinga nya, memang mereka itu harus dikasih pelajaran sekali kali" ucap Mama mendukung sang Ibu.
"Mama tu, gak kasian apa sama Arga dan Abang" ucap Arga memelas.
"Biarin aja kalian, lagian siapa suruh molor terus dari tadi, Nenek sama Kakek sudah nungguin kalian, sedangkan yang di tunggu malah molor, pas bangun bangun malah berdebat" ucap Mama.
"Heheh iya si bener kata Mama, maaf in Arya sama Arga ya Kek, Nek" ucap Arya.
"Gak apa apa anak ganteng, udah sana kalian semua istirahat, besok pagi kita jenguk temen Kakek dan Nenek" ucap Kakek.
"Oke siap bos. Malam Kakek, Nenek, Mama, Papa" ucap Arga mencium pipi Kakek, Nenek serta kedua orang tuanya. Arya pun begitu setelah itu mereka masuk kekamar yang udah lama mereka tinggal.
Sedangkan diruang tamu masih ada Kakek, Nenek, Mama dan Papa mereka.
"Jadi gimana Bu tentang perjodohan Arya sama cucu teman Ibu??" tanya Mama Arya.
"Jadi dong Nak, anaknya sahabat kecil kamu itu yang mau Ibu jodohin sama Arya, dia anak yang baik, dia juga satu kota dengan kalian berdua, sekolah nya pun sekelas sama Arya" ucap Nenek.
"Loh kok baru bilang sekarang Bu, kalau begitu Dewi setuju banget buat jodohin Arya sama anaknya sahabat ku" ucap Mama Arya.
"Kamu gimana Nak setuju enggak??" tanya Kakek kepada Papa Arya.
"Setuju Pak, gimana baiknya, lagian kalau nungguin Arya entah sampai kapan" ucap Papa Arya.
"Besok temen Ibu dan Bapak itu yang mau kita jenguk cucunya juga datang kesana dan kita bisa bahas masalah perjodohan sekalian, karena itu sudah kami bicarakan sebelumnya" ucap Nenek memberitahu.
"Baiklah Bu, Pak. kami ikut saja" ucap Mama.
"Yaudah kalian istirahat sana, besok kita kesana" ucap Kakek.
"Iya sudah Pak, Bu, kami ke kamar dulu" ucap Papa berpamitan.
****************
Di sisi lain
"Gimana keadaan Nenek dan Kakek??, Syafa kangen" ucap Syafa memeluk Kakek dan Neneknya.
"Kakek cuman lagi kumat sakit jantung nya, udah berobat juga, besok insyaallah sudah sembuh" ucap Nenek.
"Iya cucu ku yang cantik, Kakek gak apa apa kok besok juga sembuh" ucap Kakek sambil tersenyum.
"Lain kali Kakek harus jaga kesehatan, Nenek juga, Syafa sayang kalian, Syafa sedih liat Kakek sakit" ucap Syafa.
"Kakek baik baik aja Cu, sudah istirahat sana sudah malem, besok teman Kakek dan Nenek datang jenguk" ucap Nenek memberitahu.
"Iya Nenek, Kakek, Syafa istirahat, Syafa kekamar dulu" ucap Syafa tak lupa berpamitan juga kepala Mama dan Papanya.
Setelah kepergian Syafa, saat ini diruang tamu ada Kakek, Nenek, dan kedua orang tua Syafa, mereka berempat membicarakan tentang besok.
"Besok apa jadi Pak, Bu, jodohin Syafa dengan anak sahabat ku??" tanya Mama Syafa.
"Jadi Nak, besok insyaallah mereka kesini sekalian kita membahas itu" ucap Nenek.
"Iya sudah Bu, Pak. Kami ikut saja bagaimana baiknya" ucap Papa.
"Yaudah kalian istirahat sana pasti capek perjalanan jauh" ucap Kakek.
"Bapak sama Ibu juga istirahat pasti capek nungguin kami dari tadi" ucap Mama.
"Yaudah sekarang istirahat semuanya, besok pagi kita bahas lagi" ucap Nenek bersemangat.
Mereka semua pergi kekamar masing masing, dan besok adalah hari dimana yang sudah lama di nanti nanti oleh semuanya.
****************
Keesokan harinya
Kringggggg
Itu sudah menjadi kebiasaan Syafa jika berada dirumah Neneknya, ia selalu menemui Neneknya setelah sholat subuh.
"Pagi Nek" ucap Syafa sambil mencium pipi Nenek.
"Pagi juga Cu" ucap Nenek.
"Emm Nek, Syafa pengen jalan jalan Nek, kangen sudah lama gak pernah jalan jalan lagi disini" ucap Syafa.
"Boleh Cu, kamu masih hafal enggak jalan nya??" tanya Nenek.
"Syafa sedikit lupa Nek, Syafa jalan jalan deket sini aja Nek, gak jauh jauh kok" ucap Syafa.
"Yaudah kamu hati hati yaa cu" ucap nenek.
"Iya sudah Nek, Syafa berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap Syafa menyalimi tangan Neneknya.
"Wa'alaikumussalam wr. wb Cu" ucap Nenek.
Setelah berpamitan dengan Nenek, Syafa keluar rumah untuk jalan jalan, karena udara disana masih sangat sejuk. Suasana pedesaan memang berbeda dengan dikota, makanya udara disana masih sejuk kalau pagi hari, sudah lama ia tidak pernah lagi menghirup udara seperti ini.
****************
Dirumah Nenek Kakek Arya
"Nek, Arya mau jalan jalan dulu di daerah sini ya, Arya pengen banget jalan jalan lagi, sudah lama Arya gak jalan jalan" ucap Arya.
"Iya Cu kamu hati hati, jangan nyasar" ucap Nenek bercanda.
"Iya dong Nek, Arya kan gak pikun hehe, Arya berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap Arya menyalimi tangan Nenek.
"Wa'alaikumussalam wr wb Cu" ucap nenek.
****************
Di jalan
"Huumm sejuk banget udaranya, jadi betah disini, udah lama gak ngerasain kayak gini" gumam Syafa merenggangkan otot otot nya dan menutup mata.
Tiba tiba brukkkkkkkkk "Arrggggghhhhhh, siapa sih lo, punya mata gak??" tanya orang tersebut.
"Ehhh maaf maaf aku gak sengaja, aku gak liat ada kamu" ucap Syafa menunduk.
Coba tebak siapa dia??? Yap betul siapa lagi orang itu kalo bukan si Arya "loh lo, Syafa kan??" tanya Arya memastikan.
Syafa pun mengangkat mukanya "Arya" ucap Syafa kaget melihat orang yang berada didepannya.
"Lo kok ada disini sih, dimana mana pasti ketemu lo. Gak di sekolah, di jalan, di sini" ucap Arya.
"Yaelah mana gw tau, lo juga tu, dimana mana gw ketemu lo" ucap Syafa tak kalah sewot.
"Bdw lo ngapain disini, atau jangan jangan lo ngikutin gw ya" ucap Arya percaya diri.
"Dih geer banget, gw kesini ngunjungin Nenek dan Kakek gue yang lagi sakit" ucap Syafa.
"Loh kok sama, gw juga kesini ngunjungin Nenek Kakek gw" ucap Arya.
"Eh lo kok banyak omong, disekolah lo dingin banget gak kayak gini" ucap Syafa heran, pasalnya Arya yang disekolah jarang banyak ngomongnya.
"Yaelah sewot aja, terserah gw dong mau kayak gimana" ucap Arya "Owh ya lo mau kemana??" tanya Arya.
"Gw mau jalan jalan daerah sini, tapi rada lupa soalnya udah lama gak kesini" ucap Syafa sambil menoleh kearah kanan dan kiri.
"Yaudah sini bareng sama babang Arya wkwk" ucap Arya SKSD (Sok Kenal Sok Dekat).
"Dih babang babang, babang pala lo peyang" ucap Syafa.
"Yaudah kalau gak mau ikut mah, tihati tadi gw habis liat mbak kun- ucap Arya tak melanjutkan kalimatnya dan langsung pergi meninggalkan Syafa.
"Eh eh Arya tunggu, gw ikut" ucap Syafa mengejar Arya.
"Tadi katanya gak mau ikut" ledek Arya.