ARFA

ARFA
Part 16 (Pengganggu)



Mereka pun berjalan menuju ruang kelas, dan tak lama dosen pun datang, setelah lama melewati pelajaran akhrinya bel tanda pulang pun berbunyi juga.


Di parkiran


"Silahkan Sayang" ucap Arya membukakan pintu untuk Syafa.


"Makasih Kak" ucap Syafa langsung masuk dan Arya berputar menuju pengemudi.


Ketika hendak menyalakan mobilnya, tiba tiba ada seseorang yang mengetuk kaca jendela mobil Arya.


Tok tok tok


Siiit (anggap aja suara kaca mobil terbuka)


"Ya, aku boleh numpang enggak, soalnya mobil ku bannya kempes" ucap Meme.


"Gak" ucap Arya ketus.


"Yahh" ucap Meme dengan wajah sedih nya.


"Boleh kok masuk aja" sahut Syafa.


"Makasih kamu memang baik" ucap Meme langsung masuk dan duduk dibelakang Arya.


"Hey turun dari mobil gw, turun" ucap Arya dengan lantang.


"Orang dia bolehin kok kamu yang sewot" ucap Meme santay.


"Huftt kalau bukan karena Syafa, ogah gw numpangin sampah" ucap Arya keras.


"Udah udah kak, yaudah ayok keburu siang nanti" ucap Syafa lembut.


Didalam hati Meme dia berkata 'dih sok banget nie cewek, awas aja bakal gw kasih pelajaran lo liat aja nanti' ucap meme dalam hati.


"Didepan nanti stop" ucap Meme.


Setelah sampai Meme pun turun dari mobil


Arya "Makasih Ya" ucap Meme.


"Sama sama" balas Syafa.


Arya tak menjawab ia pun melajukan mobilnya sampai tak terlihat lagi oleh Meme.


"Kalian awasi terus mereka berdua dan jangan lupa tugas kalian" ucap Meme di telfon.


"Siap nona muda, nona tinggal terima beres" ucap orang tersebut.


"Bagus"' ucapnya lau mematikan telfon.


"Liat aja lo Syafa, gw bakal buat lo menderita, enak aja lo rebut Arya gw, kalau gw gak bisa dapetin Arya jangan harap lo bisa" ucap Meme dengan tersenyum devil.


****************


Di mobil Arya


"Udah udah sabar, sekali kali bantu dia, aku tau kakak kesel, aku mau ngikutin permainan dia aja" ucap Syafa tersenyum licik.


"Maksudnya??" tanya Arya bingung.


"Kita ikutin permainan nya bagaimana, kakak kan tau orang tua kita mereka mantan Bos Mafia yang pensiun lama, tapi anak buahnya masih ada dan mengurus markas nya" Ucap Syafa santay.


"Owh iya ya, kok aku bisa lupa" ucap Arya menggaruk tengkuruknya.


"Kita ikutin aja permainan Meme, anak buah Meme terus mengawasi kita dari jauh, untungnya anak buah Papa mengabari aku" ucap Syafa.


"Aku si sebenarnya dapet notif dari anak buah Papa cuman males buka hehe" ucap Arya.


"Yaudah kita pura pura gak tau aja dan mulai besok kita pura pura bertengkar" ucap Syafa.


"Oke oke siap, untungnya kita berdua pandai berakting dulu waktu SD" ucap Arya dengan bangganya.


"Hahaha bener banget kakak" ucap Syafa tertawa.


Setelah lama membahas tentang rencana


besok tibalah mereka dirumah Syafa.


"Mau mampir dulu enggak Kak??" tawar Syafa.


"Enggak usah deh, salam ya buat mama papa" ucap Arya.


"Iya kak, hati hati ya" ucap Syafa.


Arya pun mengangguk dan menjalankan mobilnya, sedangkan Syafa melambaikan tangannya.


****************


Di rumah Syafa


"Wa'alaikumussalam wr wb sayang" ucap mereka.


"Syafa keatas dulu ya Ma, Pa, mau sholat Dzuhur, nanti Syafa kesini, Syafa mau bahas sesuatu" ucap Syafa serius.


"Iya sudah sana sholat dulu" ucap Mama.


Syafa pun bergegas menuju kamar untuk mandi dan melaksanakan sholat Dzuhur, sedangkan Mama dan Papanya menatap heran kenapa tiba tiba anaknya berkata seperti itu. Lebih tepatnya Mama Syafa, karena Papa Syafa sudah tau apa yang dimaksud sang anak.


Ya begitulah Syafa ia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari kedua orang tuanya, sebelum orang tua nya tau tentang ini dari anak buahnya lebih baik tau dari dirinya.


Setelah selesai sholat Syafa pun kembali keruang tamu menemui Mama dan Papanya.


"Ma, Pa, Syafa mau cerita" ucap Syafa duduk di sofa dekat kedua orang tuanya.


"Mau cerita apa Nak, kayaknya serius banget" ucap Mama.


"aini tentang Arya" ucap Syafa.


"Kenapa Arya??" tanya Papa yang sebenarnya sudah tau.


"Arya dulu memiliki kekasih, dan sekarang mantan kekasihnya menemui Arya lagi, bahkan satu kampus dan satu kelas dengan kami" ucap Syafa.


"Terus??" ucap Papa ingin tau rencana yang dibuat oleh anaknya.


"Syafa dapat kabar dari anak buah Papa bahwa mantan kekasih Arya membuat rencana untuk memisahkan Syafa dan Arya, maka dari itu besok Syafa dan Arya berakting seakan akan kami bertengkar" ucap Syafa.


"Rencana yang bagus" puji Papa.


"Mama setuju, kasih pelajaran yang setimpal kalau bisa" dukung Mama.


ajangan heran mengapa mereka begitu, karena orang tua Syafa dan Arya sama sama adalah Bos Mafia, termasuk Mama keduanya, dan walaupun mereka semua berhenti tapi anak buahnya selalu ada untuk mereka dan menjalankan setiap tugasnya.


"Syukurlah, agar enggak salah paham nanti kalau tiba tiba Syafa dan Arya marahan, dan Syafa sama Arya tinggal ngikutin cara main tikus kecil" ucap Syafa tersenyum licik.


Kedua orang tuanya pun begitu, jika dilihat Syafa adalah anak yang Sholehah, dibalik Sholehah nya dia, dia gak bakal segan segan kasih pelajaran buat orang yang mengusiknya apalagi keluarganya.


****************


Di rumah Arya


"Gimana rencana Arya dan Syafa bagus kan??" tanya Arya.


"Guud joob Boy, Papa suka rencana kalian"


puji Papa.


"Good luck boy buat nangkap tikus kecil"


ucap Mama.


"Wah wah keren, bakal ada tontonan seru nih, hahaha berani beraninya tikus kecil ngusik macan dan singa tidur" ucap Arga.


"Mungkin bosan hidup kalik" Ucap Arya ngasal.


Di kamar Syafa


Tut tut tut


"Hallo Assalamualaikum Sya ada apa??" tanya Putri.


"Wa'alaikumussalam wr wb, Put ada tikus kecil yang membangunkan macan dan singa tidur" ucap Syafa tersenyum licik.


"Wah wah sudah kuduga itu" ucap nya membalas tersenyum licik.


"Kamu tau kan target kita??" tanya Syafa.


"Jelas tau sekali, bahkan pengen ku cabik dan mutilasi tubuhnya" ucap Putri.


"Gak perlu repot repot, kita tinggal liat permainan nya, besok sandiwara antara aku dan Arya dimulai, kamu tau kan harus apa" ucap Syafa.


"Tau dong" Ucap Putri mereka berdua pun tertawa bersamaan.


****************


Di kamar Arya


"Gw gak sabar liat besok bro" ucap Putra tertawa disebrang sana.


"Apalagi gw bro" ucap Arya tertawa juga "Inget tugas lo sama Putri" ucap Arya mengingkatkan.


"Beres mah, itu si kecil" ucap Putra.


Pasti heran mengapa Putra dan Putri seperti Arya dan Syafa, karena Putra dan Putri adalah anak dari tangan kanannya dari kedua orang tua Syafa dan Arya, maka tak heran jika mereka berempat mempunyai sifat yang sama.


Baru beberapa hari mereka mengetahui identitas mereka, Syafa dan Arya pun begitu, didalam darah mereka berempat mengalir darah Mafia jadi tak heran jika mereka bisa seperti itu, tapi jahat nya tidak seperti orang tua mereka, karena mereka tak ingin banyak musuh, cukup menghukum musuh sesuai dengan kesalahan nya setelah itu mereka serahkan kepada anak buahnya.