
^^^Saudara itu terkadang nyebelin terkadang ngangenin.^^^
...•••...
Enam bulan sudah terlewati. Mereka berdua selalu terlihat saling mengasihi, bertukar rasa sayang, memberi perhatian. Dan hari ini tetap sama. Mereka selalu berdua dan selalu bisa membuat iri beberapa pasang mata yang mereka lewati.
"Angel, nanti pulang sama siapa?" Alvian menatap Angel.
"Kan, biasanya sama Alvian," Angel membalas tatapan Alvian.
"Emm.. Iya,"
"Kenapa? Alvian ada urusan?" tanya Angel.
"Em.. I.. Enggak," jawab Alvian ragu.
"Kalo ada nggak apa,"
"Nggak ada kok," ujar Alvian pelan.
"Iyadeh, Oh iya Vian?" pangil Angel.
"Apa ngel?" jawab Alvian.
"Em.. Nggak ada sih,"
"Apasih Ngel, gajelas," ejek Alvian.
"Udah lupa,"
"Masih muda juga, udah pikun duluan," cibir Alvian.
"Alvian, ihh!" Angel mendengus kesal.
Alvian hanya tertawa, mungkin bagi orang melihat seseorang kesal dan marah itu menakutkan. Tapi, bagi Alvian melihat Angel seperti ini membuatnya bahagia.
"Ihh, kok ketawa sih!" Angel masih tetap dengan raut wajah kesalnya.
"Nggak kok, kayak ada yang ngelitikkin aja," Alvian masih tertawa.
"Ehh udah sampai kelas nih, Ngel,"
"Iya vian,"
"Kok cepet banget sih sampainya," keluh Alvian.
"Nggak apa sih Vian,"
"Emm.. Kamu kangen yaa sama aku?" tanya Angel.
"Eh, nggak ihh. Geer amat sih"
"Aaa Alvian jahat!" Angel mendengus kesal melihat Alvian yang berlari menuju tempat duduknya.
"Wlee," Jebil Alvian.
"Nggak ada kata berantemnya ya duo insan ini," sindir Ikaa.
"Hehe," cengir Angel.
"Napa? Lo iri ya! Dasar jones!" Ejek Alvian.
"Ih.. Ngarep ngiri sama lo!" cibir Ikaa.
"Rinduu!" Panggil seorang lelaki yang muncul dibalik pintu.
"Ehh.. Haris!" sapa Rindu.
"Pulang bareng ya?"
"Iya Haris," Lalu Haris keluar dari kelas 12-IPA-2.
"Ihh, dateng kesini cuma mau bilang itu aja," cibir Ikaa.
"Dasar jomblo! Untung Pinter, tapi jelek!" ejek Sella.
"Nggak apa jelek! toh, gue nggak ngerasa cantik. Ohiya jelek-jelek juga ada untungnya juga kali," balas Ikaa.
"Liyaa! Main nggak?" seru Radhitya.
"Ihh, ada biji karet tuh yaa!"
Taklama kemudian Arya muncul dari balik pintu kelas. "Sella? Pulang bareng ya,"
"Ihh, dateng dateng kesini cuma mau bilang pulang bareng, kan chatting-an bisa. Ganggu mood orang aja," Ikaa memasang wajah kesal.
"Dasar jomblo!" ejek mereka serempak.
"IHH!" Ikaa meringis mendengar ejekan mereka.
...•••...
MyPrince :
Angel tercintaa?
Angel?
Hei
Tidur ya?
Dasar muka bantal!
Pasti belum mandi
Dasar bau
Angel membuka matanya saat mendengar dering ponselnya yang mengganggu tidur.
MyPrince, Alvian yang menggantinya sendiri saat hari mereka jadian.
"Siapa sih malem-malem nganggu tidur orang aja," Angel mengambil ponselnya lalu melihat pesan dari Alvian.
^^^: Angel^^^
^^^Apa Vian?^^^
Namun, balasan chat Angel tidak dibalas oleh Alvian. Angel ingin menyambung bunga tidurnya namun bagaimana menyambung bunga tidur? Angel hanya terkekeh geli memikirkannya.
"Angel!" panggil seorang lelaki dibalik pintu.
"Apasih bang?"
"Gue bete,"
"Ngel, kasih gue saran dong," pinta Zain.
"Emang Kak Kayla kenapa?"
"Paling juga ngambek lagi kan? Karena abang nggak pernah ngasih dia perhatian," sambung Angel.
"Beliin aja yang dia suka, abang nggak peka-peka banget sih jadi orang!"
"Bisa nggak sih bicara sama gue nggak usah pake ngegas segala?"
"Yaahh.. Abang tuh kan bukan nggak peka aja, pekak juga!"
"Ihh, enak aja kalo ngomong,"
"Angel, Zain.." panggil seorang wanita. Suaranya berasal dari bawah.
"Iya ma!" teriak Angel dari atas.
"Iya ma!" Zain pun ikut mengiyakan.
"Turun, kita makan malem dulu," ucap Cindy.
"Ihh, abangg cepet keluarr aku mau mandi dulu,"
"Nggak mau!"
"Mau ngintip yah, ihhh dasar mata belang!"
"Ehh.. Enak aja! Darat aja bangga!"
"Biarin!"
"Udahh sana keluar abangg!"
"Iya tepos!"
Zain. Kakak pertama dan satu-satunya kakak lelaki yang Angel miliki. Dia juga satu-satunya anak lelaki di keluarganya. Zain memiliki sifat jahil sama seperti Angel. Mereka selalu bertengkar melebihi saudara kembar yang merebutkan mainan yang sama.
"Zain nyebelin!" teriak Angel dari kamar mandi.
Zain hanya terkekeh sambil menuruni tangga menuju meja makan.
"Kenapa Zain? Kok ketawa?" ucap Robert bingung.
"Nggak kok pa," ucap Zain sambil menduduki kursi.
"Mana Angel?" tanya Cindy.
"Mandi ma," jawab Zain sambil membalikkan posisi piring.
"Jadi ngapain aja anak itu dari tadi? Mandinya malem terus nanti masuk angin,"
"Tidur paling pa, bekas ilernya aja masih ada," Zain menjawab rentetan kata dari papanya.
Selang beberapa menit, Angel keluar dari kamarnya. Kemudian berjalan menghampiri meja makan, "Bang Zain jahat!" Angel berjalan menuruni tangga dengan wajah masam.
"Ihh, lo mandi nggak bersih ya? Cepet banget,"
"Enak aja ngomong! Sekali-kali tuh ya ngomong pake basmalah!"
"Bismillahirrohmanirrohim, Angel mandi cepet amat? Mandi bebek ya?"
"Abang Zain ngeselin pantes Kak Kayla ngambek mulu!"
"Ehh.. Dasar mulut ember!"
Cindy dan Robert hanya menggelengkan kepala, melihat kedua anaknya selalu bertengkar membuat rumah mereka selalu ramai.
Zain dan Angel selalu bertengkar. Hal yang sepele pun selalu mereka masalahkan. Seperti tadi, Zain ingin meminta saran kepada Angel. Entah bagaimana bisa sampai mereka bertengkar.
"Zain, kenapa? Angel?"
"Bang Zain tuh, ngatain orang mulu!"
"Kan lo yang mulai,"
"Abang yang dateng duluan ke kamar Angel! Siapa suruh dateng? Ganggu orang tidur aja,"
"Sudah-sudah, cepet makan nanti makanannya dingin."
"Iya ma,"
"Ohiya Angel?"
"Apa pa?"
"Nanti setelah lulus dari SMA Bintara mau kuliah dimana?"
"Emm.. Angel belum tau pa,"
"Naati Angel sechi," sambung Angel dengan suara tak jelas dan mulut yang berisi makanan. (Nanti Angel searching).
"Angel kunyah dulu terus telen, baru bicara,"
"Iaa maa," (Iyaa Maa).
"Hmm" Cindy hanya mengggelengkan kepala, melihat mulut Angel yang berisi penuh makanan namun masih saja bicara di sela makan.
"Iya, nggak boleh bicara kalo lagi makan!" timpal Zain.
"Abang tuh ya! Ngikut aja urusan orang!"
"Kan lo adek gue!"
"Udah-udah papa minta maaf, papa yang ngajak Angel bicara,"
"Dan Zain, jangan gangguin Angel terus lah,"
"Nah tuh Bang, denger apa kata papa!"
"Sewot aja bocah,"
"Kan Abang yang sewot duluan!" Angel menatap Zain dengan wajah cemberut.
"Zain,"
"Iya ma," Zain menundukkan kepalanya
"Dasar Angel manja!" ejek Zain.
"Dasar Zain nyebelin!"
...________________________________________________...