ARFA

ARFA
Part 32 (Meme hamil)



Di kamar


Bagus memasuki kamar dengan membawa nampan yang berisi 2 mangkuk bakso dan juga mie ayam, serta tak lupa air mineral yang berada didalam gelas.


"Ini sayang pesanannya" ucap Bagus saat melihat Meme yang sedang menonton TV.


"Udah gak pengen" ucapnya jutek sambil memakan cemilan.


"Lah, tadi katanya pengen banget bakso sama mie ayam, aku tadi cari penjual yang buka sampe keliling keliling jauh" ucap Bagus.


"Jadi gak ikhlas beli nya?" ucap Meme dengan suara bergetar nya, yang artinya ia akan menangis sebentar lagi, dan benar Meme langsung saja menangis.


"Eh eh kok nangis" ucap Bagus lalu menghampiri Meme di sofa dan memeluknya. "Maafin aku ya, aku ikhlas kok ini, udah ya jangan nangis" ucap Bagus.


"Ya kak Bagus ngeselin" ucap Meme. Bagus yang mendengar itu hanya bisa mengembuskan nafasnya.


"Jadi, ini siapa yang mau makan?" tanya Bagus.


"Aku mau lihat kak Bagus makan mie ayam sama bakso, tapi jadi satu mangkuk" ucap Meme yang tiba tiba raut wajahnya ceria.


"Sebanyak ini?" tanya Bagus.


"Kenapa, gak mau juga?" tanya balik Meme sambil ingin menangis lagi.


"Eh eh iya iya aku makan, bentar mau ambil mangkuk yang lebih besar" ucap Bagus turun kebawah, setelah itu ia kembali lagi membawa mangkuk yang cukup besar.


Bagus menuangkan mie ayam dan bakso kedalam mangkuk itu, dan mangkuk itu pun penuh dengan campuran bakso dan juga mie ayam.


"Yaudah cepet makan" ucap Meme.


Bagus pun memakan mie ayam sama bakso itu, "mau cobain?" tanya Bagus kepada Meme, karena dari tadi Meme hanya melihat saja.


"Suapinnnnn" ucap Meme dengan nada manja. Melihat itu Bagus hanya terkekeh dan menyuapi istri kecilnya.


'Apa mungkin istri ku hamil?' batin Bagus melamun.


"Kak, Kak, kenapa melamun? awal ntar kesambet loh" ucap Meme terkekeh.


"Sayang, kamu merasa enggak akhir akhir ini ada yang sedikit berbeda dari kamu, coba deh kamu beli testpack atau apalah itu namanya" ucap Bagus sambil melihat kearah Meme.


"Aku takut hasilnya enggak sesuai kak" ucap Meme sambil menunduk.


"Heyyy, it's okay gapapa kok, kita coba dulu aja, kamu telat tamu bulanan?" tanya Bagus.


"Eummm, kayaknya aku udah telat seminggu lebih sih kak, yaudah besok coba aku test" ucap Meme.


Setelah menyelesaikan makanannya, mereka berdua beristirahat, lalu mereka menuju ke alam bawah sadar.


...****************...


Keesokan paginya


Saat ini Meme sedang berada di dalam kamar mandi, ia ingin mengecek apakah benar hamil atau tidak. Tadi, Meme sudah meminta tolong anak buah suaminya membeli alat test itu, bukan laki laki tapi perempuan, soalnya gak semua anak buah mereka itu laki laki.


Khusus yang perempuan itu kayak membantu Meme kalau butuh sesuatu yang berkhususkan pada wanita dll.


Saat Meme lihat kembali hasilnya, dan ia masih sangat gak percaya dengan hasil itu, ia mengulangi lagi hingga 5 testpack itu menunjukkan garis 2 semua.


"Puji Tuhan, terima kasih telah memberi kepercayaan ini Tuhan" ucap Meme sambil menangis bahagia.


Ia keluar dari kamar mandi sambil membawa testpack itu, kebetulan Bagus lagi tidak bekerja, jadi dirumah untuk hari itu.


"Kak, Kak bangun, kak" ucap Meme sambil menepuk pipi Bagus.


"Eummm, 5 menit lagi yaa sayang" ucap Bagus.


"Bangun atau aku marah" ucap Meme, Bagus yang mendengar itu langsung bangun dengan sempurna.


"Eh eh jangan, iya ini udah bangun" ucap Bagus.


Bagus lalu memeluk erat tubuh Meme, "Puji Tuhan, terima kasih Tuhan, terima kasih" ucap Bagus sambil mengelus perut rata Meme. "Heyyy malaikat kecil, jangan nakal nakal di perut Mama, kasian Mama kalau kamu nakal, dan sehat terus ya" ucap Bagus sambil mengecup perut Meme.


"Iya Papa, aku gak akan nakal nakal kok" ucap Meme sambil menirukan suara anak kecil.


"Mulai sekarang kamu aku tambah bodyguard, aku tambah yang cewek sayang, supaya bisa nganterin kamu semisal butuh ke kamar mandi" ucap Bagus.


"Kamu ini kok sampe banyak banget bodyguard nya, aku gak apa apa kok" ucap Meme.


"Udah gak usah nolak, ini demi kamu dan calon anak kita" ucap Bagus sambil mengelus perut rata itu.


"Iyaa deh kalau gitu. Kak, aku pengen mangga muda, tapi kak Bagus manjat di pohon rumah Syafa" ucap Meme.


"Manjat? aku gak bisa manjat" ucap Bagus.


"J-jadi kakak gak mau?" ucap Meme ingin menangis.


"Eh eh iya mau, yaudah ayok berangkat" ucap Bagus.


"Mau pamer badan kah? mandi dulu baru berangkat" ucap Meme terkekeh.


"Hahaha lupa aku, okedeh siap" ucap Bagus sambil mencium pipi Meme.


...****************...


Di rumah Syafa


Setelah memencet bel, tak lama sang pemilik rumah keluar.


"Eh ada Meme dan kak Bagus, masuk dulu" ucap Syafa.


Mereka menuju keruang tamu, yang ternyata disana sudah ada Arga dan Keyla. Karena, pagi pagi sekali tadi Arya ada urusan kantor, jadi menyuruh adiknya buat menemani Syafa.


"Sya, pohon mangga yang dibelakang udah ada buah nya?" tanya Meme tiba tiba.


"Udah ada kok, tapi masih muda muda, kenapa?" tanya Syafa balik.


"Aku lagu pengen mangga muda, tapi kak Bagus yang manjat, boleh kan?" tanya Meme.


"B-boleh sih, tapi emangnya kak Bagus bisa manjat?" tanya Syafa ragu.


"Perasaan dulu kak Bagus pernah manjat pohon karena anak kucing milik aku dan kak Arya ada di atas pohon, tapi malah langsung demam" ucap Arga terkekeh.


"Ooo jadi itu alasan kakak gak mau, sekarang harus mau titik" ucap Meme tak terbantahkan.


Bagus hanya menghembuskan nafasnya pasrah. Lalu mereka menuju taman belakang yang disana terdapat pohon mangga yang buahnya masih sangat muda muda.


"Buruan naik kak" ucap Meme mendorong Bagus mendekati pohon. "Ambil yang banyak, aku tunggu disini" ucapnya lagi.


Karena kemauan istrinya dan calon buah hatinya ia mau tak mau menaiki pohon itu, awal awal masih gagal, tapi lama kelamaan Bagus sudah sampai diatas.


"Itu kak sebelah kiri kakak besar besar" ucap Meme sambil menunjuk buah mangga.


"Iya sebentar" ucap Bagus lalu melempar ke bawah dan ditangkap Arga.


"Me, kamu kok tumben banget pengen buah mangga muda?" tanya Syafa.


"Hallo aunty Syafa, aku udah hadir diperut Mama" ucap Meme menirukan suara anak kecil.


"Wah Masyallah, selamat yaa Meme" ucap Syafa memeluk Meme.


"Terima kasih Sya" ucap Meme.


"Selamat kak Meme, dan semoga dedeknya sehat terus ya" ucap Keyla.


"Iyaa aamiin" ucap Meme. "Kak turun, udah banyak ini mangganya" ucap Meme.


Lalu mereka berlima masuk kedalam rumah kembali sambil membawa buah mangga itu.