
^^^Bahagia itu berada disamping kamu, eaa :p^^^
...•••...
"Selamat pagi!" Seru Angel pada teman - temannya.
"Pagi juga Angel cantik," Sapa Haikal genit.
"Kayaknya lo lagi bahagia deh?" tanya Ikaa.
"Iya dongg," jawab Angel.
"Kenapa?" tanya Liyaa penasaran.
"Aku... nggak apa-apa," Angel tersenyum lebar.
"Udah deh,lo tuh udah ketahuan," Rindu yang sedari tadi hanya memainkan ponselnya.
"Apaan?" Angel blushing. Pipinya tampak bewarna merah muda.
"Ehh..sok nggak tau nih putri kodok! Orang dia malem tadi ganti foto sampul Facebook," timpal Ikaa.
"Kan foto orang juga bukan foto kodok!Sewot nih si jomblo," sindir Angel pada Ikaa.
"Seneng nggak?" tanya Ikaa.
"Banget!" seru Angel.
Angel senyum-senyum sendiri sambil menari-nari didepan sahabatnya. Tanpa diketahuinya ada seseorang yang melihat tingkah anehnya itu. Ia terkekeh melihat Angel yang tak henti-hentinya menari seperti orang gila.
"Akuu sayangg Alviann," Angel bernyanyi dengan suara sumbangnya itu. Menari bak penari balet. Hingga akhirnya..
Brakk..
Badannya berbalik dan menabrak tubuh Alvian. Alvian hanya tersenyum lebar melihat kelakuan Angel. Sedangkan Angel, ia tak kuasa menahan malu, pipinya merona.
"A.. A.. Alvian.. Ma.. Maaf," Angel melontarkan kata itu dengan terbata-bata.
Alvian hanya terkekeh kecil melihat wajah Angel yang tertunduk melihat lantai, karena tak ingin wajahnya dilihat Alvian.
"Udah nggak apa," Senyum Alvian adalah salah satu alasan kebahagiaan Angel.
"Ehhem.. ehhem.. Inget ehhem gue ehhem jomblo ehhem.."
"Ikaa.. Ikaa.. Satu hari aja nggak ganggu bisa nggak sih?" Ikaa tak perduli dengan kata-kata Rindu. Ia masih memainkan ponsel Rindu sambil menggoda Rindu karena ada notif chat dari Haris ---Cowok kelas 12-IPS-3, milik Rindu---
"Sel, Rin temenin gue kantin yuk, laper nggak nahan," Liyaa memegangi perutnya yang sudah berbunyi sejak tadi.
"Kaa mau ikut nggak?" tanya Liyaa.
"Nggak ah males " Ikaa memainkan ponselnya.
Di tempat yang tak jauh dari keberadaan Ikaa, ada Angel dan Alvian yang nampaknya sedang mengobrol dan Ikaa hanya menatapnya sekilas selanjutnya tak peduli dengan apa yang terjadi, Ikaa hanya sibuk memainkan ponsel-ponsel-ponsel.
"Ngel," panggil Alvian.
"Emm.. Apa?"
"Vian kangen Angel,"
Angel tertawa mendengar kata - kata Alvian. "Angel juga kok," Lalu mereka tertawa bersama.
"Sebenarnya yah, Vian takut loh Angel nggak mau jadi pacar Vian," ucap Alvian.
"Kenapa?" tanya Angel.
"Kan Vian jelek, sedangkan Angel, Cantik," Angel tersipu malu mendengar kata terakhir dari Alvian.
"Alvian ini takut Angel pergi," sambung Alvian.
"Angel nggak bakal pergi kok, emang Angel mau kemana? rumah Angel juga tetep diIndonesia,"
"Alvian janji nggak bakal pergi dan nggak bakal nyia-nyiain Angel,"
Angel tersenyum, sedangkan Alvian menatap Angel dengan penuh kebahagiaan. Bahagia karena ia bisa melihat selalu senyum Angel.
"Pulangnya nanti Vian jemput ke kelas yah, Angel,"
"Iya Vian," Angel menatap punggung Alvian yang lama kelamaan menghilang.
"Ngel, bahagia nggak sih sama Alvian?" Ikaa yang berada tak jauh dari Angel duduk mulai angkat suara.
"Bahagia aja,"
...•••...
Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Alvian datang ke kelas Angel. "Angel," panggil Alvian.
"Jomblo harap tutup mata, dosa. Apalagi gue kan masih kecil, nggak boleh pacaran depan anak kecil nanti dosa loh," Ikaa bicara layaknya seorang anak kecil.
Didalam kelas itu tak hanya Angel dan Alvian saja, ada juga Rindu dan Haris, Liyaa dan Radhitya, Sella dan Arya. Sedangkan Ikaa? Hanya berteman ponselnya, ia berhasil menghidupkan kembali ponselnya berkat powerbank yang ia dapat dari adik kelasnya.
"Ayo kita pulang bareng!" ajak Rindu.
"Gue panggilin Martin aja kali ya?" goda Liyaa.
"Eh.. Loyang segiempat,masa sama gue jahat gitu. Nggak nggak gue nggak mau pulang sama Martin, lagi pula siapa dia?"
Sedangkan yang lainnya hanya tertawa melihat Ikaa yang selalu bertingkah receh. Entah mengapa Ikaa suka melakukannya.
"Ayo pulang gue laper tauuu!" Ikaa meringis memegangi perut layaknya seorang anak kecil yang menunggu ibunya selesai memasak.
"Yaudah ayo!" ucap mereka semua.
"Angel laper nggak?" tanya Alvian pada Angel.
"Nggak kok,"
"Kalo laper bilang aja,"
"Iya Vian "
Taklama kemudian Ikaa menyambar seperti api. "Nasib - nasib perut laper liat beginian nambah bunyi nih perut, 'eh perut lo iri ya sama mereka? nggak papa bentar lagi kita makan kok' Aduhh.. "
Teman - temannya hanya terkekeh geli melihat Ikaa yang menahan laparnya.
...•••...
Sesampainya dirumah Angel tersenyum akan sikap manis Alvian sejak tadi. "Nggak nyangka dia banyak cara untuk buat aku bahagia,"
Angel meraih ponselnya yang ada diatas meja belajarnya. Ada satu notif chat dari seseorang
Alvian :
Haloo cantikk..
Udah sampe rumah belom?
^^^: Angel^^^
^^^Udah dong^^^
Alvian :
Syukur deh
^^^: Angel^^^
^^^Iya^^^
Alvian :
Vian mau kerumah Angel, tapi besok aja yah
^^^: Angel^^^
^^^Ngapain?^^^
Alvian :
Rahasia
Tinggg..tongg Tingg..tongg
"Siapa?" gumam Angel.
Angel keluar dari kamarnya lalu membuka pintu rumahnya. Alvian berdiri didepan pintu rumah gadis itu.
"Kok datengnya hari ini, katanya besok?" Angel menatap Alvian bingung.
"Nggak boleh ya? Kan kangennya hari ini,"
"Boleh kok,"
"Ganti baju gih, Vian mau ajak Angel jalan,"
"Tunggu ya," Angel berjalan menuju tangga lalu berhenti, "Ohiya lupa, masuk Vian!"
"Iya," jawab Vian
Beberapa menit..
Angel menuruni anak tangga kemudian menuju Alvian yang sedang melihat album foto Angel saat kecil.
"Imut ya," puji Alvian.
"Mmmm.." gumam Angel.
"Sekarang juga," sambung Alvian.
Aduh jangan merah dulu dong pi, batin Angel.
"Ngel,"
"Apa?"
"Lo bahagia nggak sih disamping gue?"
"Bahagia dong,"
...______________________________________________...