
Sinar matahari masuk ke dalam rumah Adhia dengan melewati jendela-jendela tanpa gorden. Saat itu juga, Adhia terbangun dari tidurnya yang lelah. Dan ia mendengar suara orang menggoreng, serta mencium baunya.
Adhia meregangkan tubuhnya. Ia melipat selimut dan merapikan bantal-bantalnya. Ia berdiri dan mencari-cari kakaknya yang ada di dapur.
Adhia : “Kak...”
Reza : “Adhia? Kau sudah bangun? Tumben sekali kau bangun sebelum kakak bangunkan. Biasanya kakak siram baru kamu bangun.”
Adhia : “Salah ya kak? Kalau aku bangun sebelum kakak siram?”
Reza : “Haahh... sudah lah. Cepat kau mandi saja sana.”
Adhia langsung pergi mandi dan segera memakai seragamnya untuk ke sekolah. Ia juga menyiapkan buku-buku dan pakaian untuknya. Reza mempersiapkan sarapan untuk mereka, setelah itu ia langsung pergi mandi.
Adhia dan Reza langsung menghadap sarapan mereka dan segera menghabiskan. Setelah itu mereka berangkat sekolah.
# # #
Setibanya di sekolah seperti biasa Adhia selalu melakukan hal seperti biasanya. Aldo pun juga selalu menyapa Adhia jika bertemu dengan Adhia. Adhia pun mengikuti pelajaran seperti biasanya dengan tenang.
Dan saat pulang sekolah ia pasti mampir ke warung makan bi Surti. Ia membantu bi Surti seperti biasanya dan ia melakukannya setiap hari, kecuali hari Minggu. Ia juga tidak lupa untuk mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian yang ia bawa.
Sejak itu, Adhia lebih sering bangun pagi dan tidak menunggu kakaknya pulang. Dan tiap-tiap hari ia melakukan kebiasaannya seperti itu.
# # #
Pada suatu pagi yang mendung, saat jam pelajaran pertama di mulai. Guru yang mengajar datang, namun di belakang guru ada seorang anak laki-laki dengan seragam sekolah yang sama. Anak laki-laki itu adalah anak yang dikabarkan yang pindah sekolah beberapa hari yang lalu.
Guru : “Selamat pagi, anak-anak.”
Siswa-siswi : “Selamat pagi, bu.”
Siswa baru : “Selamat pagi. Saya Agra Roberto biasa dipanggil Agra.”
Agra Roberto ialah seorang remaja yang tampan dan kaya. Terlihat dingin dan cuek. Ia memang salah satu anak orang kaya yang memiliki banyak hotel di dalam dan luar negeri.
Guru : “Agra kau bisa duduk di bangku sebelah Adhia.”
Agra berjalan mendekati bangku Adhia dan langsung duduk begitu saja. Saat pelajaran dimulai, Adhia melihat Agra yang terlihat serius dalam memerhatikan pelajaran.
Saat waktu istirahat, Agra tidak istirahat dan malahan tidur dibangku. Adhia ingin membangunkan Agra, tapi dia keburu diajak Aldo ke kantin. Adhia pun ikut Aldo pergi ke kantin.
Saat pelajaran dimulai kembali, Agra bangun dan terlihat serius dalam memerhatikan pelajaran. Dan ketika jam pelajaran berakhir, semua siswa pulang. Agra berjalan keluar kelas dan langsung masuk ke dalam mobil yang berada di depan gerbang sekolah. Melihat itu Adhia hanya bingung dengan Agra saja, apa Agra tidak memiliki teman di sekolah sebelumnya?, pikir Adhia. Namun Adhia tidak terlalu memikirkannya dan langsung melakukan kebiasaannya.
# # #
Suatu saat ada tugas kelompok yang dikerjakan dengan teman sebangku. Kemudian Adhia berpikir apa Agra mau mengerjakannya? Atau apa dia tidak mau mengerjakannya?, batin Adhia.
Agra : “Hari minggu kau ke rumahku.”
Adhia : “Ha? Kau tadi bilang apa?”
Agra : “Hari minggu kau pergi ke rumahku. Ini alamat rumahku. Dan bawa sendiri apa yang kau butuhkan.”
Adhia : “Kau bicara denganku?”
Agra hanya mengangguk dan memberikan secarik kertas kepada Adhia. Dalam kertas itu tertulis alamat rumah Agra. Setelah itu Agra bangkit, membawa ranselnya, dan pergi pulang begitu saja.
Adhia : “Dasar aneh.”
Adhia menghela napas, bangkit dari tempat duduk, dan segera pulang.