
^^^Aku tidak mahir mengejar, tapi aku tahu cara menunggumu.^^^
...•••...
Setelah Devan memberitahu kepada mamanya siapa yang sudah berniat untuk menyakiti Angel, Angel merasa tak percaya. Orang yang katanya 'menyayangi Devan' bisa setega itu kepadanya.
"Angel?" panggil Devan.
Angel sedang membantu Devan mengemas barang-barang Devan. Hari ini Devan sudah bisa pulang, seminggu dirumah sakit membuat Devan merasa bosan.
"Angel.. " panggil Devan lagi.
"Hmm," Angel masih dengan kegiatannya, mengemas barang-barang Devan.
"Angel? Kira-kira, em.. Zeline masih nggak yah ngedeketin gue?" tanya Devan.
"Nggak tau,"
"Kok nggak tau sih?"
"Yah.. Jadi?"
"Menurut lo gimana?" tanya Devan.
"Kamu maunya gimana?" tanya Angel balik.
"Yahh.. Nggak ganggu lagi," ucap Devan antusias.
"Kalo gitu, mungkin aja."
"Eh, jadi siapa yang mantau kamu kalo Zeline nggak ditugasin mama kamu lagi?"
"Berarti gue bebas dong," ucap Devan senang.
"Eitss, nggak semudah itu," ucap seseorang dari balik pintu.
"M.. Mama?"
"Iya, mama bakal nugasin Angel buat ngepantau kamu, Angel kamu mau kan? Tante minta tolong sama kamu," pinta Clara.
"Em.. I.. E.. Boleh tan," ucap Angel gugup.
"Terimakasih yah sayang," Clara mengusap puncak kepala Angel dengan lembut.
"Yahh.. Mama, ih!"
"Atau mama pindahin kamu ke Kanada? Sendirian? Sampe kamu bener-bener nggak lagi ngebuat masalah,"
Ngebuat masalah? batin Angel.
"Devan kan udah bilang, Devan nggak lagi buat onar," keluh Devan.
"Tanya aja sama Kevin, Fredi juga," sambung Devan.
"Mama belum percaya!"
...•••...
"Angel?" panggil Devan saat menuju parkiran mobil.
"Iya?"
"Lo kok sering banget sih jenguk gue, malahan tiap hari,"
"Yah.. Karena aku merasa berhutang nyawa sama kamu,"
Gue kira lo bener-bener punya alasan selain itu, batin Devan.
"Segitunya?" tanya Devan.
"Iyaa, sampai kamu bener-bener sehat," jawab Angel.
"Devan?" panggil mamanya.
Devan berhenti berjalan saat mengetahui siapa yang memanggilnya.
"Kenapa ma?" tanya Devan.
"Kunci mobil di kamu kan, nak?"
"Kunci mobil?" Devan bertanya balik.
"Iya, sebelum keluar ruangan, mama nitipin kunci ke kamu, sekarang di kamu kan?"
Devan berusaha mengingat-ngingat.
"Devan, mama mau nebus resep obat kamu dulu ya, mama titip kunci mobil," Kemudian Clara pergi keluar ruangan.
"Iya ma,"
Sambil menunggu Devan mengobrol dengan Angel, tanpa Devan sadari, kunci mobil telah lepas dari pegangannya.
"Oh iya! Devan ingat, kuncinya masih di ruangan Devan,"
"Hmm," gumam Clara.
"Devan ambil dulu yah ma?"
"Angel ayo ikut Devan!" ajak Devan.
"Angel nemenin mama Devan aja," ucap Angel.
"Bantuin Devan, please!" pinta Devan.
"Hmm.. yaudah,"
Lalu Devan dengan semangat menggenggam pergelangan tangan Angel, lalu berjalan bersama menuju ruang rawat Devan.
"Permisi, saya mau cari kunci mobil yang ketinggalan,"
"Tadi, kunci mobilnya dibawa perawat yang lain, katanya dia tau pasien yang dirawat diruangan ini sebelumnya," ucap suster itu.
"Baru pergi atau udah lama?"
"Baru saja," jawab suster itu.
"Ayo, ngel!" Devan kembali menggenggam pergelangan tangan Angel.
"Tunggu-tunggu," ucap Angel terengah-engah, karena Devan mengajaknya berjalan cepat.
"Kenapa, ngel?" tanya Devan.
"Aku capek," ucap Angel.
"Gue aja yang cari yah?"
"Eh, nggak! aku ikut,"
"Kenapa?"
"Takutnya kamu sakit kepala lagi,"
"Bilang aja lo nggak mau jauh dari gue kan?"
Eh? Bukannya dari tadi dia yang megangin tanganku terus? batin Angel.
"Pede-an jadi orang!" ejek Angel.
"Yaudah ayo!" ajak Angel, kemudian berjalan meninggalkan Devan.
"Angel?" panggil Devan seraya menyeimbangkan langkah kaki Angel.
"Hmm," gumam Angel.
"Lo udah move on sama Alvian?" Devan menatap Angel.
"Kok nanya gitu?" tanya Angel balik, tanpa menatap si penanya.
"Nggak sih, pengen tau aja,"
"Mulai biasa," jawab Angel.
"Oh gitu,"
Ketika hening menghampiri mereka berdua, ada seorang perawat menghampiri mereka, memecah keheningan.
"Devan Alexi?" panggil perawat itu.
"Iya sus?"
"Ini kunci mobilnya ketinggalan di ruangan," suster itu menyerahkan kunci mobil kepada Devan.
"Terima kasih sus,"
Lalu perawat itu pergi.
"Akhirnya ketemu," lirih Angel.
"Suka?" tanya Devan.
"Suka siapa?" tanya Angel balik.
"Nggak,"
Setelah sampai diparkiran, mama Devan senang melihat mereka berdua telah kembali. Sama seperti Devan, berdiam diri itu membosankan.
"Udah ketemu?" tanya Clara.
"Udah ma,"
"Yaudah kalo gitu kita pulang," ucap Clara.
"Em.. Devan," panggil Angel, kecil.
"Iya? Kamu udah bisa bawa mobil? Beneran udah nggak ada yang sakit?" tanya Angel khawatir.
Devan hanya tersenyum lalu mengangguk, meyakinkan Angel bahwa ia bisa.
"Eh, ayo cepet masuk!" panggil mama Devan dari dalam mobil.
"Iya ma,"
"Iya tan,"
Angel dan Devan menjawab dengan kompak.
"Kompak terus yah?" Clara menggoda kedua anak itu, lalu tertawa.
"Mama apasih?"
"Yaudah cepet, mama udah kangen rumah nih," ucap Clara.
"Devan kali yang kangen rumah," ucap Devan.
"Iya iya," ucap Clara.
Angel hanya tersenyum sedangkan mama Devan tertawa.
...__________________________________________________...
A/N :
Nggak seru? Tungguin aja XD