A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[25] Ngelamar



^^^Bintang tidak akan meninggalkan langit malam, walaupun langit malam jatuh cinta pada bulan.^^^


...•••...


"Assalamualaikum," salam Devan.


"Wa'alaikumussalam." jawab Clara.


"Kakak!" peluk Sherin.


"Eh, hei sye? Kenapa?" tanya Devan.


"Kakak, ini siapa?" tanya Sherin kepada seseorang disamping Devan.


"Hai cantik!" sapa Angel.


"Namaku Angel," Angel menjulurkan tangannya berniat untuk menjabat tangan Sherin.


"Hai kakak cantik!" Sherin tersenyum gemas. "Namaku Sye," ucap Sherin.


"Hai Sye!" sapa Angel.


"Dia nggak bisa nyebut huruf 'R', namanya Sherin, dipanggil sye," jelas Devan.


"Angel? Aku mandi dulu, oke?" ucap Devan.


Angel manggut-manggut.


"Hai kakak Angel? Ayo ikut aku main!" ajak Sherin dengan memegang tangan Angel.


"Oke,"


"Sye, jangan nyusahin kak Angel ya!" ucap Clara.


Sherin mengajak Angel ke ruangan khusus untuk Sherin. Isinya berbagai macam mainan milik Sherin.


"Sye?" panggil Angel.


"Coba, kakak mau dengar kamu bilang Sherin,"


"Sheyin,"


"Hmm, kalo 'R' ?"


"El,"


"Kamu kelas berapa?" tanya Angel.


"Aku kelas kecil l," ucap Sherin.


"Umurnya masih empat tahun, dia suka ikut aku belajar," ucap Devan sambil duduk disamping Sherin.


"Cepat banget?" tanya Angel.


"Mode cepat, haha,"


"Kak Devan, kakak ketemu kak Angel dimana? Dia cantik banget!" ucap Sherin.


"Aku nungguin dia turun dari langit," jawab Devan.


"Gimana? Kalau gitu aku suluh mama menunggu dali langit juga, aku mau kakak pelempuan sendili, hanya milikku," ucap Sherin polos.


"Kamu  nggak perlu kakak baru, kak Angel bakal main terus sama sye," ucap Angel tersenyum.


"Benalkah? Kakak akan belmain denganku selalu?" tanya Sherin.


"Iya, tapi maafin kakak kalo nggak bisa langsung ke sini," Angel mengembungkan pipinya.


"Nggak apa ,yang penting kakak bisa belmain belsamaku," ucap Sherin.


"Kamu pintar Sye," puji Angel.


Sye tersenyum melihat Angel mengelus rambutnya lembut.


"Sye.. Papa pulang!" panggil seorang laki-laki,sepertinya papa Devan.


"Iyaa," Sherin keluar dari ruangan bermain itu.


Angel menatap Devan penasaran.


"Papa," ucap Devan.


Angel membulatkan bibirnya membentuk lingkaran.


"Ayo, keluar!" ajak Devan.


"Ayo," ucap Angel.


...•••...


Angel dan keluarga Devan sedang makan malam bersama. Angel dipinta mamanya Devan untuk makan terlebih dahulu dirumahnya. Angel tidak bisa menolak permintaan wanita itu.


"Mama? Udah nelpon tante Cindy?" tanya Devan.


"Udah tadi, katanya jangan pulang malem-malem. Dan pulangnya hati-hati," ucap Clara.


"Iya tan, mama orangnya emang gitu," ucap Angel.


"Iya, tante juga tau. Mama kamu suka khawatir,"


"Tante sudah lama berteman dengannya, sifatnya juga tante hapal," ucap Clara.


"Beneran?" tanya Angel semangat.


"Iya," jawab Clara.


"Gimana perilakunya disekolah tan?" tanya Angel.


"Tante bakal ceritain kalo makananmu habis," ucap Clara.


"Kalo perempuan suka banget ya ngobrol?" tanya Aksa.


"Mungkin, Pa," jawab Devan.


"Kamu, jangan suka ngobrol yah Devan," ucap Aksa.


"Devan nggak suka banyak bicara pa, Devan mau langsung nikah aja," ucap Devan.


Aksa dan yang lainnya sontak bingung dengan apa yang diucapkan Devan barusan.


"Maksud kamu?" tanya Aksa bingung.


"Eh, Devan bilang apa?"


"Maksud Devan, Devan nggak pernah lah ngerumpi dikelas. Nanti dibilangin guru kayak gini 'Anaknya pak Aksa yang ganteng se-Bintara ternyata suka ngerumpi ya' Devan nggak mau, ihh!" ucap Devan.


"Siapa bilang kamu ganteng?" tanya Cindy.


"Biasanya orang bilang, 'mama selalu bilang anak-anaknya itu cakep' gitu," ucap Devan.


"Kakak.. kakak.. " Sherin menarik-narik baju Angel.


"Iya?"


"Banteng itu apa?" tanya Sherin.


"Banteng itu hewan yang badannya besar punya tanduk dan suka marah kalo diganggu," jelas Angel.


"Maksudnya, kakak Devan mau yah dibilang banteng?" ucap Sherin tak mengerti.


"Sye, mungkin maksud kamu ganteng yah?" tebak Angel.


"Iya, memangnya beda?" tanya Sherin.


"Beda, Sye," ucap Devan.


Setelah sesi makan malam selesai, Angel membantu Clara membenahi bekas makan mereka. Sherin ikut-ikutan ingin melakukannya juga.


Setelah mereka membersihkan alat-alat makan yang dipakai, mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Mama.. mama.. " panggil Sherin.


"Iya Sye?" ucap Clara.


"Kakak Angel tinggal disini yah? jadi dia bisa main telus dong sama sye," ucap Sherin.


"Kakak Angel nanti pulang, dia pasti dicari mamanya," ucap Aksa.


"Oh iya Angel, mama kamu dulu persis kayak kamu," ucap Clara.


"Beneran tan?" tanya Angel.


"Iya, dia dulu anak yang baik, setelah mengenal Robert dia berubah. Jadi banyak bicara," ucap Clara terkekeh.


"Kenapa tan?" tanya Angel.


"Karena, dia selalu curhat tentang papa kamu," ucap Clara.


"Giimana mama sama papa ketemu?" tanya Devan.


Aksa dan Clara saling bertatapan.


"Kami bertemu saat sedang sama-sama bertugas di Paris. Berteman, kemudian menjadi sahabat. Lalu tumbuh rasa sayang," jelas Aksa.


"Kenapa diceritakan?" tanya Clara.


"Dia bertanya," ucap Aksa melirik Devan.


"Maaf," Devan mengatupkan kedua telapak tangannya.


"Mama.. Sye mau tidul!" rengek Sherin.


"Iya, Sye pergi aja ke kamar ya," ucap Clara.


"Sye mau ditemani," pinta Sherin.


"Em.. Devan, Angel mau pulang. Mama pasti khawatir," pinta Angel.


"Oh iya, Devan. Cepat antar Angel, pasti Cindy sekarang sedang mengkhawatirkan putri satu-satunya ini," ucap Clara.


"Tante, om, terimakasih. Angel pamit pulang," Angel menyalimi kedua orang tua Devan. Lalu mencubit gemas pipi Sherin.


"Selamat malam Sye," Angel mencium pipi Sherin.


"Assalamualaikum," pamit Angel.


"Wa'alaikumussalam." jawab Aksa dan Clara.


Setelah keluar dari rumah Devan, Angel memasuki mobil Devan yang terparkir didepan rumahnya.


"Pipi aku kapan dicium?" tanya Devan menggoda Angel.


"Ish! Apasih," Angel mencubit lengan Devan.


"Aww!" pekik Devan.


"Tunggu aku nanti ya?"


"Nunggu apa?"


"Ke rumah, ngelamar," ucap Devan.


Pipi Angel merona.


"Ngaco ah!"


...________________________________________________...