A Girl'S Struggle

A Girl'S Struggle
[1] Awal dari segalanya



^^^Sebenernya cinta pandangan pertama itu ga mungkin, yang mungkin itu ketertarikan.^^^


...•••...


Hari pertama masuk sekolah untuk semua murid. Setelah libur panjang. Murid-murid berhamburan untuk masuk ke sekolah karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi. Hari ini mereka akan melakukan upacara seperti biasanya.


Ada seorang gadis bertubuh mungil berjalan dengan tergesa-gesa. Ia membawa beberapa buku paket ditangannya.


Duhh gimana nih bentar lagi masuk, batin gadis itu.


Brakkkk..


Buku-buku yang dipeluk gadis itu jatuh berhamburan dijalan. Karena bertabrakan dengan seorang lelaki namun dia tak tau siapa lelaki itu.


"Ehhh.. Jalan tuh pake mata!" ucap Angel sambil memungut buku-bukunya.


Yah, Nama gadis itu Angel.


"Jalan tuh pake kaki ****!" jawab lelaki itu. Ia pun membantu Angel mengambil buku-buku itu.


"Nih," Lelaki itu memberikan buku kepada gadis itu.


"Terimakasih."


Lalu gadis itu berjalan sampai masuk ke kelas. "Untung aja belum telat," gumam Angel.


Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi. Pelajaran pertama adalah pelajaran Bu Dhia. Guru Bahasa Inggris.


"Stand up! greeting please good morning miss. Oke friends before we study last pray together, the pray begins."


(Berdiri! Salam, selamat pagi, bu. Oke, teman-teman sebelum kita belajar marilah berdoa bersama, doa dimulai)


"The pray finish." (Berdoa selesai)


Sesuai pelajarannya, segalanya harus berbahasa Inggris.


Setelah Bu Dhia memberikan tugas lalu ia pergi kekantor dengan alasan ada pekerjaan.


Angel bosan didalam kelas. Lalu ia berjalan disepanjang koridor menuju toilet.


Disepanjang jalan Angel masih memikirkan lelaki yang menabrak dirinya. Ia tak pernah melihatnya. Apa mungkin ia murid baru? Tapi kenapa dia tidak memakai seragam? Disepanjang jalan Angel hanya melamun, memikirkan hal yang tak penting.


Ahhh.. Kenapa aku harus memikirkannya. batin Angel.


"ANGEL!" panggil Ikaa.


Angel terbangun dari lamunannya. "Ehh.. Iya apa?"


"Kenapa sih lo, dikit-dikit diem dikit-dikit bengong kayak ayam sakit!" kritik Ikaa.


"Lo sakit ye!?" tanya Rindu.


"Ohh.. lo kurang makan kan?" timpal Sella.


"Aku nggak papa,kalian aja lebay," cibir Angel.


"Eh iya kan masih pelajaran Bu Dhia, kenapa kalian keluar juga?" sambung Angel.


"Boring." jawab Ikaa.


"Kantin aja kuy!" ajak Liyaa.


"Kuy!" jawab mereka serempak.


•••


"Mbak! Es teh dingin yahh! Lima!" pinta Sella.


"Ehhh.. Es teh ya dingin lah *****!" Kritik Liyaa.


"Ahh.. Lo mahhh ngeritik mulu!"


"Yeeee lo yang salah, gimana coba!" Rindu menggeplak kepala Sella.


"Bodo uweeeee," Sella menyebilkan lidahnya.


"Woy diem napa!"


"Ehh.. Ikaa! Mau lo it--"


"Mau gue lo diem!"


"Emang ye kalo sama lo tuh salah mulu dah gue," cibir Sella.


"Udah - udah malu liat orang,nanti ada cogan lew--"


"Hay," sapa seorang lelaki.


Perasaan aku pernah liat. batin Angel.


"Hay!" sapa Rindu kembali.


"Boleh ikut duduk?" tanya lelaki itu.


"Boleh," jawab Liyaa.


"Eh.. kalian kenapa nongki disini, kan belum jadwalnya istirahat?" tanya lelaki itu.


"Nggak ada guru," jawab Angel.


"Eh yaa, lo juga kenapa ke sekolah nggak pake seragam?" tanya Sella.


"Ohh.. ini gue tadi daftar sekolah, terus gue keliling dulu,"


"Kamu pindahan?" tanya Angel.


"Iya,"


"Oh yaa, gue juga bakal sekelas sama lo pada," kata lelaki itu.


"Emang lo tau kita kelas berapa?" tanya Ikaa.


"12-IPA-2,"


"Gud," puji Sella.


"Tau dari mana?" tanya Angel.


"Buku lo,"


"Buku aku?" gumam Angel.


"Tadi, pas gue nabrak lo,"


"Oh." Angel mengangguk.


Tringgggggggg.....


Bel istirahat berbunyi. Anak-anak berhamburan menuju kantin untuk istirahat.


"Gue cabut ya," kata lelaki itu. Lalu ia menyampirkan tasnya pada bahu kanannya.


"Tunggu!" ucap Angel.


Lalu lelaki itu menoleh. "Kenapa?"


"Nama kamu siapa?"


"Lo bakal tau,"


Angel menatap punggung lelaki itu yang tak lama kemudian menghilang.


"Main rahasia-rahasiaan, nanti aku juga tau bentar lagi," ucap Angel.


"Angel gitu loh!" puji Sella.


"Yaudah bayar yuk, kita langsung cus!" kata Rindu.


Setelah membayar pesanan mereka tadi, mereka langsung pergi dari kantin menuju ke kelas. Disepanjang koridor terdapat banyak anak remaja, ada yang berpacaran, ada yang sedang ngobrol, dan banyak lagi.


Suara yang berasal dari gudang membuat mereka penasaran. Lalu dibukalah pintu gudang itu, didalamnya terdapat seorang gadis dengan wajah memerah karena marah. Gadis itu marah karena adik kelasnya itu tak sengaja menumpahkan makanan yang dipesannya ke pakaian Shintia.


Shintia, seorang gadis cantik, gadis pindahan dari Tanggerang. Ia pindah karena berulang kali membuat masalah disekolah dan juga kebetulan ayahnya pindah tugas dari kantornya.


Angel yang sejak tadi meredam emosinya sampai benar-benar memuncak, akhirnya dilepaskannya hingga Shintia dimaki-maki Angel dan akhirnya Shintia pasrah lalu ia pun keluar dari gudang tersebut.


"Ayo kita cabut!" ajak Angel.


"Cusss!" jawab mereka serentak.


Pelajaran demi pelajaran telah selesai. Akhirnya bel tanda pulang berbunyi, anak-anak berlarian kesana kemari. Suara bel pulang sekolah bagaikan suara dari surga.


"Gue duluan ya," Ikaa lalu masuk kedalam mobilnya dan kemudian mobilnya keluar dari gerbang.


"Gue juga," ucap Liyaa dan langsung melangkah masuk ke dalam mobil.


"Yaudah kita juga," kata Rindu, Sella dan Angel.


...__________...


Holla! Terima Kasih sudah membaca cerita saya.