A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[26] Kemah



^^^Aku mulai perlahan mencintaimu, jika pada akhirnya harus jatuh kembali, aku sudah siap untuk itu.^^^


...•••...


"Angel pergi bareng ya?"


"Nanti nggak boleh mama gimana?"


"Nanti Devan deh yang bilang ke mama,"


"Mama aku ya, bukan mama kamu,"


"Iya, takut bener,"


"Bilangnya bener-bener nanti salah omong,"


"Iya nggak bener-bener juga, pasti dibolehin kalo sama Devan,"


"Mana ada!"


"Devan otw ya,"


"Iya, hati-hati,"


"Matiin dong,"


"Kamu aja,"


"Em.. sama-sama?"


"Yaudah "


"Satu,"


"Dua,"


"Tiga,"


"Kok belum dimatiin sih!"


"Kamu aja,"


"Yaudah aku matiin ya? Hati-hati,"


Panggilan pun terputus.


Hari ini Angel dan teman-teman yang mengikuti ekskul pramuka sedang bersiap-siap untuk berkemah.


Angel berangkat bersama Devan. Kalau dibolehin mama Angel. Tapi Devan yakin kalau dibolehin. Devan ikut pramuka? Orang bandel kayak gitu?


"Angel.. " panggil Cindy.


"Iya ma,"


"Udah siap belum?" tanya Cindy.


"Nanti perginya bareng Rindu atau bawa mobil?" tanya Cindy lagi.


"Kalau bawa mobil sendiri, nggak usah yah," pinta Cindy.


"Nanti kamu kecapean nyetir, mama khawatir," ucap Cindy.


Angel menghela nafas mendengar rentetan kata per kata yang diucapkan mamanya.


"Iya ma, Angel perginya ba-"


"Angel.. ada mobil diluar, siapa ya?"


Cepet banget tuh anak, batin Angel.


"Mama liat dulu ya?" Cindy berjalan menuju pintu utama.


"Iya ma," ucap Angel.


Tak lama kemudian, mama Angel memanggil Angel lagi.


"Apa ma," jawab Angel.


"Ini ada Alvian datang," ucap Cindy.


"A.. Alvian?" gumam Angel.


"Angel cepet!" seru Cindy.


"Iya,"


Angel berjalan menuruni anak tangga sampai pintu utama.


"Lama banget sih," gerutu Cindy.


"Aelah ma, bentaran doang,"


"Yaudah nih ada Alvian, mama masuk dulu ya?" ucap Cindy lalu berjalan ke arah dapur.


"Eh, udah semua kan persiapannya?" Cindy berhenti ditengah jalannya.


"Iya ma," jawab Angel.


"Masuk Vian!" ajak Angel.


"Hm.. Iya," ucap Alvian lalu masuk ke dalam rumah.


"Kenapa?" tanya Angel kemudian mengambil bantal sofa lalu duduk.


"Em.. Angel perginya bareng siapa?" tanya Alvian.


"Eng-"


Devan


"Sa.. Sama.. Devan," jawab Angel.


"Oh,"


"Kenapa?" tanya Angel lagi.


"Mau ngajak bareng," jawab Alvian.


"Tapi nggak apa kok, kalo Angel udah janji duluan sama Devan," Alvian tersenyum lalu berdiri.


"Eh-"


"Gue pergi dulu ya," ucap Alvian kemudian tersenyum.


"Iya," ucap Angel.


Kemudian Angel mengantar Alvian menuju pintu utama.


"Eh.. Kok udah mau pulang aja?" tanya Cindy saat melihat Alvian keluar dari pintu rumahnya.


"Iya ma, dia mau pergi langsung," ucap Angel.


"Kok nggak bareng?" tanya Cindy lagi.


"Em.. Angel.. "


"Tante, Alvian pamit pergi," Alvian menyalami tangan Cindy.


"Assalamualaikum," ucap Alvian.


"Eh, Wa'alaikumussalam." jawab Cindy.


"Hati-hati," ucap Angel.


Alvian hanya tersenyum.


•••


"Devan, kemana sih?" gumam Angel.


"Lama banget, ini aja udah jam bera-" ucapan Angel terputus saat melihat jarum jam yang masih menunjukkan pukul 14.00 . "Ups, Devan! Kemana sih tuh anak lama banget, katanya otw! Otw kamar mandi kali yah!" Angel memutar bola matanya.


Angel menghempaskan tubuhnya dikasur yang bersprai Hello Kitty. Tangannya direntangkan kemudian digerak-gerakkan olehnya.


"Hmm, sepi banget kalo nggak ada Zain," ucap Angel.


"Ih, kok mikirin Zain sih?" Angel memutar bola matanya, jenuh.


"Em,Devan lama banget sih," gumam Angel.


Angel menutupkan mata, lalu tertidur.


Kemudian setelah 15 menit menutup mata, Angel langsung buru-buru mengambil ponselnya,melihat pesan dari Devan. Siapa tahu ada.


Devan:


Gue otw


Angel membulatkan matanya, kemudian tersadar bahwa dia harus bersiap-siap untuk kemah nanti.


"Mama.. " panggil Angel sambil menuruni tangga dengan menyeret tas ransel besarnya.


"Aduh, ih.." lirih Angel.


"Kenapa?" tanya Cindy dari bawah.


"Tolongin.." rengek Angel.


"Yaudah ayo!" ucap Cindy sambil membantu.


"Angel pergi sama Devan," ucap Angel.


"Wah.. Bagus dong " ucap Cindy antusias.


"Eh, kenapa bagus?" tanya Angel.


Tinn.. Tinn..


Angel dan mamanya saling tatap. Kemudian menghela nafas lega. Melihat yang keluar adalah..


"Devan?" ucap Angel ragu.


"Hmm,"


"Bawanih!" Angel menyodorkan tas bawaannya kemudian pergi masuk ke mobil Devan, lalu duduk dibelakang.


Devan memasukkan tas Angel di bagasi, lalu masuk kedalam mobilnya.


"Eh, kok duduk belakang?" tanya Devan menoleh kebelakang.


"Mau tidur," jawab Angel ketus.


"Kok jutek?"


"Kepo banget!"


"Depan ajaaa," rengek Devan.


"Apasih,"


"Emang Devan supir?" tanya Devan pada Angel.


"Bukan," jawab Angel.


"Yaudah, pindah!" pinta Devan.


"Yaudah kalo maksa," ucap Angel lalu berpindah tempat duduk.


"Enak aja maksa!" tolak Devan.


Diperjalanan menuju lokasi terasa sunyi, diam dan tenang. Angel yang matanya sudah sayu-sayu ingin tertidur, kembali terbangun saat Devan melewati lubang di jalanan yang sudah banyak batu.


"Pelan-pelan dong!" ucap Angel kemudian memegangi dahinya.


"Iya maaf,"


"Devan.. kok lama," ucap Angel.


"Tunggu aja," ucap Devan sambil menyetir.


"Hmm, Angel tidur ya,"


"Iya,"


"Pelan-pelan tapi, nanti aku kejedot lagi,"


"Hm iya, bawel."


•••


Angel membuka matanya pelan saat seseorang menggoyangkan tubuhnya.


"Angel.. bangun!" ucap Ikaa.


"Angel.. " panggil Liyaa.


"Muka bantal!" ejek Rindu.


"Mmm.. " Angel menepis tangan Ikaa.


"Siapa sih ganggu tidur ak-" Angel membulatkan matanya saat melihat anggota squad-nya berkerumun untuk membangunkannya.


"Lo tuh susah yah dibangunin?" tanya Sella.


"Cepet Angel," pinta Liyaa.


Angel menoleh ke arah kursi pengemudi.


"Devan udah turun," ucap Rindu seakan mengerti tatapan mata Angel.


"Sekarang dimana?" tanya Angel.


"Yahh.. turun dulu dong," bujuk Ikaa.


"Iya ih, nggak sabaran," gerutu Angel.


"Eh, untung kita baik. Kalo nggak lo dibiarin di sini sendirian," Sella menoyor kening Angel menggunakan telunjuknya.


"Barang-barang gue nggak diturunin Devan yah?" tanya Angel.


"Kayaknya tuh," jawab Rindu.


"Nggak romantis banget!" Angel mencebikkan bibirnya.


"Ih, ngarep di romantisin nih yaa?" goda Sella.


"Nggak yah, siapa bilang!" tolak Angel.


"Cepet woi nanti ditinggal!" seru Ikaa yang sudah berjalan lebih dulu dari Angel.


"Tunggu!" pinta Angel.


Setelah sampai dimana semua anak-anak pramuka berada. Angel duduk disembarang tempat.


"Duduknya sembarangan yah," ucap seseorang di samping Angel yang tak lain adalah Devan.


"Ih!"


"Ngambek?" ucap Devan lalu tersenyum sumringah.


...___________________________________________________...