Adhia

Adhia
Menginap



Setelah Agra bercerita panjang lebar, seketika suasana jadi hening. Tidak ada percakapan di antara mereka.


Mama Freya : “Ayo diminum minumannya.”


Bi Surti : “Iya, nyonya.”


Reza : “Baik, ma.”


Mereka semua meminum minuman mereka kecuali Agra. Agra hanya diam dan melihat mereka semua. Dan mama Freya sadar jika minuman yang ada di meja hanya tiga gelas.


Mama Freya : “Oh, iya. Agra kamu minum milik mama aja, ya. Atau mama panggilan Rita untuk ambil minum lagi?”


Agra : “Nggak usah, ma. Agra ambil sendiri di dapur.”


Agra langsung ngibrit pergi ke dapur. Mama Freya hanya sedikit heran dengan sikap Agra. Bi Surti dan Reza kembali menghabiskan minuman mereka.


Reza : “Ma...gimana keadaan Adhia?”


Mama Freya : “Oh...dia sudah sedikit membaik. Panasnya tadi sudah mulai turun. Tadi katanya, Agra udah panggil dokter dan dikasih obat.”


Reza : “Eemm...terima kasih. Dan untuk biaya...”


Mama Freya : “Nggak usah ganti biaya dokternya. Dokternya itu dokter pribadi keluarga kami, jadi nggak usah bingung soal biaya. Dan untuk obatnya juga, yang penting itu adikmu sembuh.”


Reza : “Terima kasih banyak, ma.”


Agra kembali dengan segelas air putih dingin di tangannya. Ia meminumnya sambil berjalan.


Mama Freya : “Agra sayang, kalau minum sambil duduk dong.”


Agra duduk dan masih meminum minumannya. Ia berhenti minum dan meletakkan gelasnya di atas meja.


Agra : “Segar.”


Sambil bergaya ala orang yang baru saja minum di iklan tv.


Bi Surti : “Em...nyonya. Saya pamit pulang dulu.”


Mama Freya : “Loh...kenapa bi? Bibi sama kakaknya Adhia jangan pulang. Menginap di sini aja, ya. Banyak kamar kosong lho.”


Bi Surti : “Nggak usah nyonya, saya harus pulang untuk siap-siap besok buka warung.”


Mama Freya : “Nggak usah buka nggak apa-apa, bi. Gini aja besok saya minta bibi masak untuk kantor, gimana?”


Bi Surti : “Nggak perlu nyonya. Besok saya ada pesanan.”


Mama Freya : “Ya udah kalo gitu, bi. Bibi kalo dipaksa pasti nggak bisa.”


Mama Freya : “Tapi kakaknya Adhia harus menginap, ya. Besok kalo mau sekolah diantar dengan sopir sama Agra.”


Reza : “Nggak perlu, ma.”


Mama Freya : “Mama nggak mau ada penolakan dari kamu, pokoknya kamu nginap di sini. Lagi pula Adhia udah tidur di sini, jadi kamu harus tidur di sini juga.”


Reza : “Emm...baiklah, ma.”


Mama Freya : “Bagus. Eh tapi namamu siapa? Masak dari tadi sampai besok mau panggil kamu kakaknya Adhia.”


Reza : “Reza, ma.”


Mama Freya : “Reza? Nama yang bagus. Rita...”


Rita langsung datang dengan cepat setelah majikannya memanggilnya.


Rita : “Apa yang bisa saya kerjakan, nyonya?”


Mama Freya : “Bersihkan kamar tamu. Dan setelah itu antar Reza, kakaknya Adhia ini untuk istirahat. Dan jangan lupa ambilkan baju ganti untuknya serta makanan. Oh ya cuci sekalian bajunya, besok bajunya dipakai lagi kan?”


Reza : “Iya, ma. Tapi nggak perlu dicuci.”


Mama Freya : “Lakukan sesuai perintahku saja, ya.”


Rita : “Baik, nyonya.”


Rita langsung pergi begitu saja dan masuk ke sebuah ruangan (tempat para pembantu/pelayan rumah). Ia keluar bersama dengan dua orang pembantu di belakangnya dan masuk ke ruangan lainnya di dekat kamar Adhia.


Bi Surti beranjak dari duduknya dan berpamitan dengan mama Freya dan juga Agra. Tadinya bi Surti akan diantar dengan mobil oleh pak Robi, namun bi Surti menolak. Jadi bi Surti pulang sendiri dengan sepedanya. Sedangkan Reza tetap tinggal di rumah Agra karena ia dipaksa menginap.


Rita yang baru saja menyelesaikan tugasnya menghampiri mereka yang telah mengantar bi Surti pulang. Rita mengajak Reza ke kamar tamu yang baru saja dibersihkan. Mama Freya kembali ke kamar Adhia dan Agra kembali ke kamarnya.


Saat Reza memasuki kamar, ia langsung diminta untuk mandi dan melepas seragamnya untuk dicuci. Reza segera masuk ke kamar mandi, Rita keluar dari kamar saat itu juga. Reza segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ada. Setelah selesai, ia membuka pintu dan Rita datang tepat di depan pintu. Rita bersama dengan seorang pelayan yang membawa nampan berisi makanan, masuk ke kamar dan meletakkan makanan di atas meja.


Rita meminta Reza untuk makan terlebih dahulu sebelum menengok Adhia. Reza pun langsung duduk dan makan makanan yang ada. Dengan cepat Reza menghabiskan makanannya. Setelah itu, ia pergi untuk menengok Adhia. Sedangkan Rita membereskan piring dan gelas dari Reza. Reza akan mengetuk pintu, namun pintu terbuka sebelum ia ketuk. Mama Freya keluar dari kamar Adhia.


Mama Freya : “Reza? Kau ingin melihat adikmu?”


Reza : “Iya, ma.”


Mama Freya : “Masuklah, jangan terlalu malam, ya. Kamu harus segera istirahat.”


Mama Freya pergi naik ke kamarnya. Reza masuk ke kamar Adhia.