A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[23] Maaf



^^^Dari hujan, aku belajar bahasa air. Bagaimana berkali-kali jatuh tanpa sedikitpun mengeluh pada takdir.^^^


...•••...


Beberapa hari ini, Angel merasa badmood. Jika ditanya dia lebih memilih marah atau menghindar. Sahabatnya pun bingung dengan sikap Angel yang berubah secara tiba-tiba.


Devan juga tidak sekolah dan tak kunjung memberinya kabar setelah kejadian yang direncanakan Shintia dan Zeline kepada Angel waktu itu.


Angel merasa bosan jika Devan tidak berada disisinya, namun juga merasa lega karena tidak ada satu pun perempuan yang mendekati Devan. Untuk sekarang.


Saat Angel berjalan sambil melamun, tiba-tiba ada yang menabraknya.


Angel terbangun dari lamunannya, "Kalo jalan liat pake ma-" kata-kata Angel terhenti saat mendongak dan melihat seseorang yang menabraknya adalah orang yang sama saat menabraknya dulu.


"Ehhh.. Jalan tuh pake mata!" ucap Angel sambil memungut buku-bukunya.


"Jalan tuh pake kaki ****!" jawab lelaki itu. Ia pun membantu Angel mengambil buku-buku itu.


"Nih," Lelaki itu memberikan buku kepada gadis itu.


"Makasih,"


"Maaf," ucap Alvian, tersenyum lalu pergi.


Sekali lagi membuyarkan lamunan Angel.


"Buat?" gumam Angel.


"Kamu minta maaf buat waktu itu yah?" ucap Angel kecil.


Tak ada yang mendengar. Kemudian Angel pergi melanjutkan langkahnya untuk ke taman.


Sesampainya ditaman, Angel duduk di bangku dekat tanaman bunga mawar. Angel merasakan damainya di bawah pohon rindang dengan angin yang sangat tenang.


Namun, ketenangan Angel berakhir saat seseorang menepuk bahunya dari samping.


"Lo tahu kabar tentang Devan?" tanya Rere.


"Nggak," jawab Angel.


"Dia kemana yah?" tanya Rere menatap ke langit.


"Nggak tau," jawab Angel, memandang ke wajah Rere.


"Hmm, lo pernah tau nggak tentang Devan yang sebenarnya?" tanya Rere menatap Angel.


"Nggak," jawab Angel.


"Semenjak tiga tahun aku sekolah disini, baru kali ini dia kayak deket sama aku," jelas Angel.


"Ooh," Rere manggut-manggut.


"Lo pernah dengerkan Devan itu idola disekolah?" tanya Rere.


"Iya," jawab Angel.


"Lo juga pernah tau kalo Devan itu anaknya nakal?" tanya Rere.


Devan? Nakal?


Angel mengerti apa yang diucapkan mama Devan saat itu.


"Atau mama pindahin kamu ke Kanada? Sendirian? Sampe kamu bener-bener nggak lagi ngebuat masalah,"


Mungkin maksud dari kata-kata itu adalah.. Devan itu anak nakal? Yah.. wajar, disini cowok yang ganteng kelakuannya nakal, jahil, dan sok cool.


Tapi.. Devan nakal dalam tingkat apa? Wajar kali kalau Devan suka mengganggu orang, seperti Ucup. Atau menjahili dan mengganggu perempuan.


"Angel?" panggil Rere.


"Eh.. Iya?"


"Lo kenapa?" tanya Rere.


"Ah.. nggak kok,"


"Em.. Ree.. kamu sama Devan udah berapa lama kenal?" tanya Angel.


"Aku lupa," jawab Rere.


"Lima tahun, ada?" tanya Angel.


Rere hanya manggut-manggut.


Sedangkan Angel, merasa sangat-sangat sesak. Membayangkan kedekatan mereka saat itu saja membuat Angel benar-benar sakit hati. Tapi.. kenapa Angel sakit hati?


Angel? Kamu nggak mungkin cemburu karena Devan, batin Angel.


"Udah lama dong?" tanya Angel.


"Iya," jawab Rere.


"Aku.. ke kelas dulu." Angel bangkit lalu pergi meninggalkan Rere.


...•••...


Angel tidak tahu hari ini Devan sekolah atau tidak, kalau tidak berarti Devan sudah empat hari tidak sekolah.


Disaat Angel sampai di kelas, setelah pamit ke toilet sebentar. Sahabatnya mengerumuninya. Melihat Angel tidak memasang wajah kusut seperti akhir-akhir ini melihat mereka lebih tenang.


"Angel lo kenapa sih?" tanya Liyaa.


"Lima tahun, ada?" tanya Angel.


Rere hanya manggut-manggut.


Jadi.. selama berteman bersama Devan, Angel belum mengetahui dengan baik siapa Devan dan apa yang sering ia lakukan.


"Eh, Angel!" Ikaa melambaikan tangannya didepan wajah Angel.


"Ish! Apasih rese' banget!" ketus Angel.


"Kok malah nyalahin orang sih," ucap Ikaa jutek.


"Kamu sih, ngebuat orang nggak mood!" ucap Angel.


"Gitu aja sewot!" ejek Liyaa.


"Aku gorok nanti leher kamu," ucap Angel.


"Teganyaa seorang Angel menggorok leher Liyaa," ucap Sella cengengesan.


"Aku mau langsung pulang aja dari pada dengerin omongan kalian yang nggak jelas ini," ucap Angel lalu bangkit dari duduknya.


Di tengah perjalanan menuju rumah, Angel kembali teringat akan sosok Devan.


Devan kayaknya emang nakal, tapi kok nggak pernah ngeliat dia ganggu orang? Apa akunya yang nggak pernah tau? batin Angel.


"Eh, sunset." Mata Angel melihat kearah langit. "Sekali-sekali liat sunset," Angel menyebrang untuk menuju pinggiran jalanan disebrang sana.


Warna orange itu terpantul di air. Benar-benar indah. Mata Angel tak pernah berhenti menatap pemandangan itu.


"Lo disini juga?" tanya seseorang disamping Angel. Dengan tatapan kearah matahari yang segera tenggelam itu.


Angel menoleh, kemudian terheran melihat Alvian yang berada tak jauh darinya.


"I.. iya," ucap Angel.


Angel teringat akan peristiwa saat sunset waktu itu.


"Gimana?" Alvian menatap matahari yang berwarna orange.


"Gimana apanya?" Angel mengikuti arah tatap Alvian.


"Pemandangan langit sore ini," Alvian menatap Angel.


"Indah bukan?" sambung Alvian.


"Iya, indah," jawab Angel.


Mereka pun diam sejenak, menatap matahari yang kian lama semakin menghilang.


"Kaya lo,"


"Maksudnya?"


"Indah, kaya lo indah untuk dilihat,"


"Apasih,"


"Ngel,"


"Iya?"


"Gue mau bilang,"


"Bilang aja,"


"Kan pas itu gue mau bilang sesuatu ke lo tapi nggak jadi," ucap Alvian.


"Gue sayang sama lo," sambung Alvian.


"Emm..aku..."


"Gimana?"


Lamunan Angel terhenti saat Alvian terus menerus memanggil namanya.


"Angel?" panggil Alvian.


"Eh.. Iya, apa?" tanya Angel.


"Gimana kabar lo sekarang?" tanya Alvian.


"Seperti yang kamu liat, baik-baik aja," jawab Angel.


Alvian terkekeh."Lo walaupun udah putus dari gue masih aja pake aku-kamu," ucap Alvian.


"Bukannya aku emang udah biasa pake aku-kamu," ucap Angel datar.


"Haha iya, gue lupa," ucap Alvian, sambil terkekeh.


"Angel?" panggil Alvian lagi.


"Hmm,"


"Maafin gue yah? Soal waktu itu, ngumpatin lo dengan kata-kata yang nggak wajar. Gue ngerasa ke kanakan banget," ucap Alvian serius.


Selama apa yang terjadi pada Angel, kenapa baru sekarang Alvian meminta maaf?


...____________________________________________________...