
Di Taman Kampus
Saat ini Syafa sedang menemani Putri ditaman kampus, Putri akan menjelaskan ada apa tentang dirinya dan Putra sehingga sampai tidak saling sapa.
"Jadi awalnya itu kayak gini" ucap Putri mulai menceritakan.
Flashback
Saat ini hujan turun dengan disertai angin kencang yang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan listrik padam.
Putri saat ini mulai keluar dari SMA yang pernah ia sekolahi, Putri mengajar ekstrakurikuler bela diri disekolah itu. Saat diperjalanan ia berhenti ke cafe terdekat karena perutnya yang sudah lapar.
Setelah memesan makanan ia melihat lihat kearah cafe, dan tatapannya menatap dua sejoli yang ternyata sedang bercanda dan suap suapan makanan.
Mereka keasikan bercanda ria, hingga sampai tak menyadari kalau dari tadi Putri melihat dengan tatapan marah.
Yaps itu adalah Putra, Putra sedang berada seorang perempuan, kalau dilihat memang mereka berdua seperti orang pacaran karena mereka terlihat sangat romantis.
Bagaimana tidak terlihat romantis, sedangkan Putra memakai jas hitam lengkap, dan perempuan itu memakai gaun putih yang sangat elegan dan pas di tubuhnya.
Disana Putra mengeluarkan kotak dari balik sakunya yang waktu dibuka ternyata itu adalah cincin yang sangat bagus.
Putri mengingat cincin yang tak asing baginya, sepertinya ia pernah melihat cincin itu bersama dengan Putra.
Itu adalah cincin yang dahulu waktu SMA pernah ia ingin beli bersama Putra. Namun, Putri menolaknya karena ia ingin saat Putra melamarnya bisa memakai cincin itu.
Tapi nyatanya sekarang apa??? Cincin itu sudah Putra kasihkan kepada orang lain, bahkan cincin yang pernah ia dan Putra ingin beli untuk acara istimewa mereka, saat ini malah dikasihkan kepada perempuan lain.
Sakit??? Jelas sangat sakit, bagaimana tidak sakit kalau cincin yang selama ini sudah mereka nanti nanti dikasihkan orang lain.
"Kamu jahat Put, kamu mengingkari janji kita yang dulu, kamu dulu janji akan menjaga cincin itu sampai kamu melamar aku menggunakan cincin itu, sekarang apa??? kamu malah bersama dengan perempuan lain, apalagi aku melihat langsung, tega kamu Put" ucap Putri lalu meninggalkan mereka berdua dengan air mata membahasi pipinya.
"Jadi kayak gitu ceritanya Sya" ucap Putri.
"Kamu gak coba nanya dulu ke Putra itu siapa??? Siapa tau adek sepupu atau kakaknya kan bisa jadi" ucap Syafa.
"Harus dia yang jelasin, disitu juga dia sempat melihat ada aku yang melihat mereka berdua, masak ya dia gak ada inisiatif, yaudah sekarang aku biarin aja" ucap Putri.
"Saran ku semisal Putra nanti jelasin, coba kamu kasih kesempatan Putra buat jelasin, supaya ini biar clear gak ada yang salah paham atau gimana lagi" nasehat Syafa.
"Iya Syaa, untuk sekarang biarin aja dulu deh, aku gak mau mikirim itu, kalau dia sadar dia salah yaudah biarin dia yang duluan minta maaf" ucap Putri.
"Yasudah ia deh ia, sekarang ayok kita pulang, baru aja aku buka grub kelas katanya kita udah boleh pulang" ucap Syafa.
"Yukkk lah gasss kalau pulang mah" ucap Putri.
Mereka berdua berjalan menuju ruangan kelas untuk mengambil tas mereka, didalam kelas asa Putra dan juga Arya. Putra tak melihat kearah Putri karena sibuk memainkan ponselnya, lalu setelah Putri dan Syafa keluar dari kelas Arya menyenggol lengan Putra.
"Apaan sih bro???" tanya Putra.
"Itu tadi Putri lihatin kamu, tapi kamunya malah sibuk mainan ponsel" ucap Arya.
"Kenapa lo gak bilang sih bro, tapi gapapa sih supaya rencana ini juga berhasil, biar dia ngira seakan akan aku ada perempuan lain" ucap Putra.
"Hadeuh, iya juga sih bro, yaudah sekarang ayok ke basecamp, udah lama kita gak kesana" ajak Arya.
"Skuyyy lahhh, gw juga pengen ketemu anak anak" ucap Putra bersemangat.
Lalu mereka berdua keluar dari ruangan kelas menuju parkiran, dari kejauhan Putra dapat melihat kalau Putri masih belum pulang, ia berada tak jauh dari parkiran sedang melihat kearahnya. Namun, Putra yang melihat itu langsung saja membuang muka kearah lain.
"Tu kan Sya, Putra pasti ada hubungan sama perempuan itu, lihat aja tadi pas kita ambil tas dia sibuk sendiri dengan ponselnya, ini tadi pas diparkiran gak biasanya dia buang muka saat kami bertatapan" ucap Putri lesu.
"Sudah yang sabar aja, aku yakin ini bakal cepet kelar kok" ucap Syafa lalu mereka pun menuju parkiran untuk pulang kerumahnya masing-masing.
****************
Basecamp
Jadi disini Arya dan Putra memiliki satu club motor, yang dimana anggota club motor itu termasuk dalam anak buah dari keluarga Arya. Jadi, selain mereka menjadi anak club motor, mereka juga bekerja sebagai anak buah dari keluarga Arya.
"Hallo Bro, udah lama nih gak main main kesini" ucap Luffy yang diberi tanggung jawab oleh Arya untuk mengurus club motor tesebut.
"Ia nih bro, lagi banyak kegiatan aja wkwk" ucap Arya terkekeh.
"Yaudah sini sini duduk dulu" ucap Luffy.
"T-tolong k-kami" teriak seseorang dari luar basecamp.
Mereka yang berada didalam basecamp pun akhirnya keluar untuk melihat siapa yang teriak meminta tolong. Ternyata itu adalah Veelna salah satu anak buah/anggota club motor tersebut.
"Kamu kenapa??? kok bisa sampai babak belur seperti ini???" tanya Luffy.
"H-haikal??? tanya Arga yang baru sampai di basecamp tersebut.
"Kenapa lo kenal dek???" tanya Arya.
"Gw sama dia ada konflik, karena dia deketin cewek gw, ya gw gak terima lah, cupu kalau balas dendam lewat anggota kita" ucap Arga.
"Bocah ingusan udah dewasa ternyata, guud job brother, yaudah ayok mau diselesaikan kapan???" tanya Arya.
"Sekarang, gw gak terima ada anggota kita yang diserang tiba tiba kayak gini" ucap Arga sambil emosi.
"Kumpulan anggota sekarang juga" ucap Putra tegas.
"Siap Bro" ucap Luffy lalu menghubungi semua anggota mereka. Tak butuh waktu lama mereka semua sudah lengkap datang ke basecamp.
Mereka pun berangkat menuju basecamp milik Haikal, mereka membawa semua anggota yang berada diberbagai tempat.
"Haikal, keluar lo, jangan bisanya nyerang anggota gw, cupu lo nyerang satu orang doang" ucap Arga sambil teriak.
"HAHAHA, kenapa nyariin gw??? lo mau bilang kalau Keyla itu jadi milik gw???" tanya Haikal sambil mengejek.
"Sia**n lo, sini kita duel, gw bakal habisin lo" ucap Arga langsung meninjau kearah Haikal.
Kini mereka semua sedang saling menyerang satu dengan lain.
Saat Arga ingin menonjok Haikal yang sudah babak belur, tangannya dicekal oleh seseorang dari belakang.
"Lepasin, siapa sih lo ganggu gw aja" ucap Arga lalu membalikkan badannya.
"Cupu lo, orang udah lemah kayak gini masih aja mau diserang" ucapnya.
"Oooo jadi itu adek lo, kakak adek sama aja, suka ngerebut cewek orang" ucap Putra.
"Maksud lo apa ya, ngerebut siapa??? gw gak merasa ngerebut cewek orang.
"Gak usah sok lupa lo, gw sebenernya cuman mau ngajak lo ngopi doang" ucap Putra lalu melayangkan tinju kearah Haikal.
"Sia**n lo, gw bakal bales kalian" teriak Haikal saat melihat anggota Arya yang ternyata mereka sudah pergi dari basecamp Haikal.
****************
Di apartemen Arya
Arya sempat lupa kalau saat ini ia sudah memiliki seorang istri, ia lupa kalau ia juga tinggal bersama Syafa.
"Loh kamu kenapa Kak, kok babak belur kayak gitu???" tanya Syafa panik.
"Enggak apa apa kok" ucap Arya.
"Yaudah sini aku obatin, kalau ada apa apa cerita" ucap Syafa sambil mengompres luka Arya dengan es batu.
"Tadi anggota kakak diserang sama anak buah Nizar, ya karena kami gak terima kami balas, kami datang ke basecamp mereka lalu kami memberikan mereka pelajaran" ucap Arya.
"Ooo jadi gitu, kak aku mau tanya boleh???" tanya Syafa.
"Iya boleh, mau tanya apa em" ucap Arya menatap Syafa.
"Ada apa dengan Putra, sampai sampai sikapnya berubah kepada Putri" ucap Syafa.
"Tapi kamu janji gak akan kasih tau Putri soal ini" ucap Arya.
"Iya aku janji kak" ucap Syafa sambil menautkan jari kelingkingnya.
"Jadi Putra itu sengaja membuat rencana seperti itu, karena untuk kasih suprise ke Putri, soalnya sebentar lagi Putri ulang tahun, dihari ulang tahunnya itu ia juga ingin melamar Putri" ucap Arya menjelaskan.
"Lalu bagaimana dengan perempuan itu, siapa dia???" tanya Syafa.
"Itu adalah sepupu Putra yang tinggal diluar negeri, kebetulan sepupunya bakal tinggal di Indonesia lagi, jadi Putra minta tolong untuk membantu rencananya" ucap Arya.
"Oooo gitu oke oke paham" ucap Syafa.
"Kakak berharap kamu jangan membocorkan ini kepada Putri, dan kemungkinan kamu juga bakalan ikut dalam prank ini" ucap Arya.
"Kok gitu???" tanya Syafa.
"Soalnya dari tadi kakak lagi telfonan dengan Putra" ucap Arya menunjukkan di jam tangan yang ia pakai bahwa ia sedang telfonan dengan Putra.
Syafa mengangguk paham, lalu setelah mengompres ia kembali ke kamarnya untuk belajar dan juga tidur, tadi mereka sudah sempat makan bersama.