A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[6] Boneka Hello Kitty



^^^Kalo udah jadi kesayangan, apapun diperbuat demi dia.^^^


...•••...


"ZAIN GILA! DIMANA BONEKA HELLO KITTY AKU!" teriak Angel dari dalam kamar.


"Woi berisik ****!" Zain membalas teriakan Angel.


Hari masih pagi. Hari ini weekend biasanya keluarga Angel selalu jalan-jalan. Tapi tidak dengan weekend kali ini. Kedua orang tuanya bekerja dan lembur, perusahaan milik keluarganya memiliki proyek besar. Itu yang Angel ketahui.


Jadi dirumah hanya ada Angel dan Zain. Biasanya jika hanya ada mereka rumah akan seperti kapal pecah. Dan teriakan ada dimana-mana, melebihi kebun binatang.


"ZAIN BALIKKIN BONEKA ANGEL! ANGEL BOCORIN NANTI BAN MOBILNYA!


"Gue nggak tau Angel! Paling lo ngigo terus mimpi nelen makanan!"


"ABANG KIRA AKU MAKAN BONEKA PAS TIDUR!? DASAR NGGAK WARAS! GILA! ABANG PERGI AJA DARI RUMAH! AJAK KAK KAYLA JALAN KEK! KERUMAH TEMEN ABANG KEK! NGGAK USAH GANGGU ANGEL MULU!"


"Hey adek tersayang, kata lo telinga gue udah budeg terus lo teriak-teriak gini nggak bikin gue nambah budeg gitu?"


"ZAIN BALIKKIN NGGAK!"


"GUE NGGAK TAU!"


Seketika hening. Angel yang sedari tadi teriak-teriak kini terdiam. Bentakkan dari Zain membuatnya terdiam. Zain tidak pernah membentaknya. Tapi tidak dengan kali ini, mungkin dia sudah melewati batas. Membentak dan meneriaki kakak sendiri yang jelas-jelas lebih tua darinya. Dan yang seharusnya dia hormati dan dia dengarkan kata-katanya.


"Angel?"


"Angel?"


Zain keluar dari kamarnya. Lalu pergi menuju kamar Angel. Zain mengetuk pintu kamar Angel berulang kali. Namun Angel yang didalam sana hanya diam dan Zain bisa mendengar isakan tangis dari Angel.


"Angel?"


"Buka pintunya dek,"


"Angel maafin abang,"


"Dek?"


Angel membukakan pintu kamarnya lalu Zain memeluknya. Angel yang didalam pelukan Zain hanya menangis. Menangis sekencang-kencangnya.


"Angel salah!" ucap Angel.


"Angel nggak boleh bentak abang,"


"Angel nggak sopan,"


"Angel nggak peka jadi adik,"


"Angel salah bang,"


"Nggak boleh dimaafin!"


"Harus dikasih hukuman,"


"Angel," Zain mengusapkan tangannya pada punggung Angel.


"Angel jahat bang,"


"Udah dek, abang yang salah. Nggak boleh bentak Angel. Maafin abang yah?"


"Angel yang salah bang,"


"Nggak boleh nyalahin diri sendiri."


"Emang Angel yang salah," Angel masih tetap dengan kisah tangisnya.


"Udah abang minta maaf yah," Zain mengacak rambut Angel.


Angel itu seorang gadis yang lembut dan penuh kasih sayang. Jadi, orang didalam rumah ini sudah paham dengan sifatnya. Angel tidak suka dibentak, dari kecil dia selalu menangis dan selalu bilang kalau orang ngebentak itu marah kepadanya.


"Abang Zain minta maaf yah Angel?"


"Angel yang minta maaf sama abang Zain,"


"Emm.. Nggak apa," Zain mengusap lembut puncak kepala Angel.


"Beneran kok bukan abang yang nyembunyiin boneka Angel,"


"Jadi dimana dong boneka Angel?"


"Abang nggak tau, Ngel."


"Yaudah gimana kalo Angel mandi? Abang mau ajak Angel beli boneka Hello Kitty yang besar dari sebelumnya, mau?"


Angel hanya mengangguk. Kemudian ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Zain keluar dari kamar Angel dan bersiap untuk pergi menemani adik semata wayangnya.


•••


"Dek? Pacar lo si Alvin itu nggak ngajak lo jalan?" tanya Zain sambil mengendarai mobil.


Untung saja tadi Angel tidak mengempiskan ban mobil Zain. Atau tidak Zain bakal marah kepada Angel.


"Alvian," koreksi Angel.


"Iya Alvian," Zain membenarkan kalimatnya.


"Nggak bang," jawab Angel


"Kenapa?"


"Terus kenapa mau jalan sama abang?"


"Siapa coba yang nggak mau dibeliin boneka?"


"Nggak tau tuh, Alvian yaa?"


"Abang! Angel nggak bercanda,"


"Iya Angel,"


"Kita kemana dulu bang?"


"Kamu belum makan 'kan? Yaudah ke Restoran dulu,"


"Tumben abang peka," ledek Angel.


"Tambah sayang sama abang," puji Angel.


"Giliran baik abang disayang, giliran jahat abang ditendang."


"Angel nggak pernah kok nendang abang!"


"Canda Angel,"


Setelah sampai di sebuah Restoran, Angel dan Zain mencari tempat duduk. Restoran ini memang sangat ramai pengunjung. Tidak hanya makanannya yang lezat tapi tempatnya juga instagramable.


"Bang,nanti fotoin yah disitu tuh!" Angel menunjuk tempat yang dimaksudnya.


"Iya," Zain memilih menu makanan dan setelah sudah memastikan apa yang akan mereka makan, Zain memesannya.


"Kenapa bang Zain nggak ngajak Kak Kayla jalan?"


"Kayla lagi banyak tugas, abang nggak mau ganggu dia,"


"OHH gituu.. "


"Oh Iya bang?"


"Apa?"


"Makanannya lama banget," gerutu Angel.


"Baru juga pelayannya pergi," Zain melirik pelayan yang tadi mencatat pesanan mereka.


"Oh iya bener." cengir Angel.


...•••...


"Makasih bangetttt bang," Angel menenteng satu paper bag yang berisi berbagai macam es krim. Seperti magnum chocolate hazelnut praline, magnum double caramel, magnum double raspberry dan banyak lagi.


Sedangkan Zain menggendong big Hello Kitty. Dan membuat kepalanya tenggelam dibalik boneka.


Saat Angel ingin meletakkan barang-barang dikursi belakang, ia melihat boneka Hello Kitty -kesayangannya. "Bangg! Boneka Hello Kittyku udah ketemu!" teriak Angel sambil memeluk boneka tersayangnya.


"Jadi, nih boneka abang balikin aja ya, jadi uang abang nggak banyak kurang."


"Abangg, ihh!"


"Iya, yaudah minggir abang mau masukkin boneka lo!"


"Ehh.. Iya iya bentar aku keluar dulu, nanti aku penyet!"


"Alah.. Cuma boneka lembut doang. Lebay lo,"


"Ngeselin!"


Angel duduk didepan, disamping Zain. Sedari tadi ia hanya bolak-balik Whatsapp, keluar masuk Instagram, scroll sana sini. Membosankan.


"Abang masih lama nggak sih sampenya?" tanya Angel.


"Alvian mana juga? nggak ada niatan ngechat kalo nggak di chat duluan," gumam Angel


^^^: Angel^^^


^^^Alvian?^^^


^^^Dimana?^^^


^^^Sibuk ya?^^^


^^^Kok nggak ngechat sih?^^^


^^^Jahat banget.^^^


Centang satu. Tak ada balasan, padahal baru kemarin Alvian menghubungi Angel. Memberinya pesan sehabis sekolah.


Angel kecewa. Apa mungkin Alvian berubah? Apa karena kemarin? Karena selalu singkat menjawab pertanyaan darinya? batin Angel.


"Alvian kemana?" gumam Angel. Tanpa disadari Angel meneteskan air matanya.


"Angel? Kenapa nangis?" ucap Zain.


Angel menghapus air matanya dengan cepat. "Nggak kok bang, cuma kelilipan."


"Udahlah abang udah liat kamu nangis tadi,"


"Tapi bener, Angel nggak apa kok." Angel tersenyum lebar kepada Zain.


...______________________________________________...