
^^^Tidak sedih, tidak bahagia, hanya saja terasa hampa.^^^
...•••...
Devan melangkahkan kakinya menuju parkiran, menatap satu persatu mobil yang terparkir. Namun, tak terlihat dimatanya mobil milik Angel.
"Angel beneran bawa mobil nggak sih?" tanya Devan pada dirinya.
"Yaudahlah gue susul aja," Devan melangkahkan kakinya pada mobilnya yang terparkir.
Kemudian Devan melajukan mobilnya keluar dari area parkiran dan keluar dari gerbang sekolah.
Saat Devan baru keluar dari area sekolah, ada satu suara yang samar-samar didengarnya.
"Woi!"
"Dasar tuli!"
Seperti itulah yang Devan dengar. Devan tak tahu siapa yang memanggilnya. "Siapa sih? Kalo gue tau abis tuh orang. Enak aja main ngatain orang,"
Di setiap jalan yang dilintasi oleh Devan selalu dilihatnya, matanya terus mencari dimana mobil Angel berada.
"Angel mana sih, cepet banget."
"Gue telpon aja kali yah," Devan meraba-raba tasnya, mencari ponsel miliknya.
Drttt.. Drtt..
"Eh, astaga gue lupa," Devan menepuk jidatnya.
"Ponsel Angel kan di gue."
Tanpa pikir panjang Devan melajukan mobilnya menuju rumah Angel.
Sedangkan disisi lain, Angel sedang bersusah hati karena dirinya harus berjalan lagi.
Angel antara ingin atau tidak, jika harus menunggu lagi di Halte.
Jadi, sekarang Angel kekeuh untuk berjalan saja.
"Diet lah kira-kira," ucap Angel pada dirinya sendiri.
Semakin lama langit semakin mendung. Air hujan tinggal turun menimpa bumi sebentar lagi.
"Air apa nih?"
"Nggak ada orang yang ngeludah," Angel celingak-celinguk.
Lalu Angel mendongakkan kepalanya keatas.
"Hujan?"
"Gimana dong, halte udah jauh lagi."
Semakin lama,bhujan semakin deras. Angel harus berteduh. Namun, dia bingung harus berteduh dimana.
Angel melihat sekeliling lalu matanya tertuju pada supermarket yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.
Namun, disaat Angel ingin melangkahkan kakinya kembali. Angel dikejutkan oleh percikan air dari sebuah mobil berwarna abu-abu.
"Woi! Nggak liat ada orang apa!"
Tidak ada yang mampu mendengar suara Angel. Karena, suaranya semakin serak dan suara hujan yang tak bisa disaingi.
Setelah sampai pada supermarket, Angel memasuki supermarket itu bermaksud ingin membeli cemilan karena perutnya sudah bernyanyi merdu dan juga ingin mengeringkan pakaiannya sekalian.
Disaat Angel sudah berada didalam dia dikejutkan oleh suara seseorang.
"Mbak? Pakaiannya basah,"
"Iya aku tau,"
"Lantainya juga basah mbak "
"Jadi gimana dong?"
"Mbak mau beli apa?"
"Aku mau liat-liat dulu,"
"Nanti basah mbak,"
"Jadi, maksudnya? Aku nggak boleh masuk gitu? Aku disini mau beli, bayar nggak nge-bon, lagian juga pakaianku nggak basah-basah banget," Angel melihat apa yang dipakainya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Em.. Maaf mbak,"
"Udah deh nggak mood aku!" Angel melangkahkan kakinya keluar dari supermarket itu.
"Sial banget sih, udah nggak bawa mobil, ponsel dibawa Devan, terus hujan turun,pakaian basah, kena percikan, diusir lagi dari supermarket. Emang aku gembel gitu?" lirih Angel pada dirinya.
Angel terus berjalan dibawah derasnya hujan, sekarang Angel tak perduli. Dirinya akan sakit atau tidak. Dia tak perduli.
Saat Angel sudah melangkah jauh, ada sebuah mobil terparkir tepat dihadapannya.
"Sekarang apa?" tanya Angel pada dirinya.
"Aku?"
"Iya lo!" ucap cewek itu.
"Kenapa?"
"Lo nggak usah ngedeketin Devan lagi! Caper banget sih jadi cewek! Lo tuh baperan yah jadi orang? Dibaikkin baper? Luluh gitu? Pantes aja lo ditinggalin pacar lo sendiri! Lo-nya kegenitan! Muka nggak seberapa! Udah dekil! kumal! berantakan! Masih aja ngarep jadi prioritas orang kayak Devan! Liat aja kalo lo masih ngedeketin Devan! Lo bakal dapet hadiah dari gue!" Lalu cewek itu pergi dari hadapan Angel.
"Dan inget! Nama gue Zeline!"
...•••...
Udah dekil! kumal! berantakan! Masih aja ngarep jadi prioritas orang kayak Devan!
Semua kata-kata yang diucapkan Zeline masih terngiang ditelinga Angel. Angel sebenarnya tak suka direndahkan seperti itu.Dia tidak salah, namun Angel hanya tidak ingin membuat masalah. Angel sudah bosan.
"Pedes banget sih kata-kata tuh cewek," gumam Angel.
Angel membuka laptopnya. Mengetikkan pesan lewat email kepada Devan.
Angel Amanda
To Devan Alexi
Devan?
Ponselku di kamu yah?
Devan Alexi
To Angel Amanda
Apa?
Iya
Kenapa?
Besok gue bawa
Angel Amanda
To Devan Alexi
Terima kasih
Devan Alexi
To Angel Amanda.
Bawa mobilnya ngebut banget yah
Angel Amanda
To Devan Alexi
Iya
Tok.. Tok.. Tok..
"Angel!" panggil Cindy dari luar kamar.
"Kenapa bajunya kotor semua?" tanya Cindy.
Ceklek
"Iya ma?"
"Tadi Angel kena percikan mobil,"
"Lho kok tadi nggak dianter yang punya mobil?"
"Nggak ma,"
"Biasanya kamu ngomel-ngomel sampe baju kamu di laundry terus kamunya dianter ke rumah oleh si pemilik mobil,"
"Suara Angel ditelan hujan ma,"
"Oh iya, kok kamu nggak dianter si Devan?"
"Devannya udah duluan ma,"
"Oh yasudah, kamu tidur yah nak." Cindy mengacak rambut Angel.
"Iya ma," Angel menampilkan senyum manisnya itu.
Tak lama dari itu layar laptop Angel hidup sendiri, menampilkan satu notifikasi dari email-nya.
**zzrsha@gmail.com**
Inget kata gue tadi.
...__________________________________________________...