A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[14] UKS



Yang kalah sekarang akan menang juga nantinya. Karena waktu dapat mengubah segalanya.


•••


"Angel?"


"Angel lo kenapa?"


"Angel.. Angel?"


"Devan, Angel kenapa?"


Keempat sahabat Angel mengikuti langkah kaki Devan yang menggendong Angel menuju UKS.


"Em.. Devan, aku mau turun. Aku nggak apa," lirih Angel.


"Nggak boleh, intinya lo diem. Nggak usah banyak gerak," perintah Devan.


"De-"


"Shutt.. Diem!"


"..."


Semua orang yang ada dikooridor menatap Angel dan Devan dengan tatapan berbeda, ada yang menatap dengan penuh tanda tanya, ada yang menatap dengan tatapan merendahkan, ada juga yang membicarakan mereka berdua.


"Jadi cewek kegenitan banget sih,"


"Pantes aja ditinggal dianya tukang selingkuh!"


"Iya, mana ada orang yang tahan sama dia,"


"Bener tuh baru diputusin udah ada yang ganti,"


"Bentar lagi Devan juga bakal diselingkuhin!"


Begitulah bisik-bisik gosip yang Angel dan Devan dengar. Devan mengetatkan rahangnya, menandakan bahwa dia sudah geram dengan ucapan demi ucapan yang terlontar itu.


"Untung mereka cewek atau nggak udah gue habisin," gumam Devan.


"Woi! Gue benyek-benyek lo biar jadi perkedel!" teriak Ikaa kepada suara yang berasal dari tukang-tukang gosip.


"Tapi siapa yang makan kaa?"


"Shintia,"


"Kok?"


"Nanti Liyaa ngeluarin jurusnya, modar lo pada!" ucap Rindu.


"Sella juga dong," celetuk Sella.


"Emang kenapa lo?" tanya Liyaa.


"Nggak sih," jawab Sella.


...•••...


"Angel, lo kenapa sih masih aja nyempetin diri buat ketemu sama cowok itu?" tanya Devan, ketika Angel sudah bangun dari tidurnya.


"Aku.. Em.. Aku.. "


"Aku apa?"


"Aku.. Habis.. Pipis.. Iya pipis,"


"Pipis?"


Aduh ****** deh, batin Angel.


"Nggak nggak, maksud aku.. aku mau pipis,"


"Hah?"


"Tunggu ya,"


Angel turun dari ranjang UKS kemudian berjalan menuju toilet yang ada didalam ruangan itu.


Sebenarnya Angel tidak mau pipis, dia hanya ingin mengalihkan percakapan mereka.


Setelah lama berdiri didepan pintu, Angel kembali berjalan ke arah dimana Devan berada.  Aku harus jawab apa? batin Angel.


"Udah?"


"Iya,"


"Balik ke kelas yuk!" ajak Angel.


"Em.. yaudah,"


Lalu mereka keluar dari ruang UKS dan menuju kelas masing-masing.


"Angel.. hari ini lo dijemput atau bawa mobil sendiri?" tanya Devan ditengah perjalanan.


"Em.. Aku bawa mobil, Van"


"Nggak bisa bareng dong?" tanya Devan.


"Emm.. Begitulah,"


"Maaf ya", pinta Angel.


"Ahiya, selow aja."


"Devan?"


"Em.. Apa ngel?


"Kok kamu bisa sih tadi ada dikelas?" tanya Angel.


"Gue maunya lo sehat, jadi gue selalu bisa liat lo disamping gue." gombal Devan


"Emangnya surat sama perangko? Dampingan mulu," ucap Angel.


"Eh,"


Angel terkekeh geli melihat Devan yang kelihatan salah tingkah.


"Salting ya? Jalan sama cewek imut kayak aku?"


"Ih Pede-an jadi orang!"


"Dari pada malu-malu," ucap Angel lalu tertawa.


"Angel, gue maunya liat lo ketawa lepas tanpa beban, kayak sekarang." gumam Devan,kecil.


"Hah? Kamu bilang apa?" tanya Angel.


"Nggak.. nggak bilang apa-apa,"


"Perasaan tadi ada bilang sesu-"


"Udah, ngomong mulu nanti kelewat nih kelas lo." Mata Devan tertuju pada kelas Angel.


"Ohiya, lupa. Terimakasih yah," Angel tersenyum kepada Devan.


"Manis," gumam Devan, kecil.


"Kamu ngomong apa sih? Kecil banget dari tadi? Bisik-bisik sama siapa? Atau kam-"


"Udah nggak kelar nanti, bye! " Devan pergi dari hadapan Angel.


Angel yang masih berada didepan pintu tersenyum sendiri mengingat ucapan Devan.


"Manis,"


Angel menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian berbisik pada dirinya. "Apasih Angel!" lalu berjalan menuju tempat duduknya.


...•••...


Bel tanda pulang telah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Angel yang baru saja keluar kelasnya kini berjalan menuju area parkir.


"Eh.. kuncinya mana yah?" Angel berjalan sambil mengacak-acak isi tasnya.


"Kok nggak ada sih,"


"Aku taruh dimana sih?"


Kemudian Angel sampai di area parkir dan satu hal yang baru Angel sadari bahwa..


"Aku nggak bawa mobil," lirih Angel setelah melihat satu persatu mobil yang terparkir.


"Aduh gila aku gila,"


"Mau pulang sama siapa?"


"Kan, bang Zain lagi kerja"


"Papa juga,"


"Mama mana bisa,"


"Ish! Kok aku bisa lupa sih!"


"Pulang jalan lagi nih?"


"Ponsel mana yah?"


"Aduh lupa, pake acara ketinggal di UKS lagi!" Angel menepuk jidatnya kemudian berlari menuju ruang UKS.


Setelah sampai disana Angel dikejutkan dengan pernyataan bahwa ponselnya sudah tidak ada di ruang UKS.


"Yah.. Aduh gimana nih.. "


"Em.. Mbak?" panggil Angel pada wanita yang biasa menjaga UKS itu. Namanya mbak Sari. Mbak Sari biasanya menjadi pembimbing bagi murid yang mengikuti ekskul PMR.


"Iya dek?"


"Mbak, tadi kan Angel ke sini yah?" Angel mencoba mengingatkan.


Mbak Sari mencoba mengingat, "Iya,"


"Angel bawa ponsel, Angel letakkin dimeja itu. Tapi kenapa sekarang udah nggak ada?" tanya Angel.


"Oh iya, tadi ada yang ambil ponsel kamu. Cowok yang nganterin kamu ke UKS itu," jelas Mbak Sari.


"Oh gitu, terimakasih yah mbak." Angel pergi dari ruangan itu dan bergegas menuju keluar dari sekolah, Angel harap Devan belum jauh dari sekitar sekolahnya.


Namun, harapan Angel pupus ketika melihat sebuah mobil berwarna putih -yang diyakininya mobil Devan- keluar dari gerbang sekolah.


"Devan!"


"Devan!"


"Woi!"


"Aku lupa kalo aku nggak bawa mobil!"


"Tungguin aku!"


"Dasar tuli!"


...________________________________________________...


A/N :


Vomment jangan lupaaa yaaa:)