ARFA

ARFA
Part 29 (Putri hilang?)



Meme memasuki ruang kelas, di sebelah bangkunya kini sudah ada Ella, tadi Ella sudah mengirimkan pesan kepada dirinya kalau ingin duduk satu bangku, dan dengan senang hati Meme memperbolehkannya.


"Hallo teman teman" sapa Meme kepada ketiga sahabatnya. Karena mereka bertiga dan juga Meme memutuskan untuk menjadi sahabat baik.


"EHEM, pasti habis makan bareng paksu" goda Ella.


"Pasti dong, seperti suatu kisah di novel novel itu, judulnya gini Dosenku Suamiku wkwk" ucap Putri.


"Heh udah udah kasian itu Meme pipinya kayak kepiting rebus, bisa bisa kalian yang di rebus kak Bagus" ucap Syafa yang melihat Meme sedang menutupi pipinya yang sudah memerah.


Meme dan Bagus setelah menggelar pernikahan, besoknya Meme langsung pergi ke kampus dan Bagus juga harus mengajar disana sebagai Dosen. Sebenarnya itu semua permintaan Bagus, karena Bagus gak mau nanti kalau Meme ketinggalan materi.


"Ihhh kalian, aku kan malu" ucap Meme malu malu.


"Alah malu malu tapi mau ni ye" ucap Ella.


"Iya dong, kan kak Bagus ganteng, baik, gagah, berwibawa, wangi, apa lagi ya, intinya the best" ucap Meme memuji sang suami.


"DOSEN" ucap mereka bertiga.


"Nah iya itu wkwk sampe lupa" ucap Meme.


Bagus yang sedang minum air putih itu pun tersedak tiba tiba. 'Pasti ada yang lagi menceritakan aku ini' batinnya.


Arya dan Putra yang mendengar para kekasihnya membahas pria lain pun langsung menghampiri mereka.


"EHEM, jangan bahas pria lain kalau ada aku" ucap Arya pada Syafa.


"Yaudah, berarti kalau gak ada kak Arya aku boleh dong bahas pria lain" goda Syafa.


"Gak gitu, aku gak suka kamu bahas pria lain selain aku dan Papa" ucap Arya merajuk.


"Iyaaa iyaaa enggak kak, gitu aja merajuk, dasar bayi besar" ucap Syafa terkekeh.


"Yaudah ayok duduk di samping bangku aku, lagi pengen duduk sebangku sama ISTRI" ucap Arya menekan kata Istri.


"Iya iya si paling udah punya ISTRI" ucap Meme balik menekan kata Istri.


"Jomblo diam aja" ucap Arya.


"Gundolmu peyang jomblo, suamiku juga ada disini kalik" ucap Meme.


"Mana mana, gak ada kan, ya itu berarti jomblo" ledek Arya lalu menggandeng tangan Syafa menuju bangku sebrang mereka.


"Sayang, ayok duduk di bangku samping aku, di depan Arya" ucap Putra.


"Iuh jijik gw" ucap Ella.


"Diam lo jomblo" ucap Putra.


"Ya iya sih bener" ucap Ella menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Cari cowok sana, daripada sendirian kek gitu, lihat tu yang lain udah punya pasangan" ucap Putra.


"Meme kan sekarang jomblo, suaminya juga masih ngajar" ucap Ella.


"Ya kalau lagi kumpul bareng, lo sendiri yang gak punya pasangan hahaha" ledek Putra.


"Ya yaudah sih urusan gw, sewot lo" ucap Ella.


"Udah udah, yaudah jadi enggak?" tanya Putri.


"Iya jadi dong, ayok sayang kita tinggalin para jomblo ini, babay dua orang jomblo" ledek Putra lalu menggandeng tangan Putri menuju bangkunya.


Setelah kepergian Arya Syafa dan Putra Putri, kini Ella dan Meme sedang saling tatap.


"Tinggal kita berdua" ucap Meme.


"Ya begitulah, nasib nasib" ucap Ella.


"Ingin rasanya diriku menyuruh paksu untuk menjadi mahasiswa lagi" ucap Meme.


"Sabar yaa anak muda, ini sudah jalan terbaiknya" ucap Ella sok dramatis.


Tak lama kemudian dosen pun datang, menjelaskan materi didepan. Para mahasiswa dan mahasiswi menyimak dengan seksama materi yang diajarkan oleh Dosen.


Tiba tiba Putri ingin buang air kecil, ia ingin mengajak Syafa, namun Syafa sedang berada di depan mengerjakan soal dari Dosen.


"Kak Put, aku ke toilet dulu yaa" pamit Putri.


"Yasudah hati hati, nanti kalau ada apa apa kabarin" ucap Putra diangguki Putri.


Putri lalu kedepan menghampiri Dosen untuk meminta izin pergi ke toilet.


Setelah Putra melamar kekasihnya yaitu Putri, saat itu pula Putri memanggil dirinya dengan sebutan Kak, karena enak aja gitu manggil Kak.


Putri dengan buru buru berlari kearah toilet wanita, sesampainya di sana ternyata toilet itu penuh. Ia pun berlari menuju toilet yang berada paling ujung kampus.


Karena terpaksa ia pun memasuki toilet itu, toilet itu biasanya digunakan oleh adek tingkat mereka, dan Arya dkk saat ini sudah memasuki masa kuliah 2 tahun, kurang 1 tahun lagi mereka lulus, mereka bisa cepat lulus karena memang mereka mengikuti kelas cepat.


****************


Putri POV


Setelah selesai, ia langsung ke wastafel yang berada di luar, ia mencuci mukanya sebentar lalu keluar dari toilet.


Saat hendak melangkah menuju kelasnya, tiba tiba dari arah belakang ada yang membekap mulutnya. Karena efek bius yang sudah ditaruh di sapu tangan itu, akhirnya Putri pingsan.


Sedangkan Putra yang saat ini kebingungan mencari keberadaan Putri, karena sekarang sudah waktunya istirahat, tapi Putri masih belum kembali.


"Put, Putri kemana?" tanya Syafa.


"Tadi waktu pelajaran izinnya ke toilet, tapi gak balik balik" ucap Putra khawatir.


"Coba di telfon" ucap Meme yang juga ikut menghampiri mereka.


Tut Tut Tut


Suara ponsel Putri yang berdering, Putra yang sudah hafal dengan nada dering ponsel Putri pun langsung menoleh ke sumber suara.


"Arrggggghhhhhh, dia gak bawa ponselnya" ucap Putra menarik rambutnya.


"Udah tenang, sekarang kita cek ke semua toilet, di bagi aja ya biar cepet" ucap Arya.


Lalu mereka berlima berpencar mencari keberadaan Putri, Arya dan Syafa mencari di toilet depan, Meme dan Ella di toilet tengah, dan Putra di toilet pojok.


****************


Putra POV


Saat ini aku sedang membuka pintu toilet satu persatu, namun nihil aku tidak menemukan tanda tanda kalau Putri dari sini.


Tapi, saat aku ingin kembali ke kelas, aku menginjak sesuatu yang sangat aku kenali. Gelang, aku sempat memberikan Putri gelang yang mana gelang itu bertuliskan Sanjaya.


Aku mengambil gelang itu, aku lalu menuju ruang kelasku, disana sudah ada Meme, Ella, Syafa juga Arya.


"Gimana Put, mungkin ada petunjuk?" tanya Syafa.


"Ini" ucapku lalu melihatkan gelang yang bertuliskan Sanjaya.


"Itu kan gelang yang biasa di pakai sama Putri" ucap Ella.


"Tepat sekali, berarti awal mula Putri hilang itu dari toilet" ucap Putra.


"Kita cek cctv sekolah" ucap Arya. Lalu mereka menuju ruang cctv yang berada disekolah.


Setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk, mereka memasuki ruangan cctv itu.


"Permisi Pak, saya dan teman teman saya apa boleh melihat cctv pada jam pertama, soalnya teman kami ada yang hilang Pak saat jam itu" ucap Ella.


"Oke sebentar yaa" ucap petugas yang menjaga cctv.


Mereka melihat kalau Putri keluar dari toilet itu, setelah keluar dari toilet ia berjalan menuju kelas, saat baru beberapa langsung tiba tiba cctv itu menjadi gelap, yang berarti cctv itu sengaja ditutupi oleh kain atau semacamnya.


"Baik terima kasih banyak Pak" ucap Meme ramah. Lalu mereka kembali lagi ke ruangan kelas.