
Crystal melemparkan bantal ke tubuh Christ. Mencoba untuk malarikan diri dari serigala yang akan memakannya.
Melihat gadis kecilnya mencoba melarikan diri, Christ menangkap tangan Crystal. Menariknya ke pangkuannya.
Crystal terduduk di paha Christ lalu Christ melingkarkan kedua tangannya ke perut gadis kecilnya. Crystal terdiam memandangi dari dekat ketampan wajah pria itu. Wajah mereka hanya sejauh 20 senti saja.
Wajah Crystal memerah, jantungnya berdegup kencang, tubuhnya seakan tak bisa bergerak.
'Apa yang kau fikirkan Crystal,bagaimana bisa hatimu berdebar-debar seperti ini pada pria brengsek ini' pikirnya dalam hati.
Christ memandangi lekat-lekat wajah cantik Crystal. Kulit putih susu yang halus tanpa mengenakan riasan. Dia mencium aroma bedak bayi yang lembut mengingatkannya pada malam itu.
"Kau tak bisa lari lagi sayang, ruangan ini sudah aku kunci dan hanya aku yang tau password nya. Kau cuma buang-buang energi saja" Christ membuka pembicaraan.
Mendengar perkataan Christ, Crystal langsung tersadar dan mecoba untuk berdiri. Tapi usahanya gagal lagi.
"Kau..apa yang ingin kau lakukan. Lepaskan aku!" Crystal.
"Kau? Apa kau memanggilku 'kau'? Heyy gadis kecil tidak sopan memanggil orang yang lebih dewasa seperti itu"
Christ mengecup bibir Crystal tiba-tiba.
Crystal terkejut dengan kecupan itu mendorong tubuh bidang milik pria itu.
Christ menangkap kedua tangannya lalu mengecupnya kembali membuat Crystal kembali terdiam, "Apa dengan begini kau akan diam. Dengar aku tidak akan membahayakan mu. Ada sesuatu hal penting yang ingin aku katakan. Tapi sebelum itu aku mau kau tenang dulu"
Setelah tenang Christ memberitahukan bahwa Crystal sedang mengandung anaknya.
Crystal yang mendengar hal itu tidak percaya. Lalu dia meletakkan tangan nya ke perut gadis itu.
"Aku tidak berbohong. Pasti akhir-akhir ini kau merasakan perubahan dalam dirimu. Dan pada malam itu aku tidak mengenakan pengaman, jadi hal ini pasti akan terjadi" jelas Christ.
Mendengar penjelasan itu air mati Crystal terjatuh membasahi pipinya. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia menangis dan memukuli dada Christ. Crystal merasa hilang akal dan tak bisa berfikir.
Christ yang melihat respon Crystal memeluknya untuk membuatnya tenang. Menahan tubuh Crystal yang meronta-ronta.
"Maafkan aku sayang, aku janji akan menjagamu dan bayi kita" katanya dengan suara parau.
Crystal menangis hampir satu jam akhirnya berhenti. Tubuh Crystal menjadi begitu lemas karena kehabisan tenaga.
Christ mengambil HP nya yang terletak diatas meja. Menelepon manager apartemen untuk mengantarkannya makanan dan pakain untuk Crystal.
Beberapa menit kemudian pelayan mengantarkan pesana tuan muda Wu. Mereka berdua makan bersama dalam keadaan diam. Hanya fokus melahap makanan masing-masing.
Selesai makan Crystal berjalan ke kamar mandi mengunci pintu. Dia berdiri dibawah aliran air shower. Pikirannya begitu kalut air matanya jatuh. Crystal yang masih berusia 18 tahun harus mengandung anak dari pria dewasa yang bahkan dia tidak kenal. Dan sekarang dia tidak tau apa dia harus melarikan diri .
Crystal membersihkan dirinya. Mencoba untuk menenangkan pikirannya.
Crystal terkejut karena Christ tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang. Christ memutar tubuh Crystal agar menghadap padanya.
Melihat tubuh Christ yang hanya mengenakan celana saja langsung membuatnya terkejut dan menutup mata dengan kedua tangannya. "Bagaimana kau bisa masuk kesini, aku sudah mengunci pintu tadi".
Christ tersenyum jahil kemudian menggeser rambut yang menutupi wajah gadis kecilnya.
"Hahahaha akses seluruh kamar ini dalam kendali ku. Crystal sayang kenapa kau menutup matamu. Kau sudah pernah melihat tubuh ku yang luar biasa ini. Dan aku juga sudah melihat tubuhmu malam itu" katanya menggoda Crystal. "Aku menginginkan tubuhmu lagi, tubuhmu adalah milikku" lanjutnya.
Crystal merasa sakit hati mendengar bahwa pria itu hanya menginginkan tubuhnya. Padahal dia hampir percaya bahwa pria itu akan menerimanya.
Dia melangkah mundur dan Christ melangkah maju. Crystal terpojok menabrak dinding kamar mandi. Christ mengunci posisi mangsanya lalu mendekatkan tubuhnya. Kedua tangannya menggenggam tangan Crystal keatas membuat Crystal tidak bisa kabur.
Christ mendaratkan ciumannya di bibir Crystal serta lumatannya. Crystal mencoba menolak namun gerakan itu terlalu kuat hingga membuatnya kesulitan bernafas.
Crystal yang tidak bisa lagi memberontak hanya bisa menerima apa yang terjadi. Semakin lama dia mulai masuk dalam irama Christ. Membiarkan Christ melakukan semuanya. Kedua tangan Christ mulai terlepas dan berpindah ke bagian perut.
"Aku suka permainanmu sayang" ucap Christ dengan suara parau di telinga Crystal. Hembusan nafasnya menyentuh lembut leher Crystal.
Crystal dan Christ saling tersenyum lalu kembali mencium satu sama lain. Christ mendorong perlahan tubuh Crystal keatas ranjangnya lalu membuka semua helaian yang tersisa menutupi tubuhnya dan menindihnya.
Christ mulai melakukan permaianannya lagi. Crystal hanya bisa menerimanya saja. Merasakan setiap sentuhan di kulitnya. Untuk kedua kalinya ia merasakan sebuah dorongan masuk ke dalam tubuhnya. Sesuatu yang menembus dirinya.
"Aku merindukan tubuhmu,aku akan menikmatinya lagi malam ini" kata pria itu lalu tersenyum lagi.
Crystal menggenggam erat seprai yang ada di bawahnya mencoba menahan semuanya. Christ ******* bibir Crystal kembali untuk mengurangi rasa sakitnya sambil melakukan semua gerakannya. Semua dorongan yang ia rasakan lebih kuat dari yang dulu ia terima. Bila saat itu adalah pengaruh obat, maka saat ini adalah dorongan jiwanya sendiri membuat semuanya terasa lebih berbeda.
.
.
.
Crystal membuka matanya perlahan. Melihat seorang pria tampan sedang tidur manghadap padanya dan memeluknya. Crystal memandangi setiap bagian wajah Christ. Hidung mancung, rahang yang tegas,kulit putih dan alis yang tebal.
Christ terbangun dan melihat gadis kecil nya telah sedang menatapinya. Crystal yang ketahuan memperhatikan wajah Christ wajahnya memerah seketika.
Crystal bangun dan duduk sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
"Crystal cantik kau tidak perlu menutupinya, aku sudah melihatnya dua kali" Christ menarik selimut itu pelan.
Crystal berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu. Berjalan pelan menuju cermin wastafel. Ia melihat wajahnya masih memerah "Aku bodoh sekali. Bagaimana bisa seperti ini pada pria yang telah melakukan hal itu padaku" katanya pada bayangannya sendiri.
Setelah selesai mandi Crystal sadar lupa membawa pakiannya. Dia keluar diam-diam tetapi untungnya tidak melihat sosok Christ lagi. Hatinya sedikit lega dan bergegas memakai gaun yang telah disediakan.
Lengannya tidak sampai untuk menarik sleting belakang gaunnya. Crystal terkejut karena Christ bisa ada di belakangnya dan membantunya menarik sleting nya.
Jemari Christ menyentuh punggungnya membuat Crystal merasa sedikit geli.
Setelah selesai Crystal langsung menjauhkan tubuhnya dari predatornya itu. Christ hanya tersenyum simpul dan mencubit pipi Crystal.
"Hmm aku ingin pulang, tolong biarkan aku pergi" pinta Crystal pada Christ.
"Tidak kau harus disini, kau tak boleh kabur lagi dari ku" Christ.
"Tapi aku harus kembali, aku harus bekerja dan mengurus rumah. Bagaimana jika orang rumah mencari ku nanti" Crystal.
"Jangan cari alasan. Nyonya Song sedang ada di luar kota dan putrinya sedang di luar negeri. Tidak akan ada yang mencarimu!" Christ.
Crystal bingung bagaimana bisa pria ini mengetahui tentang dirinya. Dia bingung dengan apa yang baru saja dikatakan Christ.
"Aku tahu segalanya tentangmu jadi kau tak bisa lari dariku. Aku tak mau kau menghilang lagi" Christ.
"Ahjussi aku mohon biarkan aku pergi. Aku berjanji aku tidak akan kabur lagi" Crystal
Hai hai Readers
Semoga kalian suka sama cerita aku
Jangan lupa like and komen
💛💛💛