
^^^Kenapa baru sekarang? Disaat hati ini mulai terlatih untuk melupakan.^^^
...•••...
0812784xxxxx :
Hai?
Apa kabar?
^^^: Angel^^^
^^^Maaf, ini siapa ya?^^^
0812784xxxxx :
Kok nanya gitu sih?
^^^: Angel^^^
^^^Untuk apa ngechat aku lagi?^^^
^^^Selama ini ngilang kemana?^^^
^^^Setelah bikin aku nyaman^^^
^^^Bikin aku jatuh cinta sama kamu^^^
^^^Eh, tiba-tiba ngilang entah kemana^^^
^^^Ini hati, bukan toilet umum^^^
^^^Yang bisa bebas keluar masuk.^^^
0812784xxxxx :
Angel
Ini maksudnya apa?
Kamu salah paham
Kita harus ketemu, aku mau jelasin semuanya
^^^: Angel^^^
^^^Nggak ada kita, nggak ada lagi aku-kamu^^^
^^^Udah hilang^^^
^^^Seiring langkah kaki kamu sama cewek itu!^^^
^^^Dan sekarang nggak usah hubungin aku lagi, nggak usah panggil aku lagi, kita cuma orang asing yang nggak sengaja kenal.^^^
Anda telah memblokir 0812784xxxxx
"Mungkin ini lebih baik, Alvian." lirih Angel.
Sedangkan disisi lain, Alvian sedang berusaha menjelaskan kepada Angel lewat chat, namun Angel telah memblokirnya duluan.
My🐼 :
Nggak ada kita, nggak ada lagi aku-kamu
Udah hilang
Seiring langkah kaki kamu sama cewek itu!
Dan sekarang nggak usah hubungin aku lagi, nggak usah panggil aku lagi, kita cuma orang asing yang nggak sengaja kenal.
^^^: Alvian^^^
^^^Angel^^^
^^^Cewek itu Shintia, cewek yang suka keluar masuk ruang BP^^^
^^^Dia itu temen aku dari kecil^^^
^^^Masalah dicafe itu, dia lagi pengen curhat langsung sama aku tentang papanya^^^
^^^Angel, aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa, aku cuma temenan sama dia, cuma temen.^^^
^^^Angel, dengerin aku^^^
"Shit!" Alvian mengacak rambutnya gusar.
"Di blokir," ucap Alvian pada dirinya.
"Gue harus ketemu dia sekarang juga," Alvian pergi dari kamarnya lalu berjalan menuju keluar rumah.
"Alvian?"
"Iya tan?"
"Mau kemana kamu?"
"Ke rumah temen tan,"
"Jangan pulang lama-lama,"
"Iya."
Alvian hanya tersenyum lalu pergi setelah menyalami tangan tantenya. Alvian sering menginap dirumah tantenya. Karena, tantenya belum punya anak. Jadi, Alvian sangat disayangi oleh keluarga tantenya.
Alvian dengan motor ninja hijaunya menembus dinginnya angin malam hanya untuk menjelaskan alasan terjadinya kesalahpahaman ini.
"Assalamualaikum," sapa Alvian ketika sudah sampai didepan pintu rumah Angel, sungguh berani.
Tanpa mengetuk pintu dan tanpa menekan bel. Pintu terbuka beriringan dengan jawaban salam dari Alvian. "Wa'alaikumussalam." jawab Robert.
"Maaf om, ganggu. Saya kesini mau bicara sama Angel,"
"Tunggu, saya panggilkan dulu." Robert kembali masuk kedalam rumah.
Lima menit setelah masuknya papa Angel. Bukannya Angel yang datang. Alvian dihampiri oleh Zain, abangnya Angel.
"Alvian," panggil Zain.
"Iya?"
"Lo tau alasan kenapa Angel akhir-akhir ini sering murung dan suka badmood?" tanya Zain.
"Emm.. Sa-"
"Angelnya sudah tidur," potong Robert.
"Kalau begitu saya pulang dulu Om, Zain."
"Masuk dulu," ajak Robert.
"Nggak usah om, udah malam." ucap Alvian.
"Yasudah kalau begitu, hati-hati."
...•••...
Angel yang berada dikamar melihat siapa yang datang dan mendengar sedikit apa yang dibicarakan orang itu. Angel tentu tau suara motor itu dan suara dari pemilik motor itu.
"Angel, ada yang mau ketemu sama kamu," ucap Robert.
"Bilangin Angel udah tidur aja pa, Angel juga udah ngantuk," ucap Angel dari kamarnya.
"Beneran nggak mau ketemu? Dia ganteng lho," goda Cindy.
"Nggak mau maa.. "
"Iya iya."
Beberapa menit kemudian, suara mamanya kembali muncul. "Angel, cowok itu udah pulang."
Angel tidak mendengar kata-kata dari mamanya itu. Angel masih memikirkan mengapa alasan Alvian mendatangi rumahnya.
Apa dia ingin mengatakan putus dihadapan Papa dan mama langsung? batin Angel.
"Untuk apa aku mikirin dia?" gumam Angel.
Kemudian Angel memejamkan matanya. Ketika dia benar-benar akan terlelap didunia bawah sadarnya. Angel terbangun lalu terduduk. Pikiran tentang Alvian sangat mengganggu batinnya.
Lalu Angel beranjak pergi dari ranjangnya kemudian keluar kamar lalu menghampiri kedua orang tua dan kakak satu-satunya yang dia miliki sedang berada diruang keluarga.
"Cowok tadi bilang apa pa?" tanya Angel.
"Lho, katanya kamu tadi udah ngantuk, kok belum tidur?" tanya Cindy.
"Angel.. tadi.. abis pipis, iya abis pipis."
"Alasan," ledek Zain.
"Nggak usah ikut-ikutan deh bang,"
"Suka-suka gue dong, gue juga punya mulut."
"Ish!"
"Nggak ada kok, ngel. Dia tadi cuma bilang kalau mau ketemu sama kamu," jelas Robert.
"Nggak ada yang lain?" tanya Angel.
"Mungkin mau bicara empat mata sama lo," ucap Zain.
"Ma.. pa.. Angel udah bisa pacaran tuh," sambung Zain.
"Maaa liat Zain," Angel cemberut.
"Liatin nih maa paa sampe puas," Zain tersenyum lebar. Kebiasaanya memang, selalu mengganggu jiwa tenang Angel.
"Liat aja besok, aku kempisin ban mobil abang!" ancam Angel.
"Gue bakal nyuruh lo niup tuh ban,"
"Ogah!"
Angel berjalan meninggalkan ruang keluarga, kedua orang tuanya hanya geleng-geleng kepala melihat kedua anak mereka yang selalu bertengkar.
Disisi lain, Alvian masih tetap memikirkan bagaimana cara menjelaskan semua kesalahpahaman ini kepada Angel. Sedangkan kemarin siang, disekolah. Angel yang dipanggil malah pergi, dan terganti dengan hadangan Devan.
"Shit!" umpat Alvian.
..._______________________________________________...