ARFA

ARFA
Part 31 (Tingkah aneh)



Di dapur


Saat ini Syafa sedang membuat susu vanila dan susu coklat, karena sebelum tidur mereka meminum susu serta ada beberapa cemilan.


Arya lebih suka rasa vanila, dan Syafa lebih suka rasa coklat. Syafa membawa susu dan cemilan ke kamarnya, disana terlihat Arya yang fokus mengerjakan tugas dari dosen.


"Ini kak diminum dulu" ucap Syafa menyerahkan susu rasa vanila.


"Iyaaa bentar lagi selesai, taruh aja dimeja nanti aku kesana" ucap Arya.


Di kamar mereka memang ada meja kecil dan TV, jadi kalau mereka ingin sambil tiduran bisa melihat TV di kamar.


Lalu Syafa menuju sofa sambil melihat kartun yang ada di TV, karena tugas Syafa sudah selesai dari saat tadi ia di kampus.


Tak lama Arya menyusul Syafa di sofa, Arya menyeder ke bahu Syafa sambil meminum susu yang Syafa buatkan.


"Tumben sekali manja" ucap Syafa.


"Gak apa apa, lagi pengen aja" ucap Arya.


"Kak, coba kamu telfon Arga, sudah lama kita tidak bertemu Arga dan tidak mengobrol" ucap Syafa.


"Nih kamu aja yang telfon" ucap Arya menyerahkan ponselnya. Lalu Syafa mencari nomor Arga, namun tidak ketemu.


"Namanya apa kak?" tanya Syafa.


"Masak kamu lupa? itu lo bocil ingusan" ucap Arya.


"Hehehe iya aku lupa, iya bentar" ucap Syafa lalu mencari nama itu, setelah ketemu ia langsung memencet telfon.


📞 "Halo, apa bang? tumben banget nelfon duluan, kangen sama gw gitu? jelas dong gw kan ngangenin" ucap Arga nyerocos dari sebrang sana.


📞 "Assalamualaikum dek, ini kak Syafa bukan bang Arya" ucap Syafa.


📞 "Wa'alaikumussalam wr wb, owalah kak Syafa, kirain tadi bang Arya, kenapa kak?" tanya Arga.


📞 "Enggak apa apa kok, bagaimana kabarnya? kabar Mama dan Papa juga bagaimana?" tanya Syafa.


📞 "Alhamdulillah aku, Mama, dan Papa sehat kak, kakak gimana?" tanya Arga balik.


📞 "Alhamdulillah kakak juga sehat" ucap Syafa.


📞 "Heh bocah ingusan, kok lo gak tanya kabar Abang lo sendiri sih, lo mau lupain gw ha?" ucap Arya nyerocos.


📞 "Maaf saya tidak mengenal anda, tolong kembalikan kepada kak Syafa yaa" ucap Arga sambil tertawa.


📞 "Kurang ajar, awas yaa kalau ketemu" ancam Arya bercanda.


📞 "HAHAHA, kak Syafa lihatin tu Bang Arya kayak anak kecil marah marah mulu, cepet tua nyahok nanti" ucap Arga.


📞 "Haha iya emang gitu Abang kamu dek, bagaimana kabar Keyla?" tanya Syafa.


📞 "Alhamdulillah baik juga, ouh iya kak, aku denger dari anak buah Papa kalau kak Putri di culik ya?" tanya Arga.


📞 "Iya dek, doain aja yaa semoga lekas bisa kembali" ucap Syafa.


📞 "Iyaaa kak aamiin" ucap Arga.


📞 "Udah dulu yaa dek, kapan kapan main lah kesini, kakak pasti seneng kalau kamu main kesini, aja Keyla juga" ucap Syafa.


📞 "Siap kak, kalau nanti mau kesitu Arga kabarin kak Syafa kok" ucap Arga.


📞 "Yasudah Assalamualaikum" ucap Syafa.


📞 "Wa'alaikumussalam wr wb " ucap Arga lalu Syafa mematikan panggilan suara itu.


"Sayang" ucap Arya tiba tiba.


"Kenapa em? kok tumben manggil sayang" ucap Syafa.


"Kamu udah kepikiran belum kalau ingin menjadi orang tua?" tanya Arya.


"Kalau dari aku sendiri itu kalau semisal dikasih kepercayaan sama Allah ya diterima, kalau belum ya gak apa apa" ucap Syafa.


"Lulus kuliah aku berharap di perut kamu ada malaikat kecil" ucap Arya sambil mengusap perut rata Syafa.


"Iyaa aamiin yaa, semoga segera hadir" ucap Syafa lalu mengelus rambut Arya.


"Aku mungkin besok lembur, soalnya dikantor lagi banyak kerjaan, besok aku bilang Arga buat nemenin kamu dirumah" ucap Arya.


"Tidak ada penolakan" ucap Arya tegas.


"Yasudah terserah kamu aja kalau gitu" ucap Syafa lalu kembali fokus kepada film kartun.


Semenjak masuk kuliah, Arya sudah di bimbing oleh tangan kanan Papanya untuk belajar bisnis dll, jadi sekarang Arya sudah terbilang cukup sudah ilmu yang selama ini ia pelajari.


Karena dengan kepintaran dan kecerdasan Arya, ia bisa melihat rekan bisnis yang hanya memanfaatkan dirinya dan yang serius benar benar ingin mengajak kerja sama untuk kepentingan perusahaannya dan perusahaan Arya.


Selama ini, sudah banyak rekan bisnis yang Arya temui yang hanya ingin bekerja sama untuk memanfaatkan kepentingan perusahaannya, tanpa memikirkan perusahaan yang diajak kerja sama.


Arya tak segan-segan membatalkan kontrak kerja jika ada rekan bisnisnya yang ketahuan hanya memanfaatkan dirinya juga perusahannya.


Setelah dirasa mengantuk, Syafa mematikan TV dan melihat kearah Arya yang ternyata sudah tidur di sebelahnya.


"Kak, ayok pindah ke kasur supaya badannya tidak sakit sakit" ucap Syafa.


"Eummm, iyaa" ucap Arya yang berjalan dengan sempoyongan menuju kasur.


Syafa lalu menyusul kekasur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang cukup lelah, ia menyelimuti sang suami lalu tidur disebelahnya.


Arya mencari cari keberadaan Syafa yang berada disampingnya, setelah dirasa sudah menemukan yang dicari, Arya memeluk Syafa kedalam pelukannya, lalu mereka menuju ke alam bawah sadar.


...****************...


"Kak Bagus, kak bangun" ucap Meme membangunkan suaminya yang berada di sebelahnya.


"Heum iyaaa kenapa?" tanyanya.


"Aku pengen bakso sama mie ayam" ucap Meme.


"Besok aja yaa, ini sudah malam" ucap Bagus lalu kembali tidur.


"Hiks hiks hiks" suara tangisan Meme membuat Bagus kembali membuka mata.


"Kenapa em, udah udah" ucap Bagus memeluk sang istri kecilnya sambil mengusap punggungnya.


"Kak Bagus jahat, masak aku mau bakso sama mie ayam gak di beliin" ucap Meme.


"Iyaaa ini kakak beliin" ucap Bagus.


"YEAYYY, gitu dong dari tadi" ucap Meme yang tiba tiba berhenti menangis.


Bagus melihat kearah ponselnya, disana menunjukkan pukul 00.00 dini hari. 'Dimana aku mencari tukang bakso dan mie ayam malam malam begini' batinnya.


"Kenapa melamun? kak Bagus keberatan? hiks hiks hiks kak Bagus jahat" ucap Meme sambil kembali menangis.


"Eh enggak kok, yaudah kakak berangkat dulu" ucap Bagus bangkit ingin menuju pintu kamar.


"Kak Bagus mau cari bakso sama mie ayam dengan celana boker itu?" ucap Meme sambik tertawa.


"Astaga, lupa aku ahaha" ucap Bagus juga ikut tertawa, lalu ia pergi mencari kemauan istrinya.


Cukup lama ia keliling mencari penjual bakso dan mie ayam, untung saja masih ada yang buka, walaupun jarak dari rumahnya cukup jauh.


"Pak, mie ayam 1 dan bakso 1 di bungkus ya" ucap Bagus.


"Baik ditunggu yaa" ucap Pak penjual.


Sebenarnya Bagus heran akan sikap Meme yang tiba tiba berubah seperti itu, tapi dia tetap berpikir positif thinking, mungkin emang lagi pengen.


"Ini Nak" ucap penjual.


"Terima kasih yaa Pak" ucap Bagus sambil menyerahkan uang seratusan.


"Ini kebanyakan Nak" ucap Pak penjual.


"Enggak apa apa Pak, itu rejeki Bapak" ucap Bagus.


"Terima kasih yaa Nak, kok tumben sekali mencari bakso dan mie ayam malam malam kayak gini?" tanya Pak penjual.


"Ini yang minta istri saya Pak" ucap Bagus.


"Wah, kemungkinan istrinya lagi ngidam itu Nak" ucap Pak penjual.


"Ahaha Bapak bisa saja, yasudah saya pamit dulu yaa Pak" pamit Bagus lalu menyalakan kembali motornya.


Dijalan ia sedang memikirkan perkataan Bapak penjual bakso tadi, 'apa Meme hamil?' batinnya hingga tak menyadari sudah sampai di depan rumahnya.