
^^^Udah disia-siakan, dikhianati pula didepan mata.^^^
...•••...
Votenya guys🤗
...****...
Pagi ini Devan menjemput Angel ke rumah, mengajaknya pergi sekolah bersama. Namun, Angel menolaknya. Ia memilih pergi sekolah diantar Zain. Biasa, mood cewek kadang berubah-ubah, beda tipislah sama cowok.
"Dek, kenapa sih lo? Dari malem tadi diem aja, cemberut, jutek, nggak asik tau!"
"..."
"Kan, kayak nggak fungsi lagi tuh mulut."
"..."
"Kenapa?"
Please suruh dia berhenti nanya. batin Angel.
"Galau lagi?"
"Ihh,abang diem dong!"
"Yaudah, gue turunin disini aja ya." Zain menghentikan laju mobilnya dipinggir jalan.
"Jangan!"
"Abang cepet, nanti aku telat!"
"Iya manja." Zain kembali menghidupkan mobilnya.
...•••...
"Wah, abang Zain tambah ganteng!" Ikaa menempelkan tangannya di pipi dan matanya dikedip-kedipkan.
Angel yang baru saja keluar dari mobil Zain mendengar kata pujian Ikaa yang ditujukan kepada Zain. Zain juga mendengar, lalu dia tersenyum dan kemudian pergi.
"Ihh, apasih Ikaa! Orang dia tambah jelek tambah nyebelin, dibilang tambah ganteng!" ucap Angel yang sudah berada di samping Ikaa.
"Lho? Kok lo yang sewot sih?" Sella menaikkan satu alisnya.
"Yah, dia abang aku juga, suka-suka aku."
"Lo lagi dateng tamu ye?" timpal Rindu.
"Ihh! Nggak!"
"Galau paling," ucap Liyaa.
"Ish, kalian nyebelin!" kemudian Angel pergi dari halaman depan SMA Bintara. Menuju kelas.
"Lah? Dia yang dateng-dateng marah kok nyalahin kita," ucap Ikaa.
"Paling juga dia udah percaya kalo nyatanya sprite itu nyegerin!" lawak Sella.
Krikk.. Krikk..
"Nggak cuy, pasti dia itu udah percaya kalo Alvian bener-bener selingkuh," ralat Sella.
"Mungkinlah," ucap Liyaa.
Saat mereka berempat memasuki pintu utama sekolah, mereka melihat suatu pemandangan yang sangat menarik.
"Itu bukannya?"
...•••...
Pelajaran pertama hari ini adalah matematika. Pelajaran yang menyebalkan bagi sebagian orang. Guru yang paling menyeramkan disekolah ini adalah guru matematika, yaitu Bu Indy.
"Baiklah anak-anak, kalian akan melaksanakan ulangan dadakan hari ini. Ibu lupa memberitahu kalian, tapi ibu yakin kalian pasti bisa," ucap Bu Indy.
"Iya bu," ucap seisi kelas.
"Ahsiyap!" ucap Ikaa.
Lupa palalu. Batin Sella.
"Serahkan ini kepada Liyaa," Ikaa berbisik pada Liyaa yang duduk diseberangnya bersama Rindu.
Liyaa menoleh kesamping dan ikut berbisik. "Kok gue?"
"Liyaa! Ikaa!" seru Bu Indy.
"Apaa bu?" tanya Ikaa.
"Kenapa kamu bisik-bisik dengan Liyaa?"
"Emm.. Itu buk.. Saya pusing nanti pulang sama siapa," jawab Ikaa mengada-ngada.
Bu Indy hanya geleng-geleng kepala. "Kamu ini banyak sekali alasan."
"Maaf bu," ucap Ikaa.
Setelah 20 menit ulangan berlangsung. Bu Indy meminta murid-muridnya mengumpulkan jawaban mereka kepada sang ketua kelas, yaitu Liyaa. Kemudian Bu Indy keluar dari kelas.
Semua murid telah mengumpulkan kertas ulangan mereka kepada Liyaa.
"Liyaa.. Pleasee help me! help me!" Ikaa mendatangi meja Liyaa yang jaraknya cuma empat kilan dari mejanya.
"Isiin tolong," Ikaa tersenyum semanis mungkin supaya bisa meluluhkan hati Liyaa.
Liyaa tak tega melihat sahabatnya yang satu ini merengek-rengek seperti ingin meminta makan. "Iya! iya!"
"Liyaa cepet! Bu Dhia otw," Ikaa berlari dari balik pintu. Entah kapan dia keluar dari kelas.
"Iya dikit lagi!"
"Nih nih ambil," ucap Liyaa.
"Eh, kan ngumpulnya ke lo!" Ikaa mengerutkan dahinya.
"Oh iya, **** banget sih gue!"
"Gara-gara deket sama lo nih, kan ketularan." sambung Liyaa.
"Kok gue? Ohiya makasih yaa Liyaa cantik," Ikaa mengedipkan satu matanya.
"Liyaa! Kata Bu Indy mana tugasnya kok belum dikumpul?" ucap Farrel.
"Oh iya, ini mau otw!"
Liyaa pergi ke ruang guru untuk mengantarkan lembar tugas kepada Bu Indy.
Tak lama kemudian Liyaa kembali ke kelas. Dan di sana sudah ada Bu Dhia, guru bahasa inggris mereka.
"Assalamualaikum," ucap Liyaa
"Waalaikumussalam, dari mana Liyaa?" tanya Bu Dhia.
"Nganterin tugas bu,"
"Iya, silahkan duduk."
Kemudian Bu Dhia menjelaskan tentang materi pembelajaran bahasa inggris hari ini.
"Assalamualaikum, bu." ucap seorang murid laki-laki di ambang pintu.
"Waalaikumussalam, iya ada apa?"
"Permisi bu, saya mau menyampaikan pesan dari Bu Indy untuk memanggil Angel ke ruangannya,"
"Ohiya, Angel!" panggil Bu Indy.
Angel terkejut saat Bu Dhia memanggilnya. "Emm.. Iya bu?"
"Kamu dipanggil Bu Indy ke ruangannya,"
Ikaa, Liyaa, Sella dan Rindu saling bertatapan saat memdengar nama Angel dipanggil.
"Kamu kenapa? Apa yang kamu lakukan?" sambung Bu Dhia.
"Tidak ada Bu, saya juga tidak tahu kenapa saya dipanggil."
"Baiklah, silahkan pergi."
"Baik Bu,"
Saat di perjalanan menuju ruangan Bu Indy Angel bertanya kepada anak lelaki itu. "Aku kenapa?"
"Nggak tau,"
"Gimana sih?"
"Kok nyalahin gue, gue cuma disuruh manggil lo aj-"
"Yaudah diem, panjang banget. Masuk sana ke kelas kamu,"
Setelah sampai di sana. Angel bertanya kepada Bu Indy tentang apa yang membuat Bu Indy memanggilnya ke ruangannya.
"Lho, kan seharusnya saya yang nanya kenapa kamu tidak mengumpulkan kertas ulangan punya kamu?"
"Ulangan?"
"Iya, Kamu tidak tahu?"
"Maaf bu,"
"Baiklah, berdiri kamu diluar dengan tangan ditelinga dan mengangkat satu kaki sampai istirahat kedua!"
Cobaan apalagi ini ya Allah. batin Angel.
"Cepat!"
"I.. Iya bu,"
Sesampainya didepan ruangan Bu Indy, Angel melakukan perintah Bu Indy. Sesekali Bu Indy keluar atau melihat dari jendela apa yang dilakukan Angel.
Saat Bu Indy telah masuk ke ruangannya. Angel melihat seorang lelaki bersama seorang perempuan berjalan memunggunginya. "Perasaan, nggak asing deh?" gumam Angel.
Ketika kedua orang itu sampai pada suatu kelas, Angel baru bisa melihat dengan jelas wajah mereka.
..._________________________________________________...
A/N :
Tinggalin jejak yah guys, hhe makasih☺