Adhia

Adhia
Kembali Sekolah



Keesokan harinya, Adhia datang ke warung bi Surti. Sebelum buka, bi Surti dan Adhia membersihkan warung serta berbincang-bincang sedikit.


Bi Surti : “Adhia. Kemarin aden kayaknya ngobrol banyak sama kamu.”


Adhia : “Iya, bi. Ada apa ya?”


Bi Surti : “Bibi belum pernah lihat aden ngobrol banyak dengan seseorang setelah kejadiannya dulu.”


Adhia : “Masak sih, bi?”


Bi Surti : “Iya. Tapi bibi bersyukur aden udah berubah, mau ngobrol sama orang.”


Adhia : “Hehe...iya, bi.”


Seorang pelanggan tiba dan langsung memesan makanan serta duduk.


Bi Surti : “Adhia, ayo cepat selesaikan dan segera bantu bibi di sini.”


Adhia : “Baik, bi.”


Adhia dan bi Surti segera menyiapkan makanan pesanan pelanggan. Mereka segera disibukkan dengan kegiatan seperti biasanya.


# # #


Setelah liburan yang sangat panjang, Adhia kembali ke sekolah. Ia kembali melakukan aktivitas seperti biasanya saat ia sekolah. Mulai dari bangun pagi, sarapan dengan kakaknya, berangkat bersama kakaknya, datang ke sekolah, pulang ke warung bibi, dan pulang ke rumah menunggu kakaknya pulang sambil mengerjakan PR-nya.


Namun, ada perbedaan mulai sekarang. Aldo, Aldo yang biasanya menyambut datangnya Adhia dan mengucapkan selamat pagi pada Adhia, sekarang tak ada lagi ucapan atau sambutan itu. Orang yang biasanya mengacak-acak rambut Adhia, sekarang sudah pindah ke kota lain. Dan orang yang selalu mengajaknya ke kantin pun sekarang sudah tak bersamanya lagi.


Saat pertama kali datang ke sekolah, Adhia langsung datang dengan senyum pagi biasanya. Namun, saat tiba di kelas dan tidak ada orang yang menyambutnya seperti biasanya, ia menjadi sedikit murung. Agra yang sudah tiba lebih dulu, melihat perubahan pada wajah Adhia. Adhia langsung duduk di bangkunya.


Agra : “Pagi, Adhia.”


Mendengar Agra yang tiba-tiba mengucapkan pagi pada Adhia, Adhia merasa terkejut.


Adhia : “Kenapa kau tadi mengucapkan pagi padaku?”


Agra : “Hmm...apa ada yang salah?”


Adhia : “Ah..tidak ada. Tapi tumben sekali kau mengucapkan pagi padaku.”


Agra : “Kan orang yang biasanya mengucapkan selamat pagi padamu sekarang sudah pindah. Dan kau sepertinya datang tadi berharap kau akan mendengarnya.”


Agra kembali meletakkan kepalanya di atas meja dan kembali tidur lagi. Suara bel tanda upacara akan segera dimulai. Adhia menarik Agra untuk segera bangun dan pergi ke lapangan untuk upacara.


Adhia : “Ayo Agra...nanti kita ketinggalan upacara terus dihukum. Nanti kau lanjutkan tidurnya sampai pulang sekolah.”


Agra : “Iya..iya..bawel banget sih.”


Setelah upacara selesai, pelajaran dimulai seperti biasanya. Saat jam istirahat, Adhia hanya duduk diam dibangkunya. Sementara Agra bersiap akan melanjutkan tidurnya. Namun, saat Agra sedang membereskan bukunya dan bersiap untuk tidur, ia melihat Adhia tetap duduk diam dibangkunya sendiri.


Agra : “Kenapa kau tidak pergi ke kantin?”


Adhia : “Apa ada yang mengajakku ke kantin?”


Agra : “Kau kan bisa jalan sendiri, kenapa harus ada yang ngajak kamu?”


Adhia : “Aku takut ke kantin sendirian. Nanti saat di kantin takutnya diejek-ejek, lebih baik di kelas aja.”


Agra menghela napas berat.


Agra : “Ayo ke kantin.”


Agra pun langsung menarik dan menggandeng tangan Adhia. Mereka berdua berjalan bersama menuju ke kantin.


Saat mereka berjalan ke kantin, ada beberapa siswi-siswi dari kelas lain sedang duduk-duduk di depan kelas mereka. Siswi-siswi itu terlihat terkagum-kagum dengan ketampanan Agra. Agra memang tampan, tapi dia tidak pernah keluar kelas dan saat pulang wajahnya ditutupi dengan kupluk jaket. Jadi banyak siswa yang belum tahu ketampanan dari Agra.


Adhia : “Agra, kayaknya bakal banyak cewek yang naksir sama kamu dech.”


Agra hanya diam saja dan langsung berjalan menuju kantin dengan tetap menggandeng tangan Adhia. Saat mereka tiba di kantin, Agra melepaskan tangan Adhia.


Agra : “Nih..uang yang mamaku transfer untukmu. Kau belikan makanan apa yang ingin kau makan. Dan cepatlah, jangan terlalu lama. Aku tunggu di sana.”


Adhia menerima uang yang diberikan oleh Agra dari Mama Freya. Agra pun langsung balik badan dan pergi meninggalkan Adhia. Namun, ia kembali lagi pada Adhia.


Agra : “Dan pesankan aku soto ayam.” Berbalik badan dan kembali menghadap Adhia.


Agra : “Bawakan juga kerupuk itu, dua bungkus serta es teh satu.”


Agra pun kembali mencari tempat duduk dan langsung duduk. Di sampingnya ada empat orang siswi yang duduk. Mereka kagum dengan ketampanan Agra. Dua dari mereka mendekat ke Agra.


Siswi 1 : “Hai...kok sendirian. Makan bareng sama kita yuk!”


Siswi 2 : “Eh boleh minta nomor hpnya juga dong.”


Agra yang saat itu sedang bermain ponsel hanya menghela napas berat. Dan ia tidak ingin menanggapi celotehan mereka. Agra melihat Adhia yang sedang membawa nampan berisi dua mangkok soto dan dua gelas es teh serta ada kerupuk pesanan Agra. Agra melihat Adhia seperti kebingungan mencari Agra. Agra mengangkat tangannya.


Agra : “Kemarilah! Dan untuk kalian berdua kembalilah ke tempat duduk kalian. Aku ingin makan.”


Kedua siswi itu kembali ke tempat duduk mereka dengan rasa kesal. Adhia dan Agra langsung menyantap makanan mereka. Setelah selesai, mereka segera kembali ke kelas.


Pelajaran dimulai kembali hingga jam pelajaran terakhir. Adhia langsung mengemasi barang-barangnya, Agra pun juga mengemasi barangnya. Mereka keluar bersamaan dan berpisah di depan gerbang sekolah saat Agra masuk ke mobil.


Adhia pun melanjutkan perjalanannya menuju ke warung. Namun, saat di jalan yang biasanya sepi, saat Adhia pulang sekolah, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.