Alsya

Alsya
:Sebuah ungkapan



...____________________...


...Jika kamu yang memulai, maka aku ingin suatu saat aku yang mengakhiri. Sebab hatiku takut, takut untuk retak kesekian kalinya......


...____________________...


...×××...


Alsya kembali mengelap keringat yang ada di dahinya dengan tissue dalam genggamannya. Sudah hampir 25 menit gadis itu berdiri dengan kepala yang menunduk. Mendengarkan guru yang sedang memberikan ceramah di depan sana yang sepertinya tidak ingin menyelesaikan ceramahnya yang itu-itu saja dari Minggu ke Minggu. Bahkan jika ditanya apa yang guru itu sampaikan, Alsya dengan lugas akan menjawabnya. Saking lekatnya kata-kata guru tersebut di otaknya.


Sekali lagi Alsya menghela nafas lelahnya dengan mata yang terpejam. Jujur, sekarang betisnya sangat sakit, bahkan rasa sakit itu perlahan-lahan mulai menjalar ke pahanya.


Lalu Alsya menundukkan sedikit badannya untuk memijit pelan betisnya, walau itu tidak memberikan efek apa-apa. Lantas Alsya kembali menegakkan badannya dan kembali mendengarkan ceramah guru paruh baya tersebut yang sudah merambat tentang kebersihan sekolah.


Kening Alsya yang datar perlahan berlipat, ketika ia tidak lagi merasakan panas matahari yang sedari tadi menyengat nya. Alsya refleks menoleh kesamping kanan nya. Ia dibuat kaget, tapi sedetik kemudian wajahnya kembali datar seperti semula.


Mendadak jantung gadis bernetra hitam legam tersebut menggila di dalam sana, saat lengkungan sabit manis itu kembali menyapanya.


Alsya kemudian mendengus dan kembali menoleh ke depan. Tanpa mempedulikan


seseorang yang berada disampingnya.


"Makasih!", tukas Alaska datar, berharap Alsya akan mengucapkan 'terima kasih' kepadanya seraya menampilkan senyuman manis dibibir merah alami gadis tersebut.


Namun justru dengkusan kasar yang didapatnya. Apes emang.


"Buat masalah lagi pasti", Alsya menoleh kearah Alaska ketika mendengar gerutuan cowok tersebut. Alsya mengernyit, lalu mengikuti arah pandang Alaska.


Alsya memutar bola matanya kemudian, "Jangan suudzon terus, nanti hidupnya enggak selamat."


Alaska hanya bisa menghela nafas berat.


"Enggak suudzon, tapi feeling."


"Sama-", ucapan Alsya terpotong dengan suara seseorang didepan sana yang mendadak membuatnya sesak napas.


"Saya berdiri disini mau ngungkapin sesuatu keseluruh penjuru sekolah agar seseorang tersebut yakin sama perasaan saya", Arkan memandang barisan kelasnya yang berada disisi kanan lapangan.


"Saya tau, predikat saya sebagi cowok yang suka gonta-ganti cewek itu mutlak. Saya sendiri pun enggak bisa mengelak, karna pada hakikatnya cowok itu nggak akan pernah puas pada satu cewek. Iya kan pak?", Arkan menyengir melihat pak Adi yang gelagapan lalu melotot tajam kearahnya.


"Tapi apa salah, jika saya ingin berubah. Jika saya hanya ingin memiliki satu", tampak Arkan menghela nafasnya sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, "Memang benar kata orang, kita tidak akan dipercaya lagi jika kita sudah sering melakukan kebohongan. Tapi saya disini hanya ingin meminta sekali kepercayaan itu, hanya sekali."


Lapangan sudah ricuh dengan segala bisikan yang memekakkan telinga. Alsya tak peduli, niat awal ingin memaki Alaska yang selalu suudzon dengan Arkan, menjadi tertunduk lesu seketika. Entah apa, tiba-tiba ia tidak lagi bersemangat. Membiarkan orang-orang disekitarnya berbisik ria dengan segala asumsi mereka tentang Arkan yang masih mengoceh tak jelas didepan sana.


"Alsya", panggil seseorang dengan menggema keseluruh lapangan. Sementara yang dipanggil kontan langsung mengangkat kepalanya dan membulatkan mata melihat Arkan yang sudah menatap dirinya dan itu langsung membuat semua atensi menoleh kearahnya.


"Gue tau lo benci sama gue. Entah apa itu alasannya, gue enggak tau dan gak pengin tau. Gue cuma mau lo tau satu hal. Gue serius Sya, gue mau berubah dan itu karna lo. Secara enggak langsung lo udah ngerubah gue, yang awalnya dalam satu minggu bisa empat kali ganti cewek. Dan sekarang gue berani sumpah, gue belum punya satu pun pacar selama seminggu ini. Karna itu gue mau lo jadi pacar gue mulai detik ini, dan kalau bisa selamanya", ujar Arkan yang mendapatkan sorakan heboh.


Sementara itu Alsya merasakan dadanya berdebar tak karuan, nafasnya tersengal seperti habis lari maraton dan kakinya yang tiba-tiba gemetaran. Juga keringat dingin yang sudah mengucuri tubuhnya.


Alsya tak tahu itu semua karena apa.


"Gue tau lo pasti anggap gue alay, karena menyatakan perasaan gue sacara gamblang di depan semua orang. Tapi gue ngelakuin ini karna gue mau lo tau dan yakin sama perasaan gue. Gue enggak main-main, Sya. Insyaallah only one and only you. So, Alsya Davinka Pranata will you be my Girlfriend?."


Suasana yang tadinya sudah ricuh semakin ricuh setelah mendengar pengakuan cinta si playboy. Namun yang menjadi sorotan utamanya adalah gadis yang disukai cowok tersebut. Gadis yang terkenal dingin dan pendiam.


Alsya memejamkan matanya setelah Arkan menyudahi kalimatnya. Kepalanya terasa sangat sakit, seperti ada palu godam yang menghantamnya. Lalu Alsya membuka matanya dan langsung melihat sorot mata Arkan yang memandang penuh harap kepadanya.


Alsya kemudian beralih memandang seluruh anak-anak Galaksi yang sudah memandangnya dengan berbagai tatapan. Lalu ia kembali menatap Arkan, belum sempat mulutnya terbuka, sekelebat bayangan hitam langsung mengambil kesadarannya.


Terakhir yang berhasil ditangkap oleh pendengarannya adalah suara cemas cowok yang tadi berdiri disampingnya. Dan merasakan tubuhnya dipangku dengan pipi yang ditepuk pelan.


Setelah itu Alsya tidak lagi menghiraukan kericuhan yang ada. Semuanya berubah menjadi gelap.


...×××...


..."Aku tak tau apa yang aku rasakan. Sebab ku akui aku terlalu minus dalam menanggapi sesuatu. Bukan aku tak peduli, tapi kurasa sisi diriku yang satu itu telah menguap entah kemana. Satu sisi yang pergi dan satu sisi kembali kepada ku. Aku sudah mencoba menekan dalam perasaan aneh yang menghantui diriku. Namun aku kembali gagal. Aku gagal membunuh perasaan aneh itu. Dan aku gagal mengontrol pikiran dan tubuhku. I just want to ask, don't hurt my heart with this 'final' word."...


...~Rilansun🖤....