
^^^Karena cinta tercipta sebab terbiasa bersama, jika dia menghindar? jangan salahkan dia :)^^^
...•••...
"Lo nanti pesan taksi online aja ya," ucap Zain, sambil menyendokkan sarapan pagi ke dalam mulutnya.
"Kenapa?" tanya Cindy.
"Ada kerjaan ma,"
"Nggak usah naik taksi online, Angel jalan aja. Kan, nggak jauh juga." ucap Angel.
"Jangan dong sayang, nanti kamu kenapa-napa gimana?" tanya Cindy.
"Hm, nggak apa ma. Banyak kok temen Angel yang jalan kaki," Angel berdiri dari tempat duduknya. "Angel berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Angel pamit dan mencihm tangan kedua orang tuanya dan Zain, lalu pergi.
Angel lupa jika hari ini Devan mengajaknya pergi sekolah bersama. Sedangkan Devan baru saja sampai didepan rumah Angel.
Devan keluar dari mobilnya lalu berjalan sampai pintu depan rumah Angel.
"Assalamualaikum,"
Tak lama kemudian, suara seorang wanita menjawab salamnya. "Wa'alaikumussalam."
"Siapa ya?"
"Temennya Angel tante, saya Devan. Saya mau pergi sekolah bareng Angel. Angelnya ada tan?"
"Oh, Angel. Baru aja dia pergi, jalan kaki."
"Lho, kenapa tan?"
"Maunya dia, kalo nggak diturutin nanti dia marah. Anak itu keras kepala." jelas Cindy.
"Masuk dulu Devan," Cindy mempersilahkan Devan masuk.
"Eh, nggak usah tante. Devan mau nyusul Angel aja. Bentar lagi masuk sekolah, nanti telat. Lain kali Devan main lagi kok tan," Devan tersenyum. "Permisi tan." Devan pergi setelah mencium tangan Cindy.
Cindy tersenyum melihat Devan yang sangat sopan, baik, dan juga tampan. Cocok sekali untuk Angel. Sempat terlintas dipikiran Cindy untuk menjodohkan Angel dengan Devan. Namun, segera dienyahkannya karena Cindy baru saja melihat dan mengenal Devan. Walaupun begitu Cindy tetap suka dengan anak seperti Devan.
"Angel, mana sih? Kok nggak ketemu, cepet banget jalannya," Devan melihat disekitar jalanan arah sekolahnya.
Devan menangkap sosok gadis bertubuh mungil dan berwajah imut itu sedang berjalan bersama temannya, mungkin.
"Angel!" Panggil Devan dari dalam mobil.
Angel yang merasa namanya dipanggil, menoleh. "Devan?"
"Oh iya, lupa. Kan, Angel janji yah bareng Devan?"
"Hm,"
"Maaf yah, hhe"
"Yaudah cepet masuk,"
"Dadah, shin!" Angel melambaikan tangannya kepada salah satu anak yang berjalan bersamanya.
"Shin?" tanya Devan.
"Iya, Shin."
"Namanya Shin aja?"
"Shinta,"
"Kirain si.. "
"Udah, ihh! Nggak usah bahas,"
"Demi Angel, Devan turuti."
...•••...
"Ciee ekhem ekhem, udah dapet penjaga baru yah hati lo!" ejek Ikaa.
"Eumm, kayaknya iya yah kaa." Liyaa menyilangkan tangannya didada lalu menaikkan dagunya berlaga seperti orang yang sok angkuh.
"Musyrik!" ucap Angel.
"Gimana sikapnya, ngel? Romantis nggak?" goda Sella.
"Apasih kalian, aku sama Devan cuma temen. Nih, inget 'cuma temen'. Lagi pula cowok versi dia mana mau sama cewek kayak aku," ucap Angel panjang lebar.
"Dan, aku bareng dia tadi? Itu cuma permintaan dia, jadi aku iyain aja. Tadi aja aku lupa kalo dia mau jemput, aku malah jalan eh dia ngampirin aku ditengah jalan." sambung Angel.
"Daebak!" Rindu mengacungkan jempolnya kearah Angel.
"Debay kali ndu?" tanya Sella polos.
"Bedak kali lak?" Ikaa membenarkan.
"Polosnya sampai nyinggung kata ****!" ucap Liyaa.
"Nggak ngerti dedeq,"
"Najis, kaa!"
"Emang gue anj- awww!"
"Jahat kamu koko!" ucap Ikaa seperti orang yang teraniaya.
"Udah ayo masuk!"
"Yoyoayo! yoyoayo!"
"Eh iya, gimana kabar hubungan lo sama Alvian?" tanya Liyaa ditengah perjalanan ke kelas.
"Nggak tau nggak jelas,"
"Gimana sih, nggak jelas makanya dijelasin." celetuk Ikaa.
"Yah, gimana dong. Dia-nya nggak bilang kalo mau putus. Terus aku-nya nggak sempet bilang langsung ke dia, kan kalian semua yang ngehalangin aku kalo ketemu dia,"
"Chat?" tanya Sella.
"Entar nambah rumit,"
"Emang serumit apa sih, ngel?" timpal Ikaa.
"Serumit makan bakso raksasa!" jawab Liyaa.
"Itu sih, nggak rumit " ucap Rindu.
"Kalian kalo ngomong tentang makanan lancar banget, giliran dimintain saran nggak ada yang ngerti."
"Karena kami belum dewasa," jawab Ikaa polos.
"Ish, momo kok gitu!" ucap Angel dengan nada manja.
"Pusing gue," Liyaa menepuk keningnya.
...•••...
Beberapa menit yang lalu seorang guru berperawakan tinggi dengan badan yang gagah berwajah tampan dan baik, baru saja memperkenalkan dirinya.
Sekarang giliran murid-murid yang memperkenalkan diri. Dimulai sesuai Absen. Nama Angel berada diurutan keempat. Setelah kedua temannya yang kembar dan satu lagi temannya penggemar k-pop.
Lalu sekarang,giliran Angel. "Nama panggilan?" tanya guru itu.
"Angel,"
"Hobi?"
"MENUNGGU YANG TAK PASTI!" ucap seisi kelas, lalu tertawa.
Angel yang disinggung merasa pipinya memerah, malu. "Enak aja!" tolak Angel.
"Jangan gitu dong, Angel kan udah ada pengganti." ucap Rindu.
Dasar mulut ember, batin Angel.
"Kan, Angel belum putus. Jadinya belum ada yang berani ngedeketin Angel," ucap Haikal.
"Bisa-bisa ditonjok Alvian!" tambah Farrel.
"Sudah-sudah, terimakasih Angel. Selanjutnya.. "
Setelah itu Angel tidak banyak memperhatikan apa yang terjadi dikelasnya dia hanya berfikir kenapa dia sampai sekarang masih belum bisa melepas Alvian ,padahal sudah jelas dia dikhianati oleh Alvian.
"Angel"
Angel tersadar dari lamunannya saat tangan seseorang menepuk pundaknya. "Kantin yuk?" ajak Devan.
Tanpa Angel ketahui, ternyata jam pelajaran guru baru itu telah berakhir dan diganti dengan jam istirahat.
Angel hanya mengangguk.
Sesampainya dikantin, Angel masih diam dan suka melamun. "Angel?" panggil Devan.
"Hm,"
"Kenapa melamun terus sih?"
"Nggak kok,"
"Nggak mungkin, pasti ada yang dipiki-"
"Angel!" suara seseorang memotong kalimat Devan.
Angel terbelalak melihat seseorang yang memanggilnya segera menghampirinya. "Eh, Devan. Angel duluan yah,"
"Tapi kita belum makan,"
"Kamu duluan aja," Angel pergi dari kursi yang dia duduki.
"Angel!" panggil cowok itu.
"Eitsss,santai bro!" Devan menghadang cowok itu.
"Lo kenapa sih ganggu gue!" bentak cowok itu.
"Lo yang kenapa masih ganggu Angel!"
"Gue pacarnya!"
..._______________________________________________________...