
Di rumah sakit Christ menggenggam dan mencium tanggan Crystal yang masih belum tersadar. Dokter mengatakan dia dan sang bayi tidak apa-apa hanya saja Crystal masih syok.
Crystal yang masih belum sadarkan diri menangis. Dia terus saja mengatakan 'papa jangan tinggalkan aku'. Lalu tiba-tiba tersadar. Dia menangis dan langsung memeluk Christ.
Christ sangat bingung dan berusaha untuk membuat Crystal tenang.
"Ada apa sayang kenapa kau menangis?" tanya Christ.
"Papa ku.. aku kembali melihatkejadian papa ku yang tertabrak saat berjalan menuju ku.
Sebuah mobil menabrak nya" Crystal mencoba menjelaskan sambil menangis.
"Sudah sudah tenang lah aku ada disini" Christ.
Christ mengirim sebuah pesan kepada Tommy
'cari tau tentang kematian kedua orang tua Crystal dan juga keberadaan ibu tirinya' isi pesan tersebut.
🌟
Di kediaman keluarga Shim, Cassandra mendorong dan mencampakkan semua benda yang ada di dekatnya. Ia begitu marah.
Lucas hanya melihat sepupunya itu dengan tatapan sedih. Ia tidak berani menghentikkan Cassandra kalau kalau dia akan terkena lemparan.
"Cassandra cukup, sudah aku katakan sejak awal padamu. Jangan melewati batas" Lucas berusaha untuk berbicara.
"Aku hanya mencintai Christ ku. Aku tidak ada niat untuk mencelakai wanita itu. Tapi Christ memarahi sekeras itu" Cassandra mengusap wajahnya.
"Jangan menjadi wanita jahat Cassandra. Sejak awal Christ bukan milik mu, mungkin Tuhan telah menyatukan takdir mereka" Lucas memeluk Cassandra yang sudah mulai diam.
"Sadarkan dirimu" lanjutnya lagi.
Cassandra meratapi semua kesalahannya. Penyesalan datang memang selalu terlambat. Semua perkataan Crystal padanya benar, dia pantas mendapatkan kemarahan dari Christ.
Mereka berdua bergegas pergi ke rumah sakit untuk menemui Crystal dan Christ. Sesampainya di rumah sakit mereka berdua masuk dan melihat Crystal sedang makan disuapi oleh Christ.
Crystal menyadari kedatangan mereka berdua. Christ menoleh dan langsung memasang wajah dingin. Aura kemarahannya begitu mengerikan siapapun yang melihat pasti akan ketakutan.
"Crystal aku minta maaf atas semuanya. Aku telah menyebar berita itu dan berita kalian dulu. Tapi untuk kecelakaan itu aku betul-betul tak sadarkan diri" Cassandra.
"Pergi dari sini aku tidak mau dengar apapun" Christ menatap dengan tatapan yang makin tajam.
Crystal melihat ketulusan dan penyesalan ada di dalam mata Cassandra. Crystal menghembuskan nafas panjang. Dia menggenggam tangan Christ lalu menatap wajahnya dan tersenyum. Christ menjadi tenang kemarahannya mulai sirna.
"Kak sejak kecil aku sudah sering menerima rasa sakit. Pertama aku melihat dirimu, aku iri kak karena kau bisa memiliki kedua sahabat yang menyayangi mu sedangkan aku tidak memiliki siapapun.
Aku berusaha untuk bisa mengerti kau hanya sedang jatuh cinta. Aku sudah memaafkan mu tapi berjanji lah untuk tidak melakukannya lagi" Crystal tersenyum.
Cassandra, Lucas, dan Christ terkejut melihat Crystal yang dewasa. Christ semakin jatuh cinta pada Crystal. Akhirnya dia memaafkan Cassandra.
Setelah hari itu Crystal dan Cassandra menjadi semakin dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama.
🌟
Keluarga Wu menjadi begitu sibuk mempersiapkan pernikahan Tuan muda dan Nyonya muda. Bahkan nyonya Song ikut sibuk turut ambil tanggung jawab.
Resepsi pernikahan akan diadakan di mansion milik keluarga Wu. Dan hari Pernikahan tinggal dua hari lagi.
Hari ini mereka semua akan melakukan fitting busana yang akan dikenakan di hari pernikahan.
Cassandra juga ikut turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kecuali Sherina yang sibuk dengan tour konser artisnya.
Crystal berputar-putar di depan cermin besar dan melihat dirinya mengenakan gaun pengantinnya. Gaun tersebut sangat pas dengan bentuk tubuhnya. Gaun tersebut berwarna putih dengan berlian yang tersebar menambah kemewahannya.
Christ masuk ke ruang ganti Crystal. Langkah nya terhenti ketika melihat Crystal yang berbalik menghadapnya. Hatinya berdebar-debar melihat wanita nya begitu anggun.
Crystal yang melihat Christ sudah rapi dengan setelan jasnya, hatinya juga berdebar-debar.
Christ tersadar "Kau sangat cantik Crystal ku.Aku jatuh cinta lagi pada mu".
"Kau juga sangat tampan pangeran ku" bisik Crystal.
"Aku memang sudah tampan dari lahir. Kau akan lelah melihat ketampanan ku ini" Christ dengan wajah sombongnya.
Crystal langsung mencubit kedua pipi Christ yang begitu narsisnya.
"Semoga nanti kau tak mewarisi sifat narsis papa mu ya nak" Crystal mengelus perutnya.
Setelah gilirannya selesai, mereka masih menunggu giliran yang lain untuk fitting gaun dan jas nya.
Ketika menunggu Crystal melihat Lucas yang menggoda beberapa pelayan butik dengan wajah tampan nya. Dia sudah kenal bagaimana kelakuan sahabatnya Christ itu dan hanya bisa menggelengkan kepala. Lalu menatap Christ menyelidik.
"Awas jika kau sepertinya" ancamnya pada Christ.
"Tenanglah bagiku hanya kau lah wanita ku. Lagi pula aku paling malas bila harus merayu wanita lain" Christ menggoda Crystal yang wajahnya mulai memerah kembali.
Crystal dikejutkan atas kedatangan kakaknya ke butik tersebut.
"Kak bukankah masih di luar negeri mengurus konser?" tanya Crystal kebingungan.
"Adik ku sebentar lagi akan menikah mana mungkin aku tidak hadir. Soal pekerjaan aku bisa meminta asisten ku mengurusnya" Sherina.
"Baguslah jika begitu kau bisa menemaninya" Christ menyela pembicaraan.
Lucas tiba-tiba datang menyela pembicaraan. Sherina yang melihat Lucas begitu terkejut.
"Hai Sherina lama tak bertemu" sapa Lucas memberikan tangannya.
Sherina menjadi kaku tidak tau harus berbuat apa. Dia hanya membalas dengan senyuman.
Crystal bingung dengan perbuhan raut wajah kakaknya. Lalu menarik kakak nya menjauh.
"Kak apa kau mengenal Lucas?" tanya Crystal.
Sherina menceritakan bahwa pria yang sejak lama ia sukai adalah Lucas Wang. Pria tampan yang selalu bergonta-ganti wanita. Crystal sangat terkejut karena tidak mengetahui hal itu. Namun dia percaya dengan perkataan Sherina setelah melihat bagaimana Lucas merayu para pelayan butik.
Tak lama kemudian mereka kembali menemui yang lain.
"Sherina karena kau sudah disini kau juga harus mencoba gaun mu" Cassandra menarik tangan Sherina pergi.
Lima belas menit kemudian Sherina keluar dari ruang gantinya. Dia keluar dengan gaun berwarna pink yang terpasang di tubuhnya. Berjalan dengan anggun layaknya seorang model.
"Kau sangat cantik kak" puji Crystal.
Sherina tersenyum lalu menatap Lucas yang melihatnya. Dirinya menjadi kaku.
Lucas melihat Sherina berjalan kearah mereka membuatnya berdebar-debar. Untuk pertama kalinya dia merasa seperti itu saat melihat wanita. Semua wanitanya selama ini hanya lah mainan dan tak membuat dirinya tertarik untuk memiliki.
Setelah semuanya selesai fitting busana, mereka kembali ke mansion.
Di kamarnya Crystal menarik Christ membawanya ke rooftop untuk menghirup udara segar.
Crystal memberanikan diri untuk bertanya pada Christ tenteng Lucas. Dia tahu Lucas suka mempermainkan wanita, tapi melihat Sherina yang begitu menyukai Lucas membuatnya tak bisa diam saja.
Dia ingin melakukan sesuatu untuk kakak nya yang telah menjaga dan menyayanginya selama ini.
Hai hai readers 😊
Kayaknya banyak yang gak suka sama cerita aku ya? 🤔🤔
Tidak ada yang like dan komen
Tapi gak papa deh yang penting kalian udah singgah ke novel aku 😁😁
💛💛💛