
Mama Freya : “Mama nggak begitu paham, coba kamu cerita aja.”
**flashback**
Saat Agra keluar dari gerbang sekolah, ia berjalan dan melewati geng manca yang ada di dekat mobil Elizabeth. Kebetulan saat itu, mobil Agra tidak bisa menjemput di depan gerbang dan harus berhenti agak jauh dari gerbang sekolah. Dan saat melewati mereka Agra mendengar jika salah satu dari mereka menyebutkan nama Adhia.
Zura : “Eli, si Adhia itu buat masalah lagi sama kita.”
Eli : “Apa yang dia perbuat?”
Raina : “Dia nggak mau nurutin kata-kata kita. Mentang-mentang dia bisa temenan sama Agra aja dia ngelunjak.”
Eli : “Aku juga agak sebel sih. Si Agra nggak mau deket sama aku. Malah deket sama si Adhia.”
Zura : “Gimana kalo kita peringatin dia lagi?”
Raina : “Iya tuh. Biar nggak ngelunjak dianya.”
Eli : “Kalian aja gimana? Aku akan tunggu di mobilku.”
Zura, Raina, dan Malca : “Oke, deh.”
Malca : “Eh..tapi sebelum ke sana, gimana kalo kita beli jus dulu?”
Sambil senyum-senyum cengengesan.
Eli : “Oke, lagi pula aku juga haus nih.”
Tiba-tiba mobil Eli berhenti, Agra meminta sopirnya untuk berhenti lebih jauh dari mereka. Mobil Eli berhenti di sebuah kafe jus yang populer di kota.
Agra : “Apalagi nih, yang mereka rencanain.”
Mereka turun dari mobil dan membeli 4 jus untuk mereka masing-masing. Lalu mereka kembali masuk ke mobil dan mobil kembali melaju.
Agra : “Haduh...”
Agra menepuk jidatnya dan menggeleng-geleng kepalanya dan dalam batinnya, ia mengumpati mereka. Geng manca sudah melajukan mobil mereka lebih jauh dari Agra, Agra segera meminta sopirnya untuk segera mengikuti mobil mereka.
Mobil Eli berhenti di depan gang sempit di antara rumah. Sedangkan Agra meminta sopirnya untuk menghentikan mobil lebih jauh dari mobil Eli. Agra keluar dari mobil dan berjalan melewati salah satu gang sempit menuju jalan yang biasa Adhia lewati. Saat itu juga Agra melihat Adhia berjalan di depannya. Ia mengikuti Adhia dan saat Adhia dihadang, Agra segera bersembunyi di salah satu gang.
Setelah Adhia ditarik masuk, Agra keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan lebih dekat dan bersembunyi di tempat yang sekiranya ia rasa aman. Ia bersembunyi dari tempatnya dan menguping semua pembicaraan mereka. Ia juga melihat semua perlakuan geng manca pada Adhia juga. Dan Agra tahu apa yang menyebabkan Adhia memintanya menjauhinya.
Sesaat sebelum geng manca pergi, Agra kembali ke mobilnya terlebih dahulu. Ia merasa ada hujan gerimis yang turun. Ia meminta sopirnya untuk membawa payung dan mengikutinya di belakangnya. Saat Agra memasuki gang kecil dimana ia lewati tadi hujan menjadi deras sekali. Setibanya ia di tempat Adhia berada, ia hanya mendapati Adhia yang duduk di selokan dan isi tas Adhia berantakan.
Agra segera mendekati Adhia yang sudah basah semua dan menggigil. Sopirnya memunguti barang-barang milik Adhia. Agra segera membantu Adhia berdiri dan membopongnya berjalan menuju mobil. Mereka masuk ke mobil dan mobil langsung melaju ke rumah Agra.
**flashback end**
Agra : “Jadi gitu, ma.”
Mama Freya : “Gitu rupanya. Mereka itu siapa saja sih?”
Agra : “Nggak tahu Agra, ma. Agra aja nggak kenal mereka kok.”