Adhia

Adhia
Jauh tanpa Alasan



Adhia kembali ke kelas satu menit sebelum guru pelajaran masuk ke kelas. Ia datang dan langsung duduk tanpa berbicara apa pun lagi pada Agra. Pelajaran berjalan dengan lancar dan tertib. Dan sampai jam pelajaran berganti jam istirahat, Agra yang tetap tidur, tidak tahu kalau Adhia pergi ke kantin.


Agra yang tiba-tiba terbangun, baru sadar jika Adhia sudah tidak ada di bangkunya. Tumben dia ngilang, biasanya nggak pernah ngilang pas istirahat, batin Agra. Ia beranjak dari duduknya dan pergi ke toilet. Setelah itu ia menunggu di depan toilet wanita, ia pikir Adhia ada di toilet, jadi ia menunggu hingga Adhia keluar dari toilet.


Setelah menunggu ada seseorang yang keluar dari toilet. Orang itu langsung mendekat pada Agra sambil merangkul tangan Agra.


Zura : “Agra... ngapain kamu di sini? Nungguin aku ya?”


Agra : “Siapa sih, nempel-nempel kayak permen karet.”


Agra mencoba melepaskan rangkulan dari Zura. Ia juga sedikit mendorong tubuh Zura. Namun, Zura tetap saja merangkul tangan Agra dan malah semakin erat, hal itu membuat Agra semakin risih.


Agra : “Ish.. pergi sana dong. Risih tau.”


Zura : “Kenapa sih. Kan aku sayang sama Agra.”


Agra : “Siapa sih kamu tuh. Kayak kucing kelaperan.”


Zura : “Kamu laper? Yuk ke kantin.”


Agra yang sudah tidak tahan dengan Zura, ia pun mendorong tubuh Zura lebih kuat dan segera pergi dari sana. Ia berjalan sedikit lebih cepat kembali ke kelas. Zura masih tetap saja mengikuti Agra, sambil sesekali merangkulkan tangannya ke tangan Agra dan Agra pun mendorong tubuh Zura agar menjauh darinya.


# # #


Sementara Adhia yang berada di kantin, duduk sendirian dan menikmati semangkuk bakso. Tiga orang dari geng manca datang ke kantin. Mereka melihat Adhia duduk sendirian, mereka pun menghampiri Adhia dan duduk sebangku dengan Adhia.


Zura : “Tau diri juga kamu sekarang.”


Raina : “Bagus deh. Gak sia-sia kita kasih tau lo.”


Zura : “Oh ya, Adhia. Aku haus nih ambilin jus jeruk dong.”


Raina : “Aku juga haus. Ambilin jus jeruk juga. Oh ya, sama bakso juga, liat kamu makan jadi pingin.”


Malca : “Aku juga dong. Aku ingin es teh aja sama siomay juga.”


Zura : “Nih aku kasih uang, beliin plus ambilin tadi pesenan kita.”


Zura memberikan uang kepada Adhia, setengah dari totalnya.


Adhia : “Untuk apa aku ambilin makanan untuk kalian?”


Adhia : “Aku kan udah nurutin mau kalian. Aku udah jauhin Agra, artinya aku udah nurutin kata kalian.”


Raina : “Adhia, gak peduli itu tentang Agra ato apa pun. Yang penting lo itu nurutin kata-kata kita, bukannya ngebantah.”


Adhia : “Maaf ya. Aku udah nurutin kata-kata kalian soal Agra dan untuk kata-kata yang lainnya aku nggak mau nurutin.”


Adhia yang sudah menghabiskan baksonya segera berdiri dan meninggalkan mereka begitu saja. Saat ia pergi ia mendengar teriakan Zura yang memanggil namanya. Tapi Adhia tetap berjalan dan mengabaikan teriakan Zura. Ia berjalan dengan cepat menuju kelasnya, ia juga berharap agar mereka tidak mengejarnya.


Sesampainya di kelas, ia segera duduk dan mengambil bukunya serta membacanya. Agra yang merasa ada seseorang yang duduk di sampingnya pun menoleh ke sampingnya. Ia melihat Adhia duduk dan sedang membaca buku.


Agra : “Kau dari mana?”


Adhia : “Ada urusan apa kau tanya-tanya?


Agra : “Tak biasanya kau pergi saat istirahat.”


Adhia : “Bukan urusanmu.”


Agra : “Tanyain baik-baik kok nyolot sih kamu.”


Adhia : “Biarin.”


Agra : “Aneh ya kamu itu.”


Adhia : “Kenapa sih dari tadi ngajak ribut mulu kamu?”


Agra : “Siapa yang ngajak ribut? Aku kan cuma tanya, kau dari mana? Kenapa kau malah nyolot sih?”


Adhia : “Aku dari mana mau ke mana bukan urusanmu juga, kan?”


Agra : “Kok jadi marah-marah sih. Apa salahku?”


Adhia : “Intropeksi diri dong, kalau ngerti salah.”


Agra : “Serah kau lah. Tanyain baik-baik malah marah-marah.”


Agra kembali ke posisi awalnya dan kembali tidur. Dia juga sedikit berpikir tentang perubahan sikap Adhia kepadanya. Kenapa sih dia itu. Sebelum ini nggak pernah dia kayak gini, batin Agra. Atau aku emang bikin salah ke dia, perasaan nggak pernah deh. Sudahlah tidur aja. Agra kemudian langsung menutup matanya dan pergi ke alam mimpi.