
Christ sedikit terlambat hadir menemui Lucas dan Cassandra. Dia harus menyelesaikan semua urusan pekerjaannya yang tertunda karena menemui Crystal. Besok dia harus berangkat ke Cina untuk menghadiri pembukaan kantor cabang disana.
Christ melangkah memasuki bar rahasia mereka. Disana sudah ada kedua sahabatnya yang telah menunggu. Lucas menatap Christ kesal karena tidak menepati janji hadir tepat waktu. Sedangkan Cassandra masih marah tentang yang ia dengar.
'Aku tidak akan membiarkan kalian bersama!' batin Cassandra.
Ketiga sahabat tersebut menghabiskan waktunya hingga larut malam dengan minum-minum. Menikmati wine sambil bercanda gurau.
Christ memilih mengalah untuk menyetir mobil mengantar kedua sahabatnya yang sudah mabuk kembali ke kediaman masing-masing. Pertama dia mengantar Lucas lalu Cassandra.
Cassandra dan Lucas telah sampai di rumah wanita itu. Christ menopang tubuh Cassandra membantunya berjalan.
Ketika Christ akan meletakkan tubuh Cassandra keatas kasur, Cassandra tidak melepaskan lengannya yang melingkari leher Christ.
Christ berusaha melepaskan namun mereka berdua malah terhempas keatas kasur.
"Christ mengapa kau tak menyukaiku, aku tidak mau kau bersama dengan wanita lain" Katanya dengan pelan ke telinga Christ.
Mendengar perkataan tersebut, Christ mendorong tubuh Cassandra hingga lengannya terlepas.
Christ tidak menjawab langsung keluar dari kamar wanita itu dengan suasana marah. Sahabatnya selama ini telah merusak segalanya. Janji yang telah mereka sepakati untuk tidak melibatkan perasaan ternyata diingkari.
Christ mengemudikan mobil nya menuju rumah utama Wu. Melihat putranya yang pulang dengan wajah masam dan berbau alkohol membuat nyonya Maylin bertanya-tanya.
"Christ apa yang terjadi?" tanya nyonya besar dengan suara keras menghentikan langkah putranya.
"Mom aku sedang tidak enak mood. Nanti saja kita bicarakan" Christ masuk ke kamarnya dan langsung menutup pintu.
Mendengar keributan, Tuan Alex Wu keluar menghampiri istrinya dan bertanya apa yang terjadi.
Nyonya Maylin hanya menggeleng tak mengerti.
Keesokan paginya Christ bergegas mempersiapkan diri berangkat ke bandara. Hari ini dia tidak seperti biasanya bangun terlambat. Bahkan seisi rumah bingung melihatnya.
Christ berangkat menuju bandara didampingi oleh asistennya pergi menaiki jet pribadi keluarga Wu menuju China.
Disana ia akan menginap selama beberapa hari karena selain mengurus pembukaan cabang baru, Christ juga akan menghadiri rapat kerja sama dengan beberapa pebisnis di negara Tirai Bambu itu.
Christ yang sedang makan malam dengan rekan bisnisnya menghentikan acara sejenak.
Tommy masuk dan memberikan tablet nya lalu menunjukkan berita di internet yang menunjukkan dirinya membawa Crystal ke apartemen pribadinya.
Christ mengepalkan tangannya begitu marah. Berjalan dengan aura kemarahan yang bisa membuat orang seketika merinding melihatnya.
"Tommy urus kepulanganku secepatnya. Kau selesaikan semua urusan disini dan segera kembali ke Korea" Christ.
'Bos ku ini untuk pertama kalinya berurusan dengan wanita, tapi saat wanitanya diusik bahkan singa pun kalah melawan kemarahannya' batin Tommy dan langsung melakukan segala yang diminta oleh bosnya.
Di dalam Jet pribadi, HP Christ berdering. Christ melihat panggilan masuk dari Daddynya.
"Kau segera pulang ke rumah. Jelaskan semuanya pada ku" kata tuan besar Wu dari seberang sana dan langsung mematikan panggilan.
🌟
Di kamar, Crystal sedang menonton drama korea yang sedang tenar. Crystal mencoba untuk memperbaiki moodnya yang hancur. Seorang wanita hamil tidak baik bila sering bersedih.
Crystal begitu sedih karena setelah hari itu ia tidak mendengar kabar dari Christ. Dalam perspektifnya pria itu hanya menginginkan tubuhnya. Setelah itu dia pasti akan membuang Crystal layaknya barang bekas.
Crystal berusaha untuk fokus dengan alur cerita drama yang ia tonton. Pikirannya berputar-putar dalam kebodohannya yang hampir saja percaya perkataan ayah dari anak yang ia kandung.
Crystal lebih terkejut mendapati Nyonya Song yang seharusnya besok kembali dari luar kota sedang berdiri di hadapannya.
"Crystal apa maksud semua ini. Apa yang kau lakukan dengan pria ini?" Sherina menunjukkan layar HP nya.
Crystal meraih HP itu dan membaca artikel yang ada. Matanya melebar melihat foto yang menampakkan dirinya sedang di gendong oleh Christ Wu.
' Untuk pertama kalinya**Tuan muda Christ Wu membawa seorang wanita ke apartemen pribadinya' judul artikel tersebut.
Crystal membaca semuanya juga komentar-komentar kejam netijen tentangnya. Netijen mengatakan hal-hal kejam.
Crystal langsung lemas dan tangisannya pecah begitu saja.
Tubuhnya gemetaran lalu terjatuh kelantai. Melihat adiknya yang terjatuh lemas, Sherina langsung menopang tubuh Crystal ke atas kasur.
"Melihat artikel ini aku segera kembali menemuimu. Bagaimana kau bisa seperti itu Crystal?" tanya nyonya Song.
Crystal menceritakan segalanya. Mulai dari Christ yang menyentuhnya di hotel hingga bagaimana dia dan Christ berada di apartemen. Bahkan ia menjelaskan bahwa saat ini ia sedang mengandung anak dari penerus keluarga Wu.
Sherina dan Nyonya Song tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka memeluk Crystal yang malang dan menangis bersama.
"Tenanglah sayang, Saya akan melindungimu" nyonya Song.
Sherina melepaskan pelukannya lalu mengambil HP nya bermaksud menghubungi nomor Christ Wu. Namun asingnya dalam sekejap artikel itu menghilang tanpa jejak.
Sherina membuka nomor pribadi milik Christ yang sudah lama ia simpan. Christ dan Sherina sudah begitu lama mengenal walaupun tidak dekat. Mereka berada di sekolah yang sama sejak sekolah menengah hingga universitas.
"Halo Christ, apa yang telah kau lakukan pada adik ku. Kau harus bertanggung jawab" Sherina mematikan panggilan lalu duduk di sebelah Crystal yang baru saja terlelap. Mengelus lembut rambut adiknya seraya berkata "Adik ku sayang, maafkan aku yang tidak menjagamu"
🌟
Di tempat lain di rumah utama keluarga Wu tampak dua orang pria dan seorang wanita sedang berbicara serius.
Christ memainkan laptopnya meretas semua artikel yang ada tentang dirinya dan Crystal. Semua artikel menghilang tanpa jejak, bahkan server sumber telah dibuat down maksimal olehnya.
"Ada yang perlu kau jelaskan Christ?" tanya tuan besar Wu.
Christ menceritakan semua. Bagaimana dia membawa Crystal ke apartemen pribadi yang notabennya hanya untuk keluarga Wu. Bahkan ia menceritakan bahwa Crystal adalah orang yang dulu menyelamatkannya dan selama ini sudah dicari-cari Christ.
Dering HP Christ kembali berbunyi. Dia mengernyitkan keningnya membaca nama kontak yang masuk.
"Halo Sherina" ucapnya. Setelah mendengar perkataan kakak Crystal, panggilan di tutup.
Alex Wu dan Nyonya Maylin mencerna semua perkataan putra mereka. Terkejut mengetahui bahwa wanita itu adalah orang yang sudah lama dicari-cari putra mereka.
"Kau segeralah bawa menantu dan cucuku ke hadapanku!" perintah Nyonya Maylin.
Alex Wu menyetujui perkataan istrinya karena mengetahui bahwa Crystal adalah wanita baik-baik hanya saja putranya lah yang telah mengganggu Crystal.
(Visual nyonya Maylin)
Hai hai Readers
Semoga kalian suka ya sama cerita aku.
Jangan lupa like,komen dan add ke favorite kalian.
💛💛💛