
Kringggggg
Tak asing lagi mendengar suara alarm dari Syafa karena setiap hari selalu berbunyi nyaring di telinga.
Syafa pun terbangun setelah mendengar suara alarm nya, dan ia pun menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat subuh, tapi saat mengambil mukena ia baru sadar kalau lagi PMS.
Ia pun membersihkan tempat tidur serta menggunakan pakaian olahraga untuk joging pagi, udah jadi kebiasaan Syafa setiap selesai sholat subuh ia joging disekitar komplek.
Syafa pun menuruni anak tangga satu demi satu, setelah sampai dibawah ia menemui Mama nya yang sedang berada di teras sedang menyiram bunga.
"Assalamualaikum Ma" ucap Syafa menghampiri Mamanya.
"Wa'alaikumussalam wr wb Nak" ucap Mama.
"Ma, Syafa lari pagi dulu ya, hehe" pamit Syafa sambil menyalami tangan Mamanya.
"Iya nak hati hati" ucap Mama.
"Siap komandan" ucap Syafa langsung hormat, setelah berbincang dengan mama nya Syafa ke gerbang rumahnya dan pintu pun dibuka oleh satpam penjaga rumahnya.
"Pasti mau joging pagi ya non" ucap pak Harto satpam penjaga rumah Syafa.
"Hehe iya pak, bapak tau aja" ucap Syafa sambil berjalan.
"Hati hati non dijalan" ucap Pak Harto.
"Oke siap pak, Assalamualaikum" ucap Syafa keluar gerbang dan melambaikan tangan nya.
"Wa'alaikumussalam wr wb" ucap Pak Harto.
****************
Di Jalan
Syafa yang tak melihat kalo di depannya ada orang dia pun menabrak orang tersebut, Karena tadi Syafa sedang mengikat tali sepatu yang terlepas.
Aaarrrrggghhhhhhhh
Pekik mereka berdua, dan ternyata orang itu siapa hayo?? yaps bener banget orang itu adalah si Arya.
"Eh eh mana yang sakit??" tanya Syafa sambil melihat Arya.
"Cieee khawatir, hehe enggak ada kok cuman kaget aja" ucap Arya "eh tunggu, kok kamu udah di sini sih, baru aja aku mau kesana" ucap Arya.
"Hehe maaf ya tadi gak liat lagi ngiket tali sepatu soalnya, gak apa apa, lagi pengen cari udara seger" ucap Syafa.
"Hehe gpp kalik santay aja, kayak sama siapa aja, yaudah ayok mulai joging nya" ucap Arya.
"Yaudah ayokkk gassss" ucap Syafa Semangat, Arya hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
Mereka pun akhirnya joging pagi bersama mengelilingi komplek tempat tinggal mereka, tak terasa sudah pukul 06.00 pagi, akhrinya mereka pun kembali ke rumah masing masing.
Tetapi Arya kekeh mengantarkan Syafa sampai rumah, setelah berdebat akhirnya Syafa pun mengiyakan perkataan Arya.
****************
Dirumah Syafa
"Makasih ya udah nganterin sampe rumah, nemenin joging pagi juga hehe" ucap Syafa sambil terkekeh kecil.
"Iya santay aja, apa si yang enggak buat calon istri" ucap Arya terkekeh, disisi lain pipi Syafa udah bersemu merah bagaikan udang rebus.
"Emm ohh ya besok pas perpisahan kita kan siswa siswi nya berangkat duluan, baru orang tua masing-masing menyusul, nah kamu sama aku kan, aku jemput sekalian minta izin ke camer" Ucap Arya tertawa kecil sambil menggarukkan tengkuruknya yang tidak gatal.
"Boleh hehe, yaudah kalo gitu aku masuk dulu, mau mampir gak??" tawar Syafa.
"Enggak usah hehe mau pulang aja udah gerah nih mau mandi. Yaudah aku duluan, Assalamualaikum" ucap Arya sambil melambaikan tangan.
"Hati hati wa'alaikumussalam wr wb" balas Syafa melambaikan tangan.
Syafa pun masuk kedalam rumah, dan diruang tamu sudah ada Papa dan Mamanya.
"Assalamualaikum Ma, Pa, Syafa pulang"
ucap Syafa .
"Wa'alaikumussalam wr wb Nak" ucap serempak ortu Syafa.
"Syafa keatas dulu ya Ma, Pa, mau mandi, udah gerah banget ini" ucap Syafa.
"Yaudah Nak kamu mandi dulu, habis itu turun buat sarapan" ucap Mama.
"Iya Ma, Syafa ke atas dulu" ucap Syafa sambil menaiki tangga.
****************
Sesampainya dikamar Syafa langsung pergi ke kamar mandi, 5 menit kemudian Syafa keluar kamar mandi, ia tampak lebih segar sekarang, setelah selesai mengganti pakaian Syafa turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
Diruang makan
Sudah menjadi kebiasaan keluarga Syafa saat makan tidak ada yang boleh berisik, hanya dentingan sendok dan garpu yang beradu.
Setelah selesai sarapan pagi Syafa dan keluarganya berada di ruang TV, mereka menonton TV bersama, karena haru ini adalah hari Minggu, jadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga.
"Emmm Nak, Papa mau tanya" ucap Papa Syafa.
"Emm iya Pa, mau tanya apa??" ucap Syafa.
"Nak, kamu beneran kan nerima Nak Arya jadi suami kamu, enggak ada paksaan sama
sekali kan??" tanya Papa serius, sedangkan Mama Syafa hanya mendengarkan pembicaraan mereka.
"Insyaallah Pa Syafa serius nerima Arya jadi suami Syafa, walaupun setelah sekian lama kami baru bertemu lagi, tapi Syafa yakin Arya beneran serius sama Syafa" ucap Syafa yakin.
"Alhamdulillah Nak, Mama sama Papa senang dengernya, pesen Papa kalo ada masalah di selesaikan baik baik, pakai kepala dingin, dan kalau ada konfik itu tanya dulu alasannya kepada orang yang tersangka jangan asal memutuskan pilihan" ucap Papa Syafa tegas.
"Iya Pa, Ma, Syafa akan terapkan nasehat Mama dan Papa, Syafa yakin Syafa bisa ngelewatin ujian ini, Mama dan Papa cukup doain Syafa dan Arya yang terbaik" Ucap Syafa.
"Pasti Mama dan Papa doain Nak, dan nanti kalau udah tinggal bersama suami mu ingat jadilah istri yang baik, taat pada Agama, orang tua, dan suami" ucap Mama.
"Iya Ma, Pa, Syafa bakal inget nasehat Mama sama Papa, Syafa juga bakal belajar menjadi istri yang baik dan ibu yang baik buat anak-anak Syafa kelak" ucap Syafa.
****************
Dirumah Arya
Setelah selesai mandi Arya turun kebawah untuk sarapan pagi bersama orang tua dan adek kesayangannya wkwk.
"Pagi Ma, Pa" ucap Arya.
"Pagi juga nak" ucap mereka berdua serempak.
"Heyy bocah ingusan ngapa tu mulut kek gitu, bdah kayak bebek aja" tawa Arya.
"Lagian punya Abang gak pernah ngehargai
ada Adeknya disini, gak disapa pulak" canda
Arga mengerucutkan bibirnya.
"Yaelah lu bocah, baperan amat si, sini sini beli permen sama Om" ucap Arya tertawa.
"Tau lah dasar Abang Laknat" ucap Arga.
"Wlek bodo amat" ucap Arya menjulurkan lidahnya.
"ARYA WIJAYA KUSUMA,ARGA WIJAYA KUSUMA!!" ucap Raden Papa mereka berdua. Mereka pun akhirnya diam tak berkutik, Karena kalau Papa nya sudah menyebut nama mereka berdua artinya Papanya lagi marah.
"Ayok ayok sarapan dulu keburu dingin" ucap Dewi memecah keheningan.
Mereka pun akhirnya sarapan dengan diam hanya dentingan sendok dan garpu, selesai sarapan Arya dan Arga kembali ke kamar, tanpa Arya sadari Arga membuntuti dari belakang.
Jjjjjjdddduuuuuuaarrrrrr
Arrggggghhhhhh
Mendengar teriakkan Arga yang begitu kuat Dewi pun menghampiri suara tersebut, begitu pun dengan Arya ia membalikkan badannya.
"Kenapa Nak, kok teriak teriak" ucap Mama mereka khawatir.
'"Itu Ma si Abang nutup pintu keras banget udah tau ada aku di belakang" adu Arga.
"Hufft syukurlah kirain ada apa, kalian ini bikin Mama khawatir" ucap Mama menuruni anak tangga.
"Yey mana gw tau, lo kan punya kamar sendiri ngapain buntutin ke kamar gw, hus hus sanaa" usir Arya sambil menggerakkan tangannya mengusir Arga.
"Gak, gw mau disini aja" ucap Arga kekeh.
"Hus hus sanaa pergi bocah ingusan" usir Arya sambil mendorong Arga keluar kamar dan menutup pintu kamarnya tak lupa menguncinya dari dalam.
"Dasar pelit huuu" ucap Arga kesal dengan Abangnya, akhirnya ia pun kembali ke kamarnya.
Di kamar Syafa
Tak terasa sudah memasuki Sholat Dzuhur, Syafa berwudhu walaupun tidak sedang sholat, ia ingin tidur siang jadinya ia mengambil wudhu.