ARFA

ARFA
Part 38 (Ujian sekolah)



Seminggu kemudian Ella sudah kembali pulih, saat ini ia masih berada di kamarnya. Hatinya sangat ini berdetak dengan kencang karena hari ini ia berangkat sekolah di jemput oleh Azil.


📞 "............."


📞 "Iya aku otw ke bawah sekarang"


Setelah menerima telfon, Ella langsung pergi ke bawah, dan benar di depan pagar sudah ada Azil yang menunggu menggunakan motor sport nya.


"Hayyy" ucap Ella.


"Heem, lama banget" ucap Azil.


"Yaudah kalau gitu aku naik taksi aja" ucap Ella yang bete.


"Eh enggak enggak bercanda, yaudah ayok" ucap Azil. Sedangkan Ella masih membuang muka ke samping tak mau menoleh ke arah Azil.


"Heyyy, aku bercanda tadi, sebagai gantinya nanti pulang sekolah kita jalan jalan, aku traktir deh gimana?" tanya Azil.


"Hemmmm boleh deh gas" ucap Ella yang langsung kembali mood nya.


Azil lalu memakaikan helm yang ia bawa dari rumah untuk Ella, jantung Ella dan Azil sama sama berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


"Ini helm siapa?" tanya Ella.


"Itu helm aku, aku beliin untuk bunda, dan ya perempuan selain bunda yang memakai ini baru kamu aja" ucap Azil.


Mendengar ucapan dari Azil tersebut membuat Ella tiba tiba salah tingkah sendiri, pipinya yang tadinya biasa saja, jadi semerah tomat.


"Cieee salting nih" goda Azil.


"Ih apaan sih enggak ya" ucap Ella mengelak.


"Yaelah tinggal bilang ia susah amat sih" ucap Azil.


"Azilllllll, yaudah ayo berangkat keburu telat ntar" ucap Ella.


"Yaudah ayo, jangan lupa pegangan" ucap Azil. Tapi, bukannya menuruti kata kata Azil, Ella malah tidak berpegangan.


Karena merasa Ella tidak berpegangan pada dirinya, ia melajukan motornya lalu mengerem secara mendadak.


"Ih dasar modus" ucap Ella yang langsung berpegangan pada pinggang Azil.


"Gitu kek dari tadi, pake acara malu malu segala" ucap Azil sambil melihat Ella dari kaca spionnya.


"Ishhhh udah, ayo keburu telat kita" ucap Ella yang diangguki oleh Azil.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan dari keduanya, hingga sampailah mereka berdua di parkiran sekolah. Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.


"Cieeeee kak Ella sama kak Azil" ucap siswi perempuan yang ternyata itu Keyla dan di sampingnya ada Arga yang sedang menggandeng tangannya.


"Apaan sih Key" ucap Ella malu malu.


"Salting nih ya, kak Azil liat tu kak Ella salting" goda Keyla lagi.


"Shttt udah udah, ayo buruan masuk ke kelas, keburu bel nanti" ucap Azil lalu menggandeng tangan Ella.


"AAAAA soswite" ucap Arga dan Keyla bersamaan. Sedangkan, Ella dan Azil sudah sedikit jauh tapi masih mendengarnya.


"Loh, kok ke ruangan aku? Bukannya ruangan kamu di pojok ya?" tanya Ella bingung.


"Dasar, apa salahnya sih nganterin ceweknya dulu ke ruang ujiannya" ucap Azil sambil mengacak-acak rambut Ella.


"Gombal" ucap Ella memalingkan wajahnya.


"Lah malah di kira gombal, aku serius tau" ucap Azil makin membuat pipi Ella bersemu merah.


"Udah udah, sana ke ruangan kamu aja, keburu ada pengawas nanti" ucap Ella masih memalingkan wajahnya.


"Perhatian banget si ceweknya Azil, aku gak bakal ke ruangan ujian kalau kamu masih memalingkan wajah seperti itu" ucap Azil.


"Nih, udah kan, buruan ke ruangan kamu sana" ucap Ella mendorong Azil, namun Azil tidak bergerak sama sekali.


"Nanti ngerjainnya yang bener ya, jangan buru buru, jangan lupa berdoa, semangat hari pertama ujiannya" ucap Azil lalu mencubit pipi Ella.


"Iyaa, kamu juga semangat" ucap Ella.


"Nanti sebelum aku jemput ke ruangan kamu jangan keluar ya, tunggu sampai aku datang" ucap Azil.


"Ahahaha makin lucu, yaudah babay cewekku" ucapnya lalu lari ngibrit sebelum kena cubitan Ella.


"AZILLLLLL" teriak Ella.


"Ada apa si?" tanya Putri yang diikuti oleh Syafa di belakangnya.


"Itu tu si Azil iseng banget" ucap Ella.


"Halah, iseng iseng gitu kamu suka" ucap Syafa lalu tertawa di ikuti Putri.


"Ish, kalian berdua sama aja kayak Azil, yaudah ayo tu pengawas jalan ke sini" ajak Ella.


Lalu mereka pun memasuki ruangan yang sama, kebetulan Syafa, Putri juga Ella satu ruangan yang sama.


Hanya saja berbeda tempat, kalau Ella berada di barisan tengah pinggir, kalau Putri di tengah tengah, dan Syafa si barisan kedua dari belakang.


Setelah berkutat lama dengan ujian yang sangat amat menguji kesabaran, akhirnya bel istirahat pun berbunyi.


"Ayo kantin" ajak Putri.


"Sebentar, beres beres dulu" ucap Ella.


"Widih, pangerannya Ella sudah ready tuh di depan pintu dari tadi" goda Syafa.


Karena namanya di sebut, Ella pun lalu melihat ke arah pintu, dan benar saja, di sana sudah ada Azil yang bersender dengan tangan berada di saku kanan.


"Cieee cieee" goda Putri.


"Kapan nih jadian, kok gak ada info info" ucap Syafa masih terkekeh diikuti Putri.


"Siapa juga yang pacaran, kita aja gak pacaran" ucap Ella.


"Zil, itu si Ella pengen cepet cepet di kasih kepastian, daripada kayak gini gak ada statusnya" teriak Syafa yang langsung di bekap mulutnya oleh Ella.


"Enggak kok" teriak Ella.


"Enggak salah kok Zil" tambah Putri.


"Ish kalian mah" ucap Ella yang langsung menghampiri Azil meninggalkan mereka.


"Cieeee di samperin" kompak Syafa dan Putri.


Lalu, mereka berdua menyusul ke depan pintu, ternyata di bangku depan ruangan sudah ada Arya dan Putra yang juga menunggu.


"Hayyy kak" sapa Syafa.


"Hem" ucap Arya yang langsung menggandeng tangan Syafa.


"Ada apa kok teriak teriak tadi?" tanya Azil pada Ella.


"Enggak ada kok hehe" ucap Ella.


"Ella itu kalau salting kayak gitu Zil" ucap Putra sambil menggandeng tangan Putri.


"Kakkkkk udahhh" ucap Ella. Sedangkan mereka hanya tertawa melihat Ella yang malu malu itu.


Hanya Ella dan Azil yang tidak bergandengan tangan, tapi jarak mereka sangat dekat walaupun tidak bergandengan tangan.


Tiba-tiba di jalan ada seseorang yang tak sengaja menabrak Ella saat ingin masuk kantin.


Beruntung ada Azil yang dengan sigap menarik tangan Ella, jadi Ella tidak terkena minuman yang seseorang bawa itu.


"Hati hati dong bro kalau jalan, gak lihat apa di sini ada orang, kalau tadi itu kena gimana?" ucap Azil.


"Udah gak apa apa kok" ucap Ella.


"Sorry bro, tadi gw kepleset" ucapnya lalu pergi.


"Kamu gak apa apa kan?" tanya Azil.


"Seperti yang kamu lihat, aku tidak apa apa" ucap Ella.


"Yaudah ayo, keburu masuk" ucap Azil yang langsung menggandeng tangan Ella erat, Azil tak ingin kalau kejadian seperti tadi terulang kembali.