
-Wu's Group-
Christ menyelesaikan semua urusannya di kantor. Memberikan tanda tangan berharganya pada semua lembaran dokumen penting diatas meja kerjanya. Hari ini tidak ada pekerjaan penting lagi jadi semua urusan ringan terkait perusahaan diserahkan pada asisten pribadinya.
Christ melihat jam tangan rolex nya dan segera mengganti pakaiannya. Waktu menunjukkan pukul dua belas.
Christ mengganti setelan pakaiannya. Dia mengenakan jaket hitam dan celana jeans, mengenakan topi hitam dan tidak lupa masker juga. Semuanya ia kenakan untuk menutupi dirinya agar tidak dikenali oleh masyarakat.
Christ adalah pewaris Wu's Group. Latar belakang dan ketampanannya pasti akan menarik perhatian masyarakat. Begitu banyak artikel di internet dan surat kabar tentang nya sehingga namanya sungguh terkenal.
Pria tampan itu menekan sebuah nomor di handphone nya.
"Tommy urus semua pekerjaan di kantor. Saya punya urusan yang sangat penting. Jika ada yang bertanya katakan saya ada urusan bisnis di luar"
Christ berjalan keluar dari kantornya menuju parkiran. Mengemudikan mobil Lamborghini Aventador hitamnya keluar dari parkiran menuju sebuah SMA di Seoul.
Christ menghentikan mobilnya di pinggir jalan menunggu bel berbunyi.
🌟
Crystal mendengarkan perkataan gurunya, mengucapkan salam perpisahan. Hari ini adalah hari terakhirnya di kelas dua dan besok hari libur kenaikan kelas pun di mulai.
Crystal merasa lapar dan ingin sekali makan.
'Akhir-akhir ini aku sering merasa lapar. Aneh sekali' kebingungan dengan perubahan dirinya.
Waktunya kembali telah tiba. Crystal berjalan menggendong tas ransel nya menuju halte bus. Menunggu bus ke arah rumahnya tiba.
Sambil menunggu, Crystal memainkan HP nya membuka social media miliknya. Memperhatikan foto-foto artis idolanya yang terpampang jelas di layar HP nya.
Sebuah foto pria tampan tampil di layar HP nya. Wajah itu tidak asing bagi Crystal. Untuk beberapa saat dia merasa terkesima melihat paras pria itu namun teringat dengan apa yang telah ia lakukan kemarahan di hatinya menjadi naik.
Pria itu yang telah merebut harta berharganya di usianya yang baru 18 tahun. Jarinya mengetuk layar pelan membuka artikel foto itu.
'Christ Wu penerus Wu's Group kembali menjadi pebisnis muda terbaik tahun ini' bacanya dalam hati.
'Bukankah Wu's Group baru saja menjalin kerja sama dengan dengan rumah sakit keluarga Cha. Woahh bisa gila aku. Ternyata pebisnis kaya ini adalah pria brengsek itu' pikirnya lagi.
Crystal kesal dan segera mematikan ponselnya namun sebuah pesan masuk dari nyonya Song,
'Crystal hari ini saya akan pergi ke luar kota untuk urusan dinas dan akan kembali minggu depan. Tolong jaga rumah,jangan lupa makan dan istirahat ya cantik' isi pesan tersebut.
Crystal yang membaca pesan tersebut sedikit kecewa karena dia akan sendirian lagi di rumah besar itu. Tadi pagi Sherina telah berangkat ke luar negeri dan baru kembali lima hari lagi.
Tanpa ia sadari seorang pria memperhatikannya dari dalam mobil sport hitam. Mobil itu telah mengikutinya sejak dari sekolah.
Bus menuju daerah rumah Crystal telah tiba. Dia naik dan duduk di bangku pojokan. Mendengarkan musik melalui earphonenya seraya memandangi pemandangan jalanan yang begitu ramai. Pikirannya melayang-layang mengingat artikel yang baru dibacanya.
Sesampainya di rumah Crystal mengganti seragam sekolahnya dengan pakain casual. Menghabiskan makan siangnya dan bergegas keluar dari rumah.
Tujuan nya pergi adalah mencari pekerjaan paruh waktu. Sudah lama ia tidak bekerja dan uang sakunya hampir habis. Karena besok libur sudah dimulai maka dia akan bisa bekerja kembali.
Dia pergi ke kafe S di pinggir kota.
Mencoba mencari pekerjaan dan alhasil ia pun diterima. Mulai besok dia akan bekerja di kafe tersebut setiap pukul 10 pagi hingga 2 siang.
Crystal meninggalkan kafe dan berjalan di sekitaran kota. Memandangi keramaian masyarakat yang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Mobil hitam yang mengikutinya mulai dari sekolah terus saja mengikutinya kemanapun ia pergi. Namun Crystal tidak menyadari hal itu karena pikirannya larut dengan masa lalu yang menyakitkan.
Crystal berjalan menuju ke taman kota. Langkahnya terhenti melihat beberapa anak-anak sedang bermain. Hatinya terasa hangat melihat anak-anak itu tertawa dan bersenang-senang. Dia merasa gemas dengan tingkah lucu mereka.
Christ yang sedari tadi mengikuti Crystal dengan mobil memilih turun dan mengikutinya dengan berjalan kaki. Christ memandangi dari jarak beberapa meter gadis cantik itu, melihatnya memandangi anak-anak merasa heran.
Puas memandangi anak-anak bermain, Crystal berjalan menuju pinggiran sungai. Menatap kosong pemandangan di hadapannya.
Tangisannya pecah. Crystal menunduk dan menangis tersedu-sedu.
"Ma Pa kenapa duniaku begitu berat" ucapnya pelan memandang dan berbicara pada sang langit.
Christ yang melihat gadis kecilnya menangis merasa kesal dan juga bersalah. Dia kesal dengan orang yang telah menindas nya dan juga bersalah karena malam itu.
Christ menunggu hingga Crystal selesai menangis dengan hati yang kalut.
Setelah tangisnya usai, Crystal berjalan pulang menuju halte. Tiba-tiba tangannya ditarik seorang pria yang wajahnya tertutupi. Crystal begitu terkejut dan takut. Dia mencoba melepaskan genggaman itu namun pria itu malah memeluknya erat. Tiba-tiba Crystal pingsan begitu saja di pelukannya. Pria itu terkejut karena Crystal yang pingsan.
Christ menggendongnya masuk ke mobilnya lalu membawa nya ke apartemen pribadinya. Apartemen itu ada milik keluarga Wu. Biasanya Christ akan menginap disana bila dia malas pulang ke rumah.
Christ menggedong tubuh Crystal masuk ke kamar nya. Cassandra yang sedang ada urusan di apartemen itu melihat Christ membawa seorang wanita merasa heran.
Pertama kalinya seorang Christ yang benci berurusan dengan wanita malah membawa seorang wanita ke apartemen pribadinya.
Christ meletakkan perlahan tubuh Crystal ke atas ranjangnya. Mengambil HP nya lalu menelepon dokter pribadinya untuk datang mengecek keadaan Crystal.
"Bagaimana dok?" tanya Christ cemas.
"Tuan gadis ini sedang mengandung, dia kelelahan oleh sebab itu ia pingsan" jawab dokter Choi membuat mata Christ melotot.
"Dok tolong rahasiakan hal ini dari semua orang" perintah Christ yang langsung dijawab
dengan anggukan dokter Choi.
Setelah menjelaskan keadaan Crystal, dokter Choi pamit kembali.
Christ masih terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Dia duduk di dekat tubuh gadis itu lalu mengelus lembut pipinya.
Crystal tersadar membuka matanya perlahan. Kepalanya masih sedikit sakit. Dengan samar-samar ia mencoba melihat dengan jelas.
Yang pertama kali dilihatnya adalah wajah seorang pria. Beberapa detik kemudian dia sadar itu adalah Christ Wu. Sontak ia berteriak. "Ahhhhhh kau apa yang mau kau lakukan padaku" membenarkan posisi tubuhnya.