A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[24] Deru - Deru Devan



^^^Gapapa sering berantem, asal jangan ada yang pergi yaa..^^^


...•••...


Angel termangu ditaman, Devan sudah bersekolah sejak kemarin. Dan sejak kemarin pula Angel memikirkan ucapan Devan.


"Devan?" panggil Angel.


"Hm?"


"Kenapa nggak sekolah?" tanya Angel.


"Devan demam Angel," jawab Devan.


"Beneran?" tanya Angel.


"Iya bener,"


"Devan? Berapa lama Devan temenan sama Rere?" tanya Angel.


"Udah lama, ngel. Kenapa?" tanya Devan balik.


"Oh, udah lama. Nggak, Angel pengen tau aja. Kalian kayak udah deket banget gitu,"


"Devan juga nggak tau kenapa Rere sikapnya kayak anak-anak,"


"Maksudnya?"


"Iya, suka banget ngikutin Devan, giliran di bentak malah nangis,"


"Kenapa suka ngikutin Devan? Bukannya Rere pacaran sama Kevin?" tanya Angel.


"Mungkin karena Devan ganteng, ngel," ucap Devan percaya diri.


"Masa? Oh iya Devan, kemarin lusa Rere bilang.Kalo Devan itu cowok populer, most wanted, terus Rere bilang kalo Devan nakal," ucap Angel.


"Nakal? Dia bilang apa aja?" tanya Devan.


"Nggak ada sih,"


"Devan mau jujur boleh?" ijin Devan.


"Boleh,"


"Angel jangan marah ,janji?" Devan mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Angel.


"Janji," Angel melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingking Devan.


"Devan nggak demam, Devan ikut tawuran,"


"Terus dua harinya kemana?" tanya Angel.


"Dikurung mama,"


Angel tak sengaja melihat sayatan lebar di punggung tangan Devan sebelah kiri .Angel terkejut bukan main, melihat luka sayatan yang cukup besar itu.


"Devan? Kenapa nggak kabarin Angel?" tanya Angel khawatir.


"Ponselnya juga disita,"


Angel menghela nafas. Masih tak percaya kalau Devan itu salah satu anggota perang yang ditakuti. Angel takut kalau Devan nantinya banyak musuh.


"Angel?" panggil Alvian.


"Alvian? Kenapa?" tanya Angel.


Lalu Angel teringat saat bertemu Alvian kemarin lusa, yang berada ditempat yang sama dengan tujuan yang sama. Melihat matahari tenggelam.


"Ke kantin mau?" tanya Alvian.


"Aku disini aja, lagi mager." ucap Angel.


"Ohiya,gue duluan yah, bye!"


Tiba-tiba banget, batin Angel.


"Eh, lo!" tunjuk Shintia.


Angel menghela nafas, "Kenapa?" tanya Angel.


"Lo bilang apa aja ke Alvian?" tanya Shintia.


"Cuma nolak dia ngajak ke kantin," jawab Angel.


"Nggak mungkin!" ucap Shintia. "Lo pasti bohong!" tuduh Shintia.


"Terserah," ucap Angel mengangkat bahunya.


Shintia geram melihat tingkah Angel, lalu Shintia ingin menjambak rambut Angel dengan sangat-sangat kuat.


Namun, tidak bisa. Kan, sudah dibilang. Kalau Angel lebih menakutkan dari pada keempat sahabatnya saat dia marah.


"Lo! Dasar pe-"


"SHINTIA!" teriak Devan.


"Apa!" ketus Shintia.


"Pergi," ancam Devan.


"Angel?" panggil Devan.


"Apa,"


"Devan punya ini," Devan menyodorkan sebuah boneka berbentuk seperti ubur-ubur berwarna putih.


"Ini apa? Ter-"


"Ini namanya Deru-Deru Devan," ucap Devan lalu tersenyum lebar.


"Deru-Deru Devan? Aneh. Manfaatnya apa?" tanya Angel.


"Buat penangkal air mata Angel," ucap Devan.


"Ih, Angel nggak nangis. Jadi nggak perlu ini," ucap Angel.


"Tapi, akhir-akhir ini Angel murung terus kayak langit mendung, kayak tinggal turun air hujannya," ucap Devan.


"Jadi..? Ini buat Angel?" tanya Angel.


"Iya, jangan suka nangis lagi yah, ngel," Devan mengacak rambut Angel.


Sok tau, batin Angel.


"Iya, terimakasih," ucap Angel dengan mata tertuju ada 'Deru-Deru Devan miliknya'.


"Eh, kamu nggak nanya aku dapetnya darimana?" tanya Devan.


"Kamu..?" beo Angel.


"Em.. Aku juga mau kayak kamu, bicaranya aku-kamu. Biar lebih sopan." Devan tersenyum kepada Angel.


"Bisa?" tanya Angel.


"Ngeraguin ya,"


"Nggak kok, percaya,"


"Tapi jangan percaya sama aku," ucap Devan.


"Nanti musyrik!" ucap mereka bersamaan.


Lalu mereka tertawa bersama.


"Eh, Devan.."


"Apa ngel?" tanya Devan.


"Eh, nggak jadi deh," ucap Angel.


"Jangan murung lagi ya? Yang kemarin nggak usah dipikirin? Oke?" bujuk Devan.


"Iya, tapi janji nggak ngulangin lagi?" pinta Angel.


"Buat Angel, Devan lakuin."


...•••...


"Seneng nggak pulangnya bareng aku lagi?" tanya Devan saat masih menyetir mobil.


"Seneng," jawab Angel refleks.


"Eh," Angel menepuk keningnya.


"Selama aku nggak masuk, kamu diganggu siapa?" tanya Devan.


"Bilang ke aku, aku nggak mau ada lagi orang yang nyakitin kamu," ucap Devan lalu menatap Angel.


Angel yang ditatap pun tersenyum.


"Eh, Devan! Nanti kita nabrak! Ngendarainnya bener-bener!" suara Angel memenuhi mobil Devan dan membuat Devan merasa telinganya berdengung.


"Nggak apa, jadinya aku bisa satu surga sama kamu," ucap Devan cengengesan.


"Kalo aku nggak mau?"


"Kamu harus mau," paksa Devan dengan nada bercanda.


"Keluarga aku gimana? Kasian bang Zain nggak ada yang ngajak berantem," ucap Angel.


"Berantem aja sama boneka-boneka kamu,"


"Tau aku punya boneka darimana?" tanya Angel.


"Karena kamu cewek," ucap Devan.


"Udah lancar ya, aku-kamunya," ucap Angel.


"Iyalah gampang," Devan menjentikkan jarinya.


"Deru-Deru Devannya dipake yah kalo lagi mendung, takutnya airnya semakin turun," ucap Devan.


"Iya," ucap Angel.


..._______________________________________________...